he he he...
sama engga ya dengan rohmat dan barokah..?
apa bisa merasakan rohmat dan barokah itu yg seperti apa jika ada orang
mengucapkan salam..?

salam
:-)



On 2/7/07, Cahya Gumilar <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

   Assalamu'alaikum Wr.Wb,
Obrolan yang menarik...
saya punya pertanyaan neh, semoga masih berhubungan dengan yang namanya
ILHAM.
Apa yang membuat kita yakin bahwa dengan shalat istikharah, Allah akan
memberikan petunjuk buat kita?, bisa juga karena kita jauh dari Allah, DIA
ga berkenan memberikan petunjuknya kepada kita?,sehingga pada akhirnya
pilihan itu hanya berdasarkan nafsu dan subjektifitas kita sendiri?
Apa yang menjadi bukti bahwa pilihan itu merupakan petunjuk Alah?
wassalam
*latiefaljawi <[EMAIL PROTECTED]>* wrote:

 *Assalamu'alaikum Wr.Wb,*
*Bicara pasal ilham,...dikit saya memberi pencerahan.*
*Ilham itu adalah perkhabaran. Ilham ada bermacam2,...*
*Ilham Hati = hatta tak ada lain,..itu syarif dunia.*
*Ilhan suara = Kita dengar didalam dengar.*
*Ilham Baitullah = Itu ilham kita tak boleh cakap. Mahu dengar.*
*Ilham Nafas = Didalam bernafas. Lautan lepas.*
*Itu semua dunia tak diakui!*
*Ilham suara = Itu hendaklah suara mutmainnah. Ilham Nabi Muhammad. Roh
Nabi Muhammad. Ilham yang diakui!*
*Wassalam.*

