kepada temen temen semua,,, kayaknya kita debat bukan  maksud merendahkan 
ULAMA,, bapak ARLAND dan kawan kawan,, sampai detik ini saya juga masih 
belajar,, terima kasih buat bpk imbuh yang udah menjelaskan panjang 
lebar,,, pertama saya hanya mengulas:
Tujuan/Niat Nikah seorang HABIB yaang nota bene ilmunya tinggi,, tentu lebih 
paham dari pada orang yanggak berilmu seperti saya,, saya tidak memasalahkan 
bayi itu mau bilangya atau tidakk, toh orang tuanya menjetujui pernikahan itu,, 
say hanya bertanya... apa sih tujuan nikah,,???? bukankah banyak temen yang 
mengulas,, soal tujuan pernikahan.. bukan sekedar menghindari FITNAH kan,, saya 
hanya ingin kepada yang punya ilmu tinggi, terutama temen temen,, yang di 
milist,, mohon,,, bisa fair dalam diskusi,, ,, kalau aad seorangkyai, ulama, 
ataupun ustadz apa semua jamin mereka bersih dari dosa,, kalau mereka 
bersalah,, bukankah seperti kita gak berhak menegur..???????kanapa semua pada 
menutup mata,, apa yang di katakan A  oleh ulama.Kyai,Ustad, A, apa yang di 
ktakana B ya B, ,, tidakbolehkah kita bertanya kenapa begini dan 
begitu....apalagi cara si bapak arland untuk menjawab sebuah kasus terlihat 
tendensius dan perpihjak,, makanya tidak banyak ulama/kyai
 atau pemukan agama pada di beli sama partai,, karena santrinya di suruh A ya A 
suruh B ya B,, jadi tolong kita belajar membuka semuah kebenaran adalah 
kebenaran dan mengakui sebuah kekeliruan itu sangat  arif, dan gak perlu malu,, 
dan tidak ada sedikitpun saya untuk meendahkan ulama,, karena ulama sejati 
tentu sikapnya akan di jaka, dalam kesehariannya,,beginilah caranya ,, kalau 
kaum muslim mau di segani oleh kaum non muslim.. bagiamana kita 
bersahaja,,kalau kita sendiri nggak ebrani mengakui kesalahan diri 
sendiri.makasih temen temen yang mengerti akan maksud tulisan ku,, mungkin yang 
gak bisa berani kebenaran adalah orang orang yang masih takut kehormatannya 
akan turun,, padahal kalau ALlah mau buka AIB kita,, banyak sekali orang 
munafik di sekitar kita,, cuma mereka tidak merasa kan bahwa sebenarnya orang 
lain tahu apa yang telah mereka perbuat.makasih mas imbuh semoga penjelaan mas 
imbuh  bisa di mnegerti olehorang lain yang mungkin susah
 menerima kritik ,,
--- Pada Ming, 2/11/08, imbuhs <[EMAIL PROTECTED]> menulis:
Dari: imbuhs <[EMAIL PROTECTED]>
Topik: Bls: [keluarga-islam] Re: Bls: bukti bukti aisyah > Penghinaan kpd Ulama
Kepada: [email protected]
Tanggal: Minggu, 2 November, 2008, 8:03 AM










 






    
            Assalamu'alaikum;



Menghina mungkin lebih dilihat dari intensi-nya.  Kalau pengungkapan 

fakta tujuannya adalah supaya orang dapat belajar, tentu berbeda 

dengan tujuannya untuk merendahkan. Faktanya sama, tetapi muatan 

penyampaiannya berbeda.

Kalau bu Sri menunjukkan kekecewaan terhadap ulama pada umumnya, 

tidak bisa disalahkan sepenuhnya, karena disekitarnya beredar hal 

seperti itu. Tidak ada seorangpun yang bisa mengatur persepsi dan 

penilaian terhadap dirinya.  Kalau ulama memang buruk, yang 

sejatinya menghina adalah dirinya sendiri, kelakuannya, 

kesombongannya, ke-takaburannya.  Orang lain hanya 

memberikan 'label' sesuai dengan persepsinya.  Ulama seharusnya 

selalu ngaca dan introspeksi saja.  Diatas langit masih ada langit.  

Kang Arland juga harus.  Makin tinggi kelasnya, makin tinggi 

ilmunya, harusnya requirement- nya makin tinggi.  

Maaf saya salah satu silent admirer kang Arland.  Tapi sedikit 

kecewa ketika jelas2 menyatakan bahwa ilmu bu Sri masih rendah. Gak 

kelas banget kang Arland menyebutkan hal seperti itu, untuk 

membela 'ulama'.  Ulama tidak perlu dibela, dengan cara merendahkan 

kemampuan orang yang mungkin belum sampai pemahamannya.

It's not fair, not wise.  Banyak cara untuk menunjukkan orang masih 

harus banyak belajar, tetapi tidak dengan menyebutkan seperti itu.

Menurut saya, jika Akang benar berkelas, pasti tidak dengan cara 

seperti itu. Ilmu akang tinggi dan saya kagumi, tetapi tidak berjiwa 

besar, of course. Perdebatan yang beda kelas tapi di hajar juga.  

Akang mestinya menurunkan level-sehingga dalam bahasa yang setara.  

Gak mungkin mudah untuk yang rendah naik, yang ada yang tinggi 

menahan diri. 

Nah, balik lagi ke awal, terserah persepsi akang, kalau menganggap 

saya ilmunya cethek, I don't mind, dan gak penting.  apakah belajar 

sesuatu dalam diskusi ini untuk kepentingan akang sendiri ketimbang 

sibuk menyadarkan kebodohan orang.  Hard skill Kang Arland sih oke, 

tapi soft skill-nya need to be improved.

Mohon maaf bila kurang berkenan



Wassalam

Imbuh



--- In keluarga-islam@ yahoogroups. com, "Arland" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

>

> Assalamu;alaikum Wr. wb.

> 

> Riwayat Hidup orang2 besar biasanya memang ditulis secara gamblang 

dan

> panjang lebar oleh dirinya atau oleh murid2 mereka.

> Suatu profesi pekerjaan seseorang belum tentu menghinakan orang

> tersebut di mata orang lain, tergantung siapa yang yang menilai.

> 

> Ustad Anton Medan misalnya, beliau bahkan sering mengungkapkan di

> hadapan murid2nya siapa dirinya dahulu sebelum bertaubat.

> Dan beliau bahkan tidak pernah merasa dihina oleh siapapun, 

bilamana

> riwayat hidupnya di masa lalu ditulis di media.

> 

> Begitu juga tentang Syekh Albani, riwayat hidup beliau banyak 

ditulis

> di situs-situs islam, dan beliau memang sejak remaja hingga dewasa,

> profesinya memang tukang service jam, dan Beliaupun mungkin seperti

> halnya Ustad Anton Medan, tidak merasa terhina dengan profesinya 

itu,

> hingga menjadikannya seorang yang dikenal di dunia Islam.

> 

> Kiayi Abdurrahman Wahid, seorang yang juga terkenal di dunia Islam,

> tidak pernah merasa terhina mengakui dirinya bahwa masa remajanya 

dulu

> adalah satu-satunya orang yang paling nakal diantara saudara

> kandungnya, bahkan beliau untuk menyelesaikan kuliahnya hingga 8 

tahun.

> Tapi apa dia bilang, dengan masa kuliahnya begitu panjang justru

> memberikan dirinya lebih banyak waktu untuk memperdalam ilmunya.

> 

> Jadi kalau ada orang yang menggangap ungkapan2/ riwyat hidup secara

> khusus seperti itu dianggap sebagai suatu penghinaan, saya rasa ada

> yang aneh dalam menilai informasi yang didapat. mungkin karena 

terlalu

> terbawa emosi sesaat.

> 

> 

> Terima kasih bila pak Wandy ga bisa menjelaskan batasan2 penghinaan

> dalam Agama Islam.

> 

> Demikian, semoga kedepan kita tidak lagi terlampau emosi dalam

> berdiskusi, khususnya kepada sebagian ummat islam bergaris keras 

ala

> wahabi.

> 

> Wassalam,

> Arland-Jkt.

> 

> 

> 

> --- In keluarga-islam@ yahoogroups. com, "wandysulastra"

> <wandysulastra@ > wrote:

> >

> > 'alaikum salam wr wb,

> > 

> > Jawaban saya singkat saja pak, saya pikir kita semua disini bukan

> > orang bodoh yang tidak tahu mana tulisan yang secara jujur 

berniat

> > mengungkap fakta atau sejarah seseorang dan mana yang bermaksud

> > menghina/melecehkan seseorang.

> > 

> > Ga baik pak, kalau kita melecehkan atau menghina orang yang 

diakui

> > oleh orang lain sebagai ulama besar. Karena hal itu justru hanya 

akan

> > menunjukkan kalau ilmu yang menempel di kepala kita itu masih 

sangat

> > minim.

> > 

> > Jadi disini saya hanya ingin ikut mengingatkan saja, mumpung lagi

> > berbicara ttg tread penghinaan kepada ulama. Bukan hanya untuk 

Ibu Sri

> > tapi untuk KITA SEMUA, mari kita semua ber-Istighfar sebelum 

pintu

> > taubat ditutup oleh si pemilik ampunan.

> > 

> > Mohon maaf kalau saya banyak mengutip perkataan pak Arland 

sendiri...

> > 

> > Wassalam :)

> > 

> > --- In keluarga-islam@ yahoogroups. com, "Arland" <hmd098@> wrote:

> > >

> > > Assalamu'alaikum wr. wb

> > > 

> > > Mumpung lagi berbicara ttg tread penghinaan kepada ulama.

> > > Supaya pemahaman kita ga kabur antara pengungkapan 

fakta/riwayat hidup

> > > dengan suatu penghinaan, Saya ingin bertanya kepada pak Wandy,

> > > bagaimana BATASAN pernghinaan dalam Agama Islam.

> > > 

> > > Misalkan penghinaan terhadap sesama muslim, atau lebih khusus 

lagi

> > > kepada ulama secara UMUM.

> > > 

> > > Saya ambil CONTOH  misalkan begini Pak :

> > > Ustad Anton Medan adalah seorang muballigh, Beliau dulunya 

seorang

> > > preman sekaligus penjahat. Banyak sekali kejahatan yang 

dilakukannya

> > > antara lain, merampok, membunuh, mengompas hak orang lain. Tapi

> > > sekarang beliau sudah insyaf dan merubah dirinya menjadi 

seorang

> ustad.

> > > 

> > > SyeKh Albany, dia adalah seorang kiyai, dulunya dia seorang 

tukang

> > > service jam tangan dan weker, konon menurut suatu riwayat, 

ketika

> > > setiap kali beristirahat dalam memperbaiki weker2 yang rusak, 

sambil

> > > memikirkan pekerjaannya beliau sering membaca buku2 hadits dan 

mencoba

> > > mentakhkik hadits sesuai dengan perawinya.

> > > 

> > > 

> > > ungkapan di atas adalah secara KHosh dengan menyebut namanya 

langsung,

> > > apakah ini termasuk suatu penghinahan kepada Beliau?

> > > 

> > > Ada lagi ungkpan secara Am. misalkan :

> > > 

> > > Banyak ulama, ustad, kiyai yang mejual ayat demi mencari 

pembenaran

> > > diri sendiri.

> > > 

> > > Ini tidak disebut nama, tapi SECARA UMUM dan berdasarkan 

Asumsi,

> > > sehingga terkesan SEMUA Ulama, kiyai, ustad adalah tukang 

menjaual

> > > ayat demi mencari pembenaran diri sendiri.

> > > 

> > > Dari kedua contoh di atas, mana yang menurut anda termasuk 

katagori

> > > penghinaan terhadap ulama, pak.

