Berhenti Makan Sebelum Kenyang
Oleh: HP

Bulan Ramadhan biasanya selalu diikuti oleh meningkatkan harga bahan-bahan
makanan karena semakin tingginya permintaan. Hal ini cukup mengherankan,
karena disaat mayoritas masyarakat muslim menahan diri untuk tidak makan dan
minum (di siang hari) tapi malahan permintaan bahan makanan meningkat tajam.
Padahal secara logika seharusnya sebaliknya, permintaan bahan makanan
menurun tajam.

Keistimewaan bulan suci Ramadhan ternyata juga mendorong para ibu untuk
menyiapkan menu berbuka yang istimewa yang selengkap- lengkapnya, dari
hidangan pembuka yang menyegarkan, hidangan utama yang berlimpah ruah sampai
hidangan penutup yang lezat semuanya tersaji di atas meja. Seluruh keluarga
menunggu saat berbuka dengan penuh harap dengan tidak sabar, dan ketika azan
dikumandangkan, langsung dengan cepat semua hidangan di atas meja itu
dihabiskan sampai licin tandas, jangan sampai ada yang tersisa.

Pemandangan seperti inilah yang terjadi di kebanyakan keluarga muslim ketika
bulan Ramadhan tiba. Pengeluaran ekstra untuk berbelanja makanan menjadi
sebuah rutinitas setiap bulan puasa. Dari makanan kecil seperti kue-kue atau
kolak pisang sampai daging, telur, sayur dll dibeli dalam jumlah yang lebih
banyak daripada bulan biasa. Pasar-pasar dan pusat pusat jajanan selalu
penuh sesak dipenuhi pembeli.

Padahal Rasulullah s.a.w sendiri berpuka puasa hanya dengan beberapa butir
korma dan beberapa teguk air putih dan kadangkala dilengkapi dengan segelas
susu. Itu saja, sederhana dan tidak berlebih-lebihan.

Puasa seharunysa dipahami sebagai wahana untuk mengekang dan mengendalikan
hawa nafsu, bukan cuma pada saat kita berpuasa, tapi juga ketika saat kita
berbuka. Saat berbuka harusnya tidak dipandang sebagai ajang balas dendam
setelah seharian menahan haus dan lapar. Saat berbuka seharusnya ditanggapi
dengan penuh rasa syukur dan harap supaya ibadah puasa yang kita kerjakan
bisa diterima oleh Allah s.w.t.

Memang kita mungkin tidak mampu meniru teladan nabi s.a.w yang sangat
bersahaja, akan tetapi hendaknya kita juga jangan sampai berlebih-lebihan,
Allah berfirman dalam surah Al 'Araf ayat 31 "Dan janganlah
berlebih-lebihan, Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang
berlebih-lebihan".

Kesabaran menahan makan dan minum selama berpuasa di siang hari harusnya
juga diikuti dengan kesabaran dalam hal berbuka puasa. Kita harus juga mampu
menahan diri menghadapi godaan kenikmatan hidangan lezat berbuka puasa,
makan secukupnya saja jangan berlebih-lebihan. Makan yang terlalu kenyang
akan membuat badan menjadi lemas dan mengganggu aktivitas ibadah pada malam
harinya. Padahal ibadah malam hari bulan Ramadhan sangat dianjurkan untuk
digiatkan

Rasulullah pernah bersabda dan memberi teladan, jangan makan sebelum lapar
dan berhentilah makan sebelum kenyangImam Al Ghazali dalam Ihya' Ulumuddin
mengutip pernyataan seorang syaikh dalam sebuah perjamuan makan: Hai
orang-orang yang menghendaki akhirat, janganlah kamu makan terlalu banyak,
lalu kamu minum banyak, maka kamu akan tidur banyak sehingga kamu akan
menyesal ketika mati. Ini adalah pokok yang besar yaitu meringankan perut
dari beratnya makanan.

Karena itu bagi mereka yang menginginkan untuk memamfaatkan bulan suci
Ramadhan ini sebaik-baiknya dengan melakukan ibadah malam, hendaknya
menghentikan makan sebelum kenyang.

Penulis adalah aktivis BKPRMI Jawa Barat

Kirim email ke