--- In [email protected], "Nashir Ahmad M." <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
>
> Salam,
> Saudaraku yg kurindukan di milis KI,
> ada diskusi menarik dari saudara kita disebelah
> barangkali bisa menambah wawasan kita terutama yg suka mencari-cari.
>
> Biar nyambung, bacanya dari BAWAH ke ATAS.
>
> Salam,
>
> Nashir
>
> ---------< BACA DARI BAWAH >--------
>
>
> RE: [dzikrullah] Beda Ilham dari Allah dan dari Syetan
>
> From: "Eko" eko@
> Subject: RE: [dzikrullah] Beda Ilham dari Allah dan dari Syetan
>
> Assalamu'alaikum Wr. Wb.
> Kusyuk sebenarnya fenomena kejiwaan biasa (hal ini bisa terjadi
> disetiap aliran mistis apapun, Hindu Budha). Dzikir/shalat
> dengan "khusyuk" sama dengan internet menggunakan broadband, atau
> ngebut di jalan tol. Khusuk penting tapi apa yang di khusyuk-i
> (obyek kekusyuk-an kata P. Deka) atau file yang mau di
> upload/download kalau kita ber broadband ria, jauh lebih penting.
> Perjumpaan dengan Allah yang sebenarnya adalah kenikmatan beribadah,
> pemahaman Al Quran, penerapan spirit Al Quran dalam khidupan
> keseharian & mendakwakannya kepada khalayak.
>
> Sependapat dengan apa yang ditulis Bos Abu Sangkan dalam bukunya
> Berguru Kepada Allah, filter ilham adalah syariat Quran dan Hadits.
> Ilham dan visualisasi bisa macam2 tapi kalau tidak bisa dikembalikan
> ke syariat, ya harus di reject. Tafakaru qalqillah wala tafaraku
> dzatillah (pikirkan ciptaan Allah jangan Dzatnya).--contoh:
> Jika Allah itu satu, satu apa ?
> Kalau apanya (butir, ekor, onggok ??) nya tidak bisa dijelaskan
> berarti satu disini sekedar bilangan (konsep matematika)--abstraksi--
> tidak riel. Adalagi yang menafsirkan satu = tunggal/unik, nggak
> usah Allah, dengan 'variabel mikro' nama Sukarno Presiden RI I yang
> lahir di Blitar yang ibunya orang Bali yang meninggal 20 Juni 1970,
> ya cuman ada satu Sukarno sejagat.
>
> Kita sudah sering mendengar kata2 mencari Allah, tapi sangat jarang
> kita mendengar yang ingin mengenal/mengetahui ciri2/deskripsi
> Allah ? Bagaimana mau ketemu kalau ciri2/deskripsinya tidak tahu ?
> Ibarat nyari kambing kalau gambaran/ciri kambing tidak tahu, ketemu
> babi hutan atau harimau dikira kambing.
>
> Sekedar intelectual exercise untuk mengenal Allah
> Bagaimana membedakan Allah ada atau tidak ?
> Allah itu satu atau banyak (apa hubungan yang satu dan yang banyak)?
> Allah itu menyatu atau terpisah atau intersep (beirisan/overlap dlm
> teori himpunan) dengan Dunia?
> Allah itu sangat jauh dan lebih dekat dari urat leher? Dijelaskan
> dengan konteks apa, variable apa dari diri kita yang tidak
> terjangkau Allah.Yang deket Allah sebagai apa dan Yang jauh Allah
> sebagai apa ?
> Barang siapa yang memahami dirinya akan memahami Allah. dijelaskan
> dengan konteks apa ?
>
> Kalau dalam buku Bos Sangkan, BKA, diri adalah sesuatu yang tidak
> terbatas dan abadi yang dulu pernah berjumpah dg Allah, berarti diri
> = Ruh, sedangkan kita pada kenyataannya disamping Ruh juga punya
> badan kasar, punya keinginan dan punya keterbatasan, punya
> lingkungan dan peruntungan. Pada definisi yang fundamental masih
> terjadi reduksi, dikhawatirkan hal2 yang bersandar di atasnya sangat
> rentan.
>
> Setan bukan hanya mengajak kepada keburukan tapi juga mengajak pada
> kebaikan yang melebihi takaran.
>
> Maaf Boss kalau kata2 kurang berkenan, dianggap tidak ada saja
> tulisan ini.
>
> ________________________________
>
>
> From: "Erwin R. Nasution"
> Subject: RE: [dzikrullah] Beda Ilham dari Allah dan dari Syetan
>
>
> Ass.wr.wb.
>
> Rekan-rekan milis Dzikrullah yang dimuliakan Allah...
>
> Kebetulan saya sedang mempelajari Terapi Gelombang Otak.
>
> Dalam pengamatan saya, gelombang otak Alpha dan Theta merupakan dua
> gelombang dimana keadaan khusyu biasanya terjadi.
>
> Saat otak seseorang berada dalam kondisi Alfa, yaitu pada frekuensi
> 8-12 Hz, dapat dipastikan pikiran orang bersangkutan dalam keadaan
> rileks dan santai.
> Dalam kondisi alfa, pikiran dapat melihat gambaran mental secara
> sangat jelas dan dapat merasakan sensasi dengan lima indra dan apa
> yang terjadi atau dilihat dalam pikiran. Alfa adalah pintu gerbang
> bawah sadar.
>
> Manfaat gelombang otak alfa yang utama dan paling penting adalah
> sebagai jembatan penghubung antara pikiran sadar dan bawah sadar.
> Alfa memungkinkan kita untuk menyadari keberadaan mimpi dan keadaan
> meditasi terdalam yang kita capai. Tanpa alfa, kita tidak akan dapat
> mengingat mimpi atau meditasi yang sangat dalam, saat kita terbangun
> atau selesai bermeditasi.
>
> Hampir sama dengan gelombang alfa adalah gelombang theta dimana bila
> kita berhasil masuk ke kondisi theta, kita akan mengalami kondisi
> meditatif yang sangat dalam (khusyu). Semua pengalaman meditatif
> yang selama ini dicari oleh orang yang melakukan praktik meditasi,
> misalnya keheningan, ketenangan, kedalaman, dan puncak kebahagiaan,
> dirasakan di dalam theta.
>
> Theta adalah "puncak" di dalam "pengalaman puncak". Saat komponen
> gelombang lainnya berada dalam takaran yang pas, bersama dengan
> theta, kita dapat merasakan pengalaman "ah-ha". Saat kita ingin
> mengobati dan menyembuhkan tubuh atau pikiran, kita harus masuk ke
> theta agar dapat mencapai hasil maksimal.
>
> Sehingga salah tidak apabila saya menyimpulkan bahwa tiap orang
> (apapun agamanya) dapat mencapai kondisi khusyu.