> > > 

> > > Mohon tausyiahnya.

> > > 

> > > Wassalam,

> > > Arland-Jkt.

> > > 

> > > 

> > > --- In keluarga-islam@ yahoogroups. com, "wandysulastra"

> > > <wandysulastra@ > wrote:

> > > >

> > > > Untuk pernyataan yang ini saya setuju sekali, janganlah kita 

yang

> > > > taraf keilmuannya masih sangat minim sekali ini berani 

menghina

> mereka

> > > > para ulama. Ulama disini  bukan hanya Ulama menurut versi 

kita saja,

> > > > tapi tentunya semua ulama selama mereka masih berpegang 

kepada

> > > > al-quran dan as-sunnah.

> > > > 

> > > > Banyak diantara kita yang begitu berani menghina seorang 

ulama hanya

> > > > karena beda pemahaman. Pernah di milis ini bahkan sampai ada 

yang

> > > > berani menghina ulama hanya karena pekerjaan awalnya adalah 

seorang

> > > > tukang sevis jam, bahkan juga menghina fisik seorang ulama 

yang

> buta.

> > > > Padahal mereka adalah ulama2 besar yang diakui dunia, walau 

fatwa

> > > > mereka tidak cocok dengan pemahaman kita, tapi bukan berarti 

lantas

> > > > kita boleh menghina mereka. Adalah tugas mereka sebagai 

seorang

> ulama

> > > > untuk berijtihad dalam memutuskan suatu hal atau perkara. 

Sebagai

> > > > seorang manusia biasa (bukan Nabi) tentu hasil ijtihadnya 

itu belum

> > > > tentu benar. Tapi, apalah kita jika dibandingkan dengan 

mereka. 

> > > > 

> > > > Jadi saya kutip lagi perkataan pak Arland di bawah, marilah 

kita

> semua

> > > > ber-Istighfar sebelum pintu taubat ditutup oleh si pemilik 

ampunan.

> > > > 

> > > > Wassalam :)

> > > > 

> > > > --- In keluarga-islam@ yahoogroups. com, "Arland" <hmd098@> 

wrote:

> > > > >

> > > > > Assalamu'alaikum wr. wb.

> > > > > 

> > > > > Ibu Sri yang baik,

> > > > > Diskusi lewat milist, jangan emosi bu.

> > > > > Semakin ibu emosi, akan semakin nampak bahwa walaupun 

katanya ibu

> > > > > sering mengunjungi Majlis Ta'lim, keliahatan sekali bahwa 

ibu

> masih

> > > > > sangat minim ilmu yang menempel dikepala ibu, karena belum 

semua

> > ilmu

> > > > > yang dapat ibu fahami, sudah sebegitu hebatnya ibu 

menghina ulama,

> > > > > ustad, kiyai dsb secara UMUM, dengan mengatakan :

> > > > > 

> > > > > Saya kutip :====sekarang banyak sekali seorang kyai, ustad

> yang jual

> > > > > ayat demi mencari pembenaran diri sendiri=====

> > > > > 

> > > > > 

> > > > > Itu ga baik bu, Istighfarlah sebelum pintu taubat ditutup 

oleh si

> > > > > pemilik ampunan, ingatlah akan firman Allah, Innama

> yahsyallohi min

> > > > > ibadihil 'ulama... Sesungguhnya yang takut kepada Allah di 

antara

> > > > > hamba-hambanya hanyalah Ulama.

> > > > > dan ayat Fash'alu ahlaz-zikri in kuntum laa ta'lamun...  

maka

> > > > > tanyakanlah olehmu kepada orang2 yg berilmu, yakni ulama, 

jika

> kamu

> > > > > tiada mengetahui.

> > > > > 

> > > > > ---

> > > >

> > >

> >

>




      

    
    
        
         
        
        




        




        
        


        
        
        




      
___________________________________________________________________________
Nama baru untuk Anda! 
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail. 
Cepat sebelum diambil orang lain!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/

Kirim email ke