Cobaan adalah Kesempatan

Sebenarnya cobaan itu adalah kesempatan kita untuk terus mensyukuri
hidup ini, mensyukuri hidup bukan berarti pasrah tidak melakukan
apa-apa, mensyukuri hidup itu ketika kita bisa meraih hal-hal yang
bersifat real, karena dengan kita meraih sesuatu dan kita bisa
mendapatkannya berarti kita bisa lebih mensyukurinya, kenapa bisa
seperti itu? Karena Allah swt tidak akan memberikan cobaan jikalau
manusia tidak akan bisa melampauinya, jika anda bisa melewati cobaan
itu berarti anda bisa mensyukurinya dan kemungkinan mensyukurinya
lebih besar karena anda sedang naik kelas dalam kehidupan ini, sejalan
dengan firman Allah swt : " Allah swt tidak akan membebani suatu kaum
melainkan sesuai kadar kemampuannya." Dan Allah swt menegaskan kembali
dalam firmannya : " Allah swt tidak akan merubah suatu kaum jika kaum
itu tidak mau merubahnya." Jadi kesimpulannya memang benar cobaan itu
kesempatan, bahagiakah anda diberi cobaan? Jika anda bahagia diberikan
cobaan! pertanda anda akan naik kelas dalam kehidupan

diambil dari tulisan :Udin S
sumber : http://klinikhati.blogspot.com

Senjata Orang Mukmin adalah Do'a

Banyak orang berdoa tetapi doanya tidak mempengaruhi perilakunya, doa
pada hakikatnya adalah penuntun kita untuk mengubah diri. Kalau kita
mau merenungkan lebih jauh dan dalam mengenai hakikat doa maka kita
akan malu dengan perilaku kita, ada riwayat di ceritakan dari ibnu
Husain yang harus kita renungkan. Isinya mengenai Firman Allah swt
yang berbunyi :
"Demi kemuliaan dan kebesaran-Kudan juga demi kemurahan dan ketinggian
kedudukan-Ku di atas Arsy. Aku akan mematahkan harapan orang yang
berharap kepada selain Aku dengan kekecewaan. Akan Aku pakaikan
kepadanya pakaian kehinaan dimata manusia. Aku singkirkan ia dari
dekat-Ku, lalu Kuputuskan hubunganKu dengannya.
Mengapa ia berharap kepada selain Aku ketika dirinya sedang berada
dalam kesulitan. Padahal sesungguhnya kesulitan dan hanya Aku yang
dapat menyingkirkan-Nya? Mengapa ia berharap kepada selain Akudengan
mengetuk pintu-pintu lainpadahal pintu-pintu itu tertutup?, padahal
hanya pintuKu yang terbuka bagi siapapun yang berdoamemohon
pertolongan dariKu.

Siapakah yang pernah mengharapkan Aku untuk menghalau kesulitannya
lalu Aku kecewakan? Siapakah yang pernah mengharapkan Aku karena
dosa-dosanya yang besar, lalu Aku putuskan harapannya? Siapakah yang
pernah mengetuk pintu-Ku lalu akau tidak bukakan?.

Aku telah mengadakan hubungan yang langsung antara Aku dengan
angan-angan dan harapan seluruh makhluk-Ku. Akan tetapi, mengapakah
mereka malah bersandar kepada selain Aku? Aku telah menyediakan segala
harapan hamba-hamba-Ku, tetapi mengapa mereka tidak puas dengan
perlindungan-Ku.

Dan Aku pun telah memenuhi langit-Ku dengan para malaikat yang tiada
pernah jemu bertasbih pada Ku, lalu Aku perintahkan kepada mereka
supaya tidak menutup pintu antara Aku dan hamba-hambaKu. Akan tetapi,
mengapa mereka tidak percaya kepada firman-firmanKu.

Tidakkah mereka mengetahui bahwa siapapun yang ditimpa oleh bencana
yang Aku turunkan tiada yang dapat menyingkirkannya Aku? Akan tetapi
mengapa Aku melihat ia dengan segala angan-angan dan harapannya itu,
selalu berpaling dariKu?mengapakah ia sampai tertipu kepada selain Aku?

Aku telah memberitakan kepadanya dengan segala kemurahanKu apa-apa
yang tidak sampai harus ia minta. Ketika itu semua Aku cabut kembali
darinya, lalu mengapa ia tidak lagi memintanya kepadaKu untuk segera
mengembalikannya. Tetapi malah meminta pertolongan kepada selain Aku?

Apakah Aku yang memberi sebelum diminta, lalu ketika diminta tidak Aku
berikan? Apakah Aku ini bakhil, sehingga dianggap bakhil oleh hambaKu?
Tidakkah dunia dan akhirat itu semua milikKu? Tidakkah semua rahmat
dan karunia itu berada ditanganKu? Tidakah dermawan dan kemurahan itu
adalh sifatKu?

Tidakkah hanya Aku tempat bermuaranya semua harapan? Dengan demikian,
siapakah yang dapat memutuskannya selain daripadaKu?

Apa pula yang diharapkan oleh orang-orang yang berharap, andaikan Aku
berkata kepada semua penduduk langit dan bumi, ' mintalah kepadaKu!'
Akupun lalu memberikan kepada masing-masing orang, pikiran apa yang
terpikir pada semuanya.
Dan semua yang Ku berikan itu tidak akan mengurangi kekayaanKu
meskipun sebesar debu. Bagaiman mungkin kekayaan yang begitu sempurna
akan berkurang, sedang Aku mengawasinya?

Sungguh alangkah celakanya orang yang terputus dari rahmatKu. Alangkah
kecewanya orang yang berlaku maksiat kepadaKu dan tidak memperhatikan
Aku, dan tetap melakukan perbuatan-perbuatan yang haram seraya tiada
malu kepadaKu."

Alangkah indahnya untaian firman Allah swt diatas. Mengapa kita selalu
berpaling dari jaminannya? Mengapa kita tidak menggunakan senjata kita
sebagai seorang mukmin, berdoa itu bukan untuk orang yang lemah dan
bodoh tetapi kebutuhan setiap manusia karena perjalanan hidup manusia
yang berbeda setiap tingkat keimananannya dan Allah swt akan terus
menguji setiap orang yang beriman maka Allah swt menyuruh kita untuk
selalu berdo'a agar perjalanan hidup kita selalu mendapat petunjuk
dariNya. Setiap orang punya masalah baik besar maupun kecil maka
berdoa merupakan senjata bagi kita.
Ada juga orang yang sudah berdoa tetapi doanya tidak bisa merubah
perilakunya karena makna doa yang ia baca tidak bisa mengubah
perilakunya yang masih buruk, seharusnya doa menjadi penuntun
perubahan dalam dirinya. Jika mengharapkan kaya maka harus bekerja
keras, selain kerja cerdas tetapi mungkin juga masih belum bisa
bekerja dengan ikhlas sehingga ada yang salah dengan perilaku kita.
Kita mengaharapkan isteri kita sholehah sedangkan diri kita saja belum
sholeh, kita mengharapkan anak kita rajin mengaji sedang orang tuanya
sendiri malas mengaji.
Saudaraku, seharusnya malu dengan perilaku kita. Kita hanya bisa
menyuruh sedang diri kita tidak mengerjakannya.


Semoga dengan berdoa bisa mengubah akhlak buruk kita.

diambil dari tulisan : Udin S
sumber : http://klinikhati.blogspot.com

Kirim email ke