*Nasehat Haji*

*Tanya:*


Pak Mus, Alhamdulillah, tahun ini, insya Allah saya akan berangkat haji,
menunaikan rukun Islam kelima. Berkenan dengan itu, selain minta restu,
sudilah Pak Mus memberikan nasihat dan saran ala kadarnya. Terima kasih
sebelum dan sesudahnya.


*A. Latief, **Jepara*

*Jawab:*


Alhamdulillah. Saya ikut bersyukur dan mendoakan mudah-mudahan Anda dan
segenap jamaah haji kita senantiasa mendapat taufik dan hidayah Allah,
selamat sejak kepergian sampai kembali lagi ke tanah air, dikaruniai
kesehatan lahir batin sehingga dapat melaksanakan ibadah dengan baik dan
diterima oleh Swt.


Saran saya sedikit saja, ya. *Kan* sudah ditatar. Ini:



1.     Hendakanya niat *ditoto* sebaik-baiknya dan seikhlas-ikhlasnya.

2.     Perlu saya ingatkan bahwa ibadah haji, tidak seperti shalat, lebih
mengandalkan 'laku'nya daripada bacaan-bacaannya. Ini saya ingatkan karena
tidak jarang saya jumpai jamaah yang terlalu konsentrasi pada
bacaan-bacaannya plu tetek-bengek lainnya, lalu lupa memperhatikan 'laku'
ibadah yang satu ini yang justru paling penting untuk keabsahannya. Misal
yang paling sering terjadi, melempar Jumrah dari kejauhan dan seenaknya
(bahkan acap kali malah kena kelapa orang!).

3.     Berdasarkan pengalaman, ini penting: pengendalian diri mesti lebih
diperketat. Maklum kumpul orang banyak yang bermacam-macam adatnya, ditambah
faktor iklim dan sikon lainnya, kadang-kadang kita jadi tidak sabaran.
Padahal Allah dalam kitab suci-Nya, sudah *wanti-wanti* kepada orang yang
seperti Anda sekarang ini, agar dalam waktu mengerjakan haji, tidak
bertengkar (jidal), di samping tidak mengeluarkan kata-kata yang
membangkitkan birahi (nafsi), dan berbuat kefasikan (fusuq). Seperti dalam
firman-Nya:

*"(Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi, barang siapa yang
menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan Haji, maka tidak boleh
rafats, berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji.
Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya.
Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah taqwa dan bertaqwalah
kepada-Ku hai orang-orang yang berakal."* *(QS 2. Al-Baqarah: 197)*

4.     Jangan lewatkan kesempatan untuk berdoa di tempat-tempat mustajab,
seperti di Multazam (antara Hajar Aswad dan pintu Ka'bah), di Arafah, dan
sebagainya.

5.     Dan *last but not least*, jagalah kesehatan baik-baik. Apalagi
kabarnya di sana suhu saat ini panas sekali. Jangan segan-segan
berkonsultasi dengan Tim Kesehatan. Tanya dan ikuti nasihat dokter. Kalau
sampai sakit, Anda sendiri yang rugi, baik dari segi ibadah atau lainnya.
Nah, ini saja. Selamat Beribadah Haji. *Hajjan mabruura, wa sa'yan
masykuura, wa dzanban maghfuura, wa tijaratann lam tabuura!* []



*KH. A. Mustofa Bisri*

Kirim email ke