Mmmmhhh... pertanyaan yg menarik... :) Menurut pengertian orang yang berdomisili di jawa barat, Jakarta dan Banten, maka yang disebut orang jawa adalah identik dengan mereka yang bersuku Jawa, yaitu orang Jawa Tengah dan Jawa Timur. Jadi yang disebut orang Jawa adalah mereka yang bersuku Jawa, bukan suku Sunda maupun betawi. Tapi lain lagi kalau menurut pengertian orang2 yang tinggal di luar pulau Jawa. Berdasarkan pengalaman jalan2 ke beberapa daerah di luar pulau Jawa, mereka menyebut orang Jawa itu untuk orang yang tinggal di Pulau Jawa secara kesuluruhan. Jadi bukan hanya orang yang bersuku Jawa saja, tapi juga Sunda dan Betawi. Nah, karena saya berdomisili di daerah Jawa Barat, maka yang saya maksud orang Jawa itu adalah orang yang bersuku Jawa. Begitu Mas Naufal, hehehe.....
Mengenai gelar, selain "Gusti"nya orang PULAU Jawa, di beberapa negara tetanga juga menyebut raja mereka dengan gelaran Yang Maha Mulia, Yang Dipertuan Agung, Maha Raja, dsb... Padahal menurut pemahaman saya yang bodoh, tidak selayaknya seorang manusia menyandang gelar seperti itu. Nah, kalau mau demo, jangan cuma masalah gelar Mas, gimana kalau kita juga demo masalah pakaian wanita2-nya yang hanya menggunakan kain sebatas dada dan seabrek perilaku serta kegiatan upacara adat mereka yang banyak mengandung kemusyrikan... :) Eh, tapi ngga usah jauh2 demo ke kesultanan Jogja atau kesultanan lainnya yang ada di pulau Jawa deh... Lah wong di sekitar kita juga masih banyak kemungkaran2 yang terjadi... Itu aja dulu deh yang kita perhatikan... :) Jangan dianggap serius ya Mas... hehehe... Wassalam WnS --- In [email protected], "Naufal" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > kalo gitu mending kita demo aja kesultanan jogja..he.he > suruh ganti gelar rajanya, jangan pakai "Kanjeng Gusti Pangeran" karena bisa > salah tafsir (gak tau deh yang salah yang menafsirkan atau yang > ditafsirkan).... kecuali dibelakangnya ada kata kata "doro juragan" pasti > bukan berarti Tuhan :) > > oh iya Kang Wandy saya mau tanya nie, kang Wandy bukan orang jawa ya? lalu > sekarang tinggal, lahir dan dibesarkan dimana? apa di pulau jawa..atau hanya > karena tidak mempergunakan bahasa jawa jadi gak ngaku kalo orang jawa :) > menurut saya sih yang bodoh ini, orang sunda/betawi termasuk sebagai orang > jawa karena hidup, lahir dan berdomisili di pulau jawa... kecuali Kang Ncep > boleh ngaku bukan orang jawa..he..he > > sorry jawab santai aja Kang, saya becanda lho...he..he > > > ----- Original Message ----- > From: wandysulastra > To: [email protected] > Sent: Friday, Aug 25, 2006 12:15 PM > Subject: [keluarga-islam] Re: predikat kanjeng gusti > > > Kang Naufal, mohon ma'af saya bukan orang jawa, tapi boleh yah kasih > komentar... > > Kalau kita mau jujur, memang banyak sekali hal-hal yang menyangkut > adat, tradisi dan kebiasaan orang2 keraton baik di Jawa maupun > daerah lainnya yang melenceng dari ajaran Islam. Saya sendiri tidak > heran, karena yang namanya adat atau tradisi itukan warisan dari > nenek moyang. Sedangkan nenek moyang kita menurut sejarah dahulunya > bukanlah muslim. > > Kita bisa perhatikan dari acara-acara keraton yang jika kita lihat > banyak sekali yang mengandung kesyirikan. Termasuk sebutan dan > perilaku abdi dalem kepada raja dan keluarganya yang sebenarnya > banyak yang tidak sesuai dengan ajaran Islam. > > Terlepas dari keraton, mengenai masalah "Gusti" kalau di Sunda > istilah gusti itu sebutan untuk Allah, dan bukan diperuntukan untuk > Rasulullah. Kalau untuk Rasulullah bisanya kita menyebutnya kanjeng > Rasul atau kanjeng Nabi, dan tidak pernah menyebutnya kanjeng gusti > Rasulullah. Tapi kalau di jawa arti "gusti" beda kali ya... Silakan > ditunggu komentarnya untuk yang ahli sastra jawa... :) > > Duh Gusti pangeran abdi, > abdi atos dzalim ka diri abdi... > Upami Gusti teu ngahapunten, > tangtos Abdi janten jalmi anu rugi.... > > WnS > > --- In [email protected], "Naufal" <dugel2002@> > wrote: > > > > ayooo yang orang jawa angkat tangan..... ngaku....he..he > > kayaknya Mas Yusa dan Mas Ramdan jawa tulen tuh.... > > padahal ada lagi lho selain "kanjeng Gusti" yang sering dipakai > untuk gelar, > > yaitu "pangeran".... > > saat digunakan untuk nama orang berarti gelar, misalnya pangeran > diponegoro > > sedangkan saat berdoa pangeran diartikan sebagai Tuhan........ > > > > ah dasar orang jawa gak bisa cari istilah yang tepat...dan bikin > bingung > > orang yang bukan orang jawa...he..he > > tanya...kenapa...? > > > > salam > > > Ilmu merupakan harta abstrak titipan Allah Subhanahu wata'ala kepada seluruh manusia yang akan bertambah bila terus diamalkan, salah satu pengamalannya adalah dengan membagi-bagikan ilmu itu kepada yang membutuhkan. Janganlah sombong dengan ilmu yang sedikit, karena jika Allah Subhanahu wata'ala berkehendak ilmu itu akan sirna dalam sekejap, beritahulah orang yang tidak tahu, tunjukilah orang yang minta petunjuk, amalkanlah ilmu itu sebatas yang engkau mampu. Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/keluarga-islam/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