>
> Belum lagi ternyata sudah tersedia media/alat untuk mengkondisikan
> gelombang otak seseorang sehingga orang tersebut (entah penjahat
> sekalipun...) dapat dengan mudah mencapai target gelombang otak yang
> diinginkannya.
>
> Wassalam,
> Erwin
>
> ________________________________
>
>
> From: tomo king
> Subject: Re: [dzikrullah] Beda Ilham dari Allah dan dari Syetan
>
> Ass...
>
> Ikutan nimbrung sepertinya menarik sekali obrolan saudaraku ini.
>
> Dari semua reaksi, imajinasi, rasa, dan fenomena yang datang saat
> berdzikir atau saat kita melakukan hal-hal yang berhubungan dengan
> rohani /jiwa, setiap manusia pasti ada dan berbeda-beda. Namun kita
> kembali kepada pernyataan ilham dari syetan atau dari Tuhan, ini
> tidak akan bisa terjawab.
>
> Bagi orang yang diberi pembeda masalah ilham, setahu saya jarang
> yang dapat membedakan ilham itu. Yang bisa hanyalah orang yang sudah
> memang benar-benar sampai kepada makam yang tinggi di hadapan Allah
> SWT, (diberikan tempat /dipilih yang special oleh Allah SWT )
>
> Tapi sebagai wacana saja, bahwa ILHAM itu sendiri adalah suatu
> petunjuk yang baik yang datang dari Allah SWT untuk hambaNya yang
> memohon tuntunan, petunjuk dan di beri petunjuk.
>
> ILHAM yang dari syetan itu, saya yakin tidak ada. Kalau bujukan
> syetan itu ada, karena statusnya sebagai penggoda, kebohongan, tipu
> daya yang menjadi penghijab ILHAM. Syetan adalah ahli mencari berita
> dari langit termasuk mencuri ilham yang di tujukan kepada manusia
> yang berserah diri .
>
> Mohon maaf saudaraku, jika kita sudah dapat tuntunan dan petujuk
> mengenai ilham itu sendiri, maka kita tidak akan banyak argumentasi
> atau persepsi.
> Kita otomatis akan di fahamkan oleh Allah SWT. Soal getaran, cahaya
> dan fenomena itu adalah alam cipta rasa. Ini berlaku untuk siapa
> saja yang mencari itu. Jadi tinggal kita sendiri maunya apa, maka
> itu yang kita dapat dan kemana kita mau jalan maka akan kesitu
> sampainya.
>
> Menurut saya, ilham dari syetan /iblis itu hanya istilah, khasanah
> bahasa untuk menyeimbangkan tingkat keburukan dan kebaikan. Ini
> pendapat saya lo mas .
>
> Sekarang yang wajib buat kita sebagai hamba itu apa?? Tdak usah
> ikutan membuat bingung orang kalau bingung ya sendiri saja. Kalau
> ragu-ragu ya jangan melakukan , Mantap, teguh dalam berserah dan
> mengingat serta rela menerima apa saya yang di berikan Allah SWT .
> Inalillahiwainaillahirojiun gitu lo. Setuju ???
>
> wass
>
> tomo
>
> ------------------------------------------------
>
> From: "syahida"
> Subject: Re: [dzikrullah] Beda Ilham dari Allah dan dari Syetan
>
> Assalamu 'alaikum wr wb
> Pertukaran pesan antara sdr Atang dan sdr(i) Jovanka menarik sekali
> karena saya juga selama ini suka "mencari-cari" apa atau bagaimana
> sih "rasanya" kontak dengan Allah.
> Jawaban sdr(i) Jovanka menyadarkan saya bahwa memang kita tidak perlu
> "mencari" - kalau kita minta kpd Allah pasti akan "diturunkan" oleh-
> Nya isyarat yang seolah kita rasakan sebagai tuntunan-Nya. Kalau
> memakai pikiran kan tidak "pas" karena itu otak kiri -
> sedangkan "rasa" ada di otak kanan.
> Masing-masing individu rasanya akan mengalami hal yang berbeda ketika
> menerima isyarat Allah tsb.
>
> Mohon konfirmasi dari ust Abu Sangkan atau ust Yusdeka.
>
> Wassalamu alaikum wr wb dan tks
> Syarif Hidayat
>
> ---------
>
> From: "Jovanka Siswati"
> Subject: RE: [dzikrullah] Beda Ilham dari Allah dan dari Syetan
>
> Assalamualaikum Wr, Wb.
> Biasanya "para ahli" Dzikir tidak akan menjawab secara
> terbuka masalah yang bapak tanyakan, bukan karena mereka tidak tahu
> soal ini tapi lebih cenderung TIDAK MAU mengarahkan niat Dzikir yang
> semula semata-mata untuk Allah menjadi melenceng ke-visualisasi alam
> imajinasi kita sendiri.
> Pak Deka pernah menerangkan bahwa kita selalu mencari visualisasi
> "rasa berketuhanan" yang akhirnya bermuara kepada selain Allah.
> Saran saya, tetaplah ber-dzikir, jangan berkonsentrasi
> kepada bentuk atau rupa yang ingin (diharapkan) dilihat tapi
> mintalah Allah membimbing Dzikir kita kepadaNYA.
>
> Dzikir adalah milikNYA . kembalikan apa yang menjadi hakNYA ..
> Ketika kita kembalikan apa yang menjadi hakNYA maka hanya keheningan
> dan ketidak berdayaan yang kita dapatkan. Dari situ kita akan
> merasakan sebenarnya bukan kita yang ber-dzikir tapi alam semesta
> yang menyelimuti kita dengan dzikirnya... (Lho kok ???).
> Wassalamualaikum Wr, Wb.
> Jova
> ----------------------------------
>
> From: "atangtachyat"
> Subject: BEDA ILHAM DARI ALLAH DAN DARI SYETAN
>
> Ass wr wb,
>
> Sebagai pemula dari Dzikrullah, pada waktu bermunajat atau tafakur
> saya telah mengalami berbagai reaksi baik berupa gerakan-gerakan
> tubuh, 'melihat' cahaya warna warni dll. Timbul keraguan pada hati
> apakah reaksi-reaksi tsb benar-benar dari Allah atau dari syetan /
> iblis ? Apa pula makna dari reaksi-reaksi tsb?
>
> Untuk itu mohon bantuan sahabat untuk memberikan informasi baik
> langsung, ataupun rujukan-rujukan yg dapat saya pakai sebagai
> pegangan.
> Terimakasih atas perhatian dan bantuan sahabat.
>
> Wassalam,
> atangtachyat
>



 ------------------------------
Access over 1 million songs - Yahoo! Music 
Unlimited.<http://pa.yahoo.com/*http://us.rd.yahoo.com/evt=36035/*http://music.yahoo.com/unlimited/>



Kirim email ke