Rajawali Sebesar Gunung


Jauh sebelum Colombus melakukan perjalanannya ke berbagai penjuru dunia, ada
seorang muslim yang telah lebih dulu mengelilingi dunia, dengan peralatan
yang serba minim. Ia berani melanglang buana dan melintasi samudera luas
yang membentang.



Orang itu adalah Ibnu Bathutah. Setelah melintasi lautan cina dan akan
meneruskan perjalannya ke pulau jawa, ia bercerita: dalam perjalanan itu
kami merasakan segarnya lajur angin yang telah membawa kapal kami
menyeberangi lautan Cina hingga ketika kami mendekati negara Tualisia kami
dikejutkan dengan angin kencang yang menggoncang kapal kami. Cuaca berubah
gelap seketika dan hujan lebatpun turun terus menerus.



Selama sepuluh hari dalam kejadian itu kami tidak dapat melihat adanya
matahari hingga akhirnya kami memasuki sebuah lautan yang tak kami kenal.
Sementara para penumpang sudah mulai resah dan ingin kembali ke Cina, sejak
saat itu sampai 42 hari setelahnya, kami hanya terapung di atas lautan yang
tak kami kenal, tanpa arah dan tujuan. Keesokan harinya, saat fajar
menyingsing, kami terkejut melihat gunung besar di depan kami. Gunung itu
berjarak dua puluh mil dari kapal yang kami tumpangi. Para awak kapalpun
terheran-heran dengan adanya gunung itu.



"Kita tidak sedang berada di daratan, tapi mengapa di depan kita ada gunung?
Kita bisa celaka dan mati bila angin kencang ini membawa kita dan
menabrakkan kapal ini ke sana."



Maka semua penumpang pun berdo'a dan memohon ampun pada Allah agar di
jauhkan dari berbagai macam malapetaka, bahkan para pedagang yang juga ikut
dalam rombongan ini berjanji akan menyedekahkan hartanya sebanyak mungkin
bila mereka selamat.



Ternyata Allah mengabulkan permintaan mereka. Angin berhenti sedikit demi
sedikit hingga suasana kembali tenang. Sementara kami melihat gunung itu
meninggi dan terbang ke angkasa,sehingga cahaya matahari yang tadinya
bersembunyi di balik gunung itu tampak jelas di hadapan kami. Tiba-tiba aku
melihat para awak kapal dan nahkoda pada menangis, "Ada apa dengan
kalian?" tanyaku.
Mereka menjawab, "Sesungguhnya di hadapan kita tadi bukanlah gunung, dia
adalah burung al-Ruhk. Seandainya burung itu melihat kita maka dia akan
melahap dan memangsa kita." Padahal saat itu jarak kami dengannya tidak
sampai sepuluh mil. Namun Allah SWT mungkin masih menghendaki keselamatan
kami dengan mengirimkan angin yang membelokkan kapal kami dari arahnya
hingga iapun tak melihat kami. Akhirnya kamipun sampai di pulau jawa
tepatnya di Sumatera setalah dua bulan kami terapung di atas laut yang
mengerikan tersebut.



Dari berbagai sumber

Kirim email ke