Budaya Kosmopolitan di Pesantren

Pada saat memuncaknya peradaban Islam yang berpusat di Bagdad, maka 
budaya Islam merupakan pola budaya umum seluruh belahan bumi Timur, 
tetapi sekaligus merupakan budaya global, karena ketika itu benua 
Amerika sebagai belahan bumi barat belum ditemukan.Sebagai 
bandingan, ketika Bagdad sudah mengenal kolam renang (permandian 
umum) orang Perancis belum mengenal budaya mandi. Buktinya, istana 
Perancis yang memiliki seribu kamar hanya memiliki satu kamar mandi. 
Ketika duta besar Bagdad memberikan souvenir berupa jam air, Raja 
Perancis menanyakan, sihir apa yang dapat menggerakkan benda itu. 
Ketika dunia Islam sedang pesat-pesatnya ilmu pengetahuan, Barat 
masih berada dalam abad gelap (blue age).

 Karakteristik peradaban Islam yang mengglobal itu memudahkan 
peneguhan agama Islam di Asia Tengara. Peranan saudagar anak benua 
India berlanjut terus tetapi mereka tidak lagi beragama Hindu dan 
Budha melainkan Islam (dari Gujarat). Pola budaya Perso Arab sebagai 
buah masuk Islamnya imperium Persia, kemudian menggeser pola budaya 
Sanskerta. Perkembangan selanjutnya, pola budaya Perso-Arab 
digantikan oleh pola budaya yang bercorak Arab dengan dominasi 
bahasa Arab. Bukti yang tak terbantahkan tergambar pada banyaknya 
kata-kata Arab dalam bahasa Melayu dan Indonesia. Kerajaan Hindu-
Budha (Majapahit-Sriwijaya) yang sudah memasuki masa senja kemudian  
digantikan oleh munculnya kerajaan-kerajaan Islam (Aceh, Demak, 
Mataram, Ternate dll.). 

Akulturasi budaya Islam dengan budaya sebelumnya nampak pada 
berkembangnya pesantren (pondok pesantren) Budaya Yunani mengenal 
pondokheyon, yakni asrama atau penginapan bagi orang-orang yang 
sedang menuntut ilmu pengetahuan. Kata pondokheyon ini kemudian 
pindah ke Arab menjadi funduq (sekarang artinya hotel). Pada masa 
kejayaan Islam, asrama bagi orang-orang yang menuntut ilmu, terutama 
ilmu hikmah (tasauf) disebut zawiyah(padepokan sufi), ribath(di 
Afrika) dan khaniqah (masa al Gazali),. Di Jawa, agama Hindu dn 
Budha mempunyai lembaga pendidikan yang disebut padepokan, dimana 
didalamnya ada unsur  shastri-(guru) dan cantrik (murid). 

Nah ketika zaman kerajaan Islam, konsep lembaga pendidikan yang 
dikembangkan mengadopsi konsep pondokheyon, konsep zawiyah dan 
konsep padepokan Hindu Budha, menjadi bernama PONDOK PESANTREN. 
Pondok berasal dari konsep pondokheyon, pesantren berasal dari pe-
cantrikan- juga dengan  unsur  kiyahi (dari konsep shastri) dan 
santri (dari konsep cantrik). Jadi konsep pesantren sesungguhnya 
merupakan hasil dari dialog peradaban.  Karena pondok pesantren 
sangat memelihara tradisi, maka betapapun pesantren dianggap 
ketinggalan zaman, jejaknya akan selalu nampak, meski juga timbul 
tenggelam. 

Wassalam,
agussyafii
http://mubarok-institute.blogspot.com







Ilmu merupakan harta abstrak titipan Allah Subhanahu wata'ala kepada seluruh 
manusia yang akan bertambah bila terus diamalkan, salah satu pengamalannya 
adalah dengan membagi-bagikan ilmu itu kepada yang membutuhkan. 
Janganlah sombong dengan ilmu yang sedikit, karena jika Allah Subhanahu 
wata'ala berkehendak ilmu itu akan sirna dalam sekejap, beritahulah orang yang 
tidak tahu, tunjukilah orang yang minta petunjuk, amalkanlah ilmu itu sebatas 
yang engkau mampu. 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/keluarga-islam/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/keluarga-islam/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke