--- Pada Jum, 5/12/08, PH Pro <phpro_indonesia....> menulis:


Dari: PH Pro <phpro_indonesia.........>
Topik: [Ahli_Sufi] Fwd: RE: Apakah dia istidraj itu?
Kepada: .............
Tanggal: Jumat, 5 Desember, 2008, 11:23 AM











From: WIYOSO HADI 
Subject: RE: Apakah dia Istidraj itu?


Terima kasih Ukhti di Singapore atas postingnya. Hikmah Istidraj juga 
terjabarkan secara indah dalam Surat ke-102, At-Takaatsur.

Allah berfirman: "Bermegah-megahan (harta-benda, anak-anak, tubuh sehat-kuat, 
wajah-wajah cantik-tampan- rupawan, otak cerdas, suara bagus, fasih bicara, 
nama, popularitas, kedudukan, jabatan, koneksi luas jaringan elit yang AKU 
karuniakan kepadamu) telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk ke dalam kubur. 
Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu), dan 
janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui. Janganlah begitu, jika kamu 
mengetahui dengan pengetahuan yang yakin, niscaya kamu benar-benar akan melihat 
neraka Jahiim, dan sesungguhnya kamu benar-benar akan melihatnya dengan 
'ainulyaqin, kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan 
(yang kamu megah-megahkan di dunia itu)." (At-Takaatsur: 1-8)

Rabbana zhalamna anfusanaa, wa ilamtaghfirlanaa wa tarhamna la-nakunannaa 
minal-khaasiriin. (Al-A'raaf: 23)
Rabbi awzi'ni an asykura ni'mata-ka-llati an'amta 'alayaa wa 'ala walidayya wa 
an a'mala shalihan tardahu wa aslih li fi dzurriyyati, inni tubtu ilaika wa 
inni minal-muslimiin. (Al-Ahqaaf: 15)
Rabbana atina min ladunka rahmataw wa hayyi' lanaa min amrina rasyadaa. 
(Al-Kahfi:10)
Rabbana la tuzighqulubanaa ba'da idz hadaitanaa wa hab lanaa min ladun-ka 
rahmatan innaka antal Wahhaab. (Al-'Imraan: 8)
Rabbana atina fid-dunya hasanah wa fil 'akhirati hasanah waqina 'adzaaban-naar 
(Al-Baqarah: 201)

walhamdulillaahi Rabbil 'alaamiin.
yos


Dari: "Hamba Fakir" <[EMAIL PROTECTED] ..>
Kepada: [EMAIL PROTECTED] ups.com

Istidraj

Ianya adalah pemberian nikmat Allah kepada manusia yang mana pemberian itu 
tidak diredhaiNya dan kejadian luar biasa yang diberikan kepada orang fasik 
yang mengaku sebagai wakil Tuhan dengan mengemukakan berbagai dalil untuk 
menguatkan kebohongannya.

Al Istidraj mempunyai beberapa nama atau istilah yang berbagai:

1. Adakalanya seseorang dikabulkan segala permintaannya agar ia makin bertambah 
ingkar dan sesat, tetapi pada akhirnya ia akan dimatikan dalam keadaan kafir.
Hal itu seperti yang disebutkan dalam firman Allah:
“Nanti Kami akan menarik mereka dengan beransur-ansur (ke arah kebinasaan ) 
dengan cara yang tidak mereka ketahui”. (Al-Qalam :44)

2. Makar:
Dalam Al Qur’an disebutkan:
“Maka tidak ada yang terhindar dari tipu daya Allah kecuali orang yang rugi”. 
(Al-‘Araf: 99)
Allah berfirman:
“Dan mereka berbuat tipu daya, maka Allah membalas mereka dengan tipu daya yang 
serupa dan Dia sebaik-baik yang membuat balasan” (Ali ‘Imran: 54)

3. Al Kaid artinya tipu daya:
Dalam firman Allah disebutkan:
“Mereka berusaha menipu Allah, padahal Allah yang menipu mereka” (An-Nisaa’:142)
Allah berfirman:
“Mereka akan menipu Allah dan orang-orang beriman, padahal mereka hanya menipu 
dirinya sendiri, tetapi mereka tidak merasakannya”. (Al-Baqarah: 9)

4. Imla’ mempunyai arti memberi tangguh:
Firman Allah:
“Dan janganlah orang-orang kafir itu mengira bahawa pemberian tangguh bagi 
mereka itu memberi kebaikan bagi mereka, tetapi hal itu terjadi agar mereka 
makin bertambah dosa-dosanya” (Ali ‘Imran: 178)

5. Al Ihlak mempunyai arti kebinasaan:
Allah berfirman:
“Sampai ketika mereka bergembira dengan apa yang diberikan kepada mereka, maka 
Kami siksa mereka dengan cara yang mendadak” (Al-‘Anaam: 44)
Allah berfirman:
“Firaun dan bala tentaranya menyombongkan diri di permukaan bumi tanpa alasan 
yang dibenarkan, dan mereka mengira bahwa mereka tidak akan kembali kepada 
Kami, maka Kami menyiksanya dan bala tentaranya, kemudian Kami menenggelamkan 
mereka di dalam laut” (Al-Qisas: 33)

Rasullulah s.a.w. bersabda :"Apabila kamu melihat bahawa Allah Taala memberikan 
nikmat kepada hamba-Nya yang selalu membuat maksiat (durhaka), ketahuilah bahwa 
orang itu telah diistidrajkan oleh Allah SWT." (Diriwayatkan oleh At-Tabrani, 
Ahmad dan Al-Baihaqi)

Tetapi bagaimana dengan ada orang yang sembahyang 5 waktu sehari semalam, 
bangun tengah malam bertahajjud, puasa bukan di bulan Ramadhan sahaja, bahkan 
Isnin, Khamis dan puasa sunat yang lain. Tapi, hidup mereka biasa sahaja. Ada 
yang susah juga. Kenapa? Dan bagaimana pula orang yang seumur hidup tak 
sembahyang, puasa pun tak pernah, rumahnya tersergam indah, kereta mewah 
menjalar, duit banyak,dia boleh hidup kaya dan mewah. Bila kita tanya, apa kamu 
takut mati? Katanya, alah, orang lain pun mati juga, kalau masuk neraka, 
ramai-ramai. Tak kisahlah!

