Anak sulung saya, perempuan, protes; "Yah, kenapa sih adiknya kakak kok laki-laki..?" "lha memangnya kenapa..?" tanyaku kaget dan penasaran dibuatnya. "iya... kalo laki-laki kayak dede kan nakal. coba kalo adik kakak perempuan, kan baik seperti kakak dan bisa diajak main rumah2an dan boneka2an.." jawabnya dengan nada mau nangis dan menggelayut manja.
wah... bagaimana jawabnya? permasalahannya adalah adiknya yang laki2 memang sering menakali kakaknya, entah dengan mengganggunnya ato pun memukul secara main-main. kenakalan anak laki-laki lah. dan anak saya yang perempuan ini sering tidak terima dengan kenakalan adiknya ini. mungkin karena sudah tidak tahan, dia mengadu dengan membawa pertanyaan seperti itu. "ng... anak-anak Ayah itu adalah pemberian dari Alloh. pertama Alloh memberi ayah dan mama seorang anak perempuan, yaitu kakak. lalu kemudian, Alloh memberi lagi anak kepada ayah dan mama seorang anak laki-laki, yaitu dede.." "iya.. tapi kenapa sewaktu ayah dan mama diberi anak laki-laki, ayah dan mama tidak menukarnya dengan anak perempuan..? "o... tidak boleh, nak... anak yang sudah diberikan oleh Alloh kepada ayah dan mama tidak boleh ditukar. ayah dan mama harus menerima pemberian Alloh dengan ikhlas." ah... semoga saja dia bisa cepat mengerti dan memahami persoalan ini. dan atas pertanyaannya, kemudian muncul pertanyaan lain di pikiran saya; apakah kita sebagai calon orang tua pernah memikirkan bagaimana kondisi anak2 kita kelak ketika memohon kepada Alloh agar diberi momongan..? apa lagi ketika permohonan momongan ini disertai dengan permintaan jenis kelamin yang diinginkan..? apakah pernah terlintas kalo anak-anak kita bisa saja tidak akan cocok satu dengan lainnya jika tidak diberi arahan dan pemahaman akan keluarga yang benar..? salam :-)