Sombongnya mereka, takburnya mereka. Rasullulah s.a.w. naik ke langit bertemu 
Allah pun tak sombong, Nabi Sulaiman, sebesar-besar pangkatnya sehinggakan  
semua makhluk di muka bumi tunduk di bawah perintahnya pun tak sombong!  
Secantik-cantik Nabi Yusof dan semerdu suara Nabi Daud, mereka tak sombong. 
Bila sampai masa dan ketikanya, mereka tunduk dan sujud menyembah Allah.

Manusia istidraj - Manusia yang lupa daratan. Walaupun berbuat maksiat, dia 
merasa Allah menyayanginya. Mereka memandang hina kepada orang yang beramal. 
"Dia tu siang malam ke masjid, basikal pun tak mampu beli, sedangkan aku ke 
kelab malam pun dengan kereta mewah. Tak payah beribadat pun, rezeki datang 
mencurah-curah. Kalau dia tu sikit ibadat tentu boleh kaya macam aku, katanya 
sombong." Sebenarnya, kadang-kadang Allah memberikan nikmat yang banyak dengan 
tujuan untuk menghancurkannya.

Rasullulah s.a.w bersabda: "Apabila Allah menghendaki untuk membinasakan 
semut,  Allah terbangkan semua itu dengan dua sayapnya" (Kitab Nasaibul Ibad) 
Anai-anai, jika tidak bersayap, maka dia akan duduk diam di bawah batu atau 
merayap di celah-celah daun, tetapi jika Allah hendak membinasakannya, Allah 
berikan dia sayap. Lalu, bila sudah bersayap, anai-anai pun menjadi kelkatu. 
Kelkatu, bila mendapat nikmat(sayap) , dia akan cuba melawan api. Begitu juga 
manusia, bila mendapat nikmat, cuba hendak melawan Allah swt.

Buktinya, Firaun. Nikmatnya tak terkira, tidak pernah sakit, bersin pun tidak 
pernah kerana Allah berikannya nikmat kesihatan. Orang lain selalu sakit, tapi 
Firaun tidak, orang lain mati, namun dia masih belum mati-mati juga, sampai 
rasa angkuh dan besar diri lantas mengaku dirinya tuhan. Tapi dengan nikmat 
itulah Allah binasakan dia.

Namrud, yang cuba membakar Nabi Ibrahim. Betapa besar pangkat Namrud? Dia 
begitu sombong dengan Allah, akhirnya menemui ajalnya hanya disebabkan seekor 
nyamuk masuk ke dalam lubang hidungnya. Tidak ada manusia hari ini sekaya 
Qarun. Anak kunci gudang hartanya sahaja kena dibawa oleh 40 ekor unta. 
Akhirnya dia ditenggelamkan bersama-sama hartanya sekali akibat terlalu takbur. 
Jadi kalau kita kaya, jangan sangka Allah sayang, Qarun lagi kaya, akhirnya 
binasa juga. Jadi, jika kita kaji dan fikir betul-betul, maka terjawablah 
segala keraguan yang mengganggu fikiran kita.

Mengapa orang kafir kaya, dan orang yang berbuat maksiat hidup senang dan 
mewah. Pemberian yang diberikan oleh Allah pada mereka bukanlah yang 
diredhaiNya. Rupa-rupanya ianya adalah bertujuan untuk menghancurkannya. Untuk 
apa hidup ini tanpa keredhaanNya? Tetapi jangan pula ada orang kaya beribadat, 
masuk masjid dengan kereta mewah kita katakan itu istidraj. Orang naik pangkat, 
istidraj. Orang-orang besar, istidraj. Jangan! Orang yang mengunakan nikmatnya 
untuk kebajikan untuk mengabdi kepada Allah bukan istidraj. Dan jangan pula 
kita tidak mahu kekayaan. Kalau hendak selamat, hidup kita mesti ada pegangan. 
Bukan kaya yang kita cari, juga bukan miskin yang kita cari.

Tujuan hidup kita adalah mencari keredaan Allah. Bagaimana cara untuk 
menentukan nikmat yang diredhai Allah? Seseorang itu dapat menyedari hakikat 
yang sebenarnya tentang nikmat yang diterimanya itu ialah apabila dia bersyukur 
nikmatnya. Dia akan mengunakan pemberian ke jalan kebaikan dan sentiasa redha 
dan ikhlas mengabdikan diri kepada Allah. Maka segala limpah kurnia yang 
diperolehi itu adalah nikmat pemberian yang diredhai Allah. Bila tujuan hidup 
kita untuk mencari keredhaan Allah, niscaya selamatlah kita di dunia dan 
akhirat.

Wallahualam. 



PH PRO 
Indonesia
. 
 














      Mencari semua teman di Yahoo! Messenger? Undang teman dari Hotmail, Gmail 
ke Yahoo! Messenger dengan mudah sekarang! http://id.messenger.yahoo.com/invite/

Kirim email ke