terima kasih atas masukannya, mas...

salam,
ananto


On 1/27/09, Abuauri <[email protected]> wrote:
>
>    Sebenarnya hasil survey tidak jadi masalah sepanjang
> dipertanggungjawabkan metode dan kevalidannya. tapi komentar sampaian yang
> tendesius kesinisannya terhadap MUI sebagai institusi, Gus!
>
> Masih inget ini bunyinya :
>
> "setelah keluarnya hasil survey dari TII ini, saya ngeri nanti MUI akan
> mengeluarkan fatwa sesat buat LSM tersebut..."
>
> salam
>
> exap
>
>
>
>  *From:* Ananto <[email protected]>
> *Sent:* Friday, January 23, 2009 4:56 PM
> *To:* [email protected]
> *Subject:* Re: [keluarga-islam] Fw: Suap versi TII: Polri Nomor 1 dan MUI
> Terbawah
>
>
>
> alhamdulillah sudah ada klarifikasi...
>
> ini adalah tanggapan yg elegan,
> kritikan dibalas dengan data yg akurat, bukan dengan marah2 dulu... :)
>
> salam week end,
> ananto
>
>
> On 1/24/09, LILIS <[email protected]> wrote:
>>
>>    dari milis sebelah
>>
>> ----- Original Message ----- *From:* A Nizami
>>
>>
>> Berikut adalah berbagai berita tentang Survey TII yang
>> dilakukan terhadap 15 institusi negara, termasuk MUI.
>> Harap diingat, TII tidak mensurvey lembaga Gereja
>> seperti KWI, dsb, jadi tidak ada data apakah di situ
>> ada korupsi atau tidak.
>>
>> Kutipan berita:
>> ===
>> Dalam survei TII, MUI berada di luar 10 besar, alias
>> berada di urutan buncit dalam indeks suap 15 institusi
>> publik. Rata-rata jumlah uang dalam transaksi MUI,
>> berkisar Rp 4.4 juta atau sebanyak 10%.
>> ===
>>
>> Jumlah "suap" rata2 Rp 4,4 juta. Nah ini respondennya
>> paham atau tidak kalau dalam sertifikasi itu misalnya
>> sertifikasi ISO 9000, dsb ada biaya sertifikasinya?
>> Jadi bukan suap. Tapi biaya audit/sertifikasi.
>>
>> Sebagai contoh ketika sertifikasi Y2K, perusahaan saya
>> kena biaya sertifikasi Rp 23 juta.
>>
>> Jadi biaya RP 4,4 juta itu termasuk kecil untuk
>> sertifikasi. Kalau sertifikat ISO 9000 bisa lebih
>> mahal lagi.
>>
>> Ini cuplikan beritanya:
>> ===
>> Amidhan menjelaskan, dalam pengurusan sertifikat
>> halal, harus mengikuti sejumlah prosedur. Para
>> produsen, lanjut Amidhan, harus menjalani sejumlah
>> pemeriksaan barang secara langsung. "Setelah itu baru
>> dibuatkan sertifikasi halal atau haram," jelasnya.
>>
>> Menurutnya, untuk mengikuti prosedur itu setiap
>> produsen harus membayar antara Rp 200 ribu hingga Rp 5
>> juta. Namun, harga itu tergantung jenis industrinya,
>> besar atau kecil. "Jadi mereka bayar itu apakah itu
>> yang dimaksud suap," ujarnya.
>> ===
>>
>> Kemudian yang melakukan audit sertifikasi halal adalah
>> LPPOM MUI. Bukan MUI. Itu adalah lembaga yang otonom.
>> Jadi kalau menyebut MUI kurang tepat.
>>
>> Kemudian di situ dijelaskan korupsi di MUI 10%. Setahu
>> saya kalau namanya sering itu harusnya paling tidak
>> 50%. Kalau cuma 10% itu jarang.
>>
>> Coba sekali2 TII mensurvey korupsi di lembaga2 Gereja.
>> Nanti lihat apakah angkanya di atas atau di bawah 10%.
>>
>> Salam
>>
>> "Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang
>> kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka.
>> Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah
>> petunjuk (yang benar)". Dan sesungguhnya jika kamu
>> mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang
>> kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan
>> penolong bagimu." [Al Baqarah:120]
>>
>>
>> http://news.okezone.com/index.php/ReadStory/2009/01/21/1/185043/survei-polri-paling-rawan-suap-mui-relatif-aman
>> Survei: Polri Paling Rawan Suap, MUI Relatif Aman
>> Rabu, 21 Januari 2009 - 15:48 wib
>> text TEXT SIZE :
>> Share
>> Sholla Taufiq - Okezone
>>
>> JAKARTA - Berdasarkan hasil survei, institusi Polri
>> menempati urutan teratas untuk kategori rawan
>> terjadinya praktik suap. Sebaliknya, Majelis Ulama
>> Indonesia (MUI) menempati urutan terbawah.
>>
>> Demikian hasil survei Transparansi Internasional
>> Indonesia (TII) yang dilakukan pada September 2008 -
>> Desember 2008 terhadap 3.841 responden di 50 kota dan
>> kabupaten.
>>
>> "Para responden mayoritas adalah pelaku bisnis dan
>> tokoh masyarakat," ujar Manager Riset dan Kebijakan
>> TII Frenky Simanjuntak di Balai Kartini, Rabu
>> (21/1/2009).
>>
>> TII menyebutkan polisi mendapatkan indeks 48%, bea
>> cukai 41%, Kantor Imigrasi 34%, DLLAJR 33%, Pemda
>> Kota/Kabupaten 33 %, Badan Pertanahan Nasional 32%,
>> Pelindo 30%, Pengadilan 30%, Depkum HAM 21%, Angkasa
>> Pura 21%, Pajak Daerah 17%, dan MUI 10%.
>>
>> "Penghitungan dilakukan dengan cara mengukur rasio
>> kontak antara pelaku bisnis dan pejabat institusi
>> publik yang terjadi suap dibanding total tempat yang
>> terjadi," terangnya.
>>
>> Frengky menjelaskan praktik suap di MUI terjadi dalam
>> proses pengurusan sertifikasi halal produk makanan,
>> minuman, dan kosmetik. "Karena itu, respondennya
>> mayoritas pengusaha makanan dan kosmetik," terangnya.
>>
>> Frengky berharap hasil survei ini bisa menjadi kritik
>> membangun bagi institusi yang masuk dalam pemantauan.
>> "Mudah-mudahan hasil survei ini menjadi acuan ke
>> depan," ujarnya.
>>
>> (ful)
>>
>>
>> http://korupsi.vivanews.com/news/read/23835-mui_bantah_terima_suap_dari_serifikasi_halal
>> Survei Transparansi Indonesia
>> MUI Bantah Terima Suap dari Serifikasi Halal
>> Untuk mendapat sertifikat halal harus membayar antara
>> Rp 200 ribu hingga Rp 5 juta.
>> Kamis, 22 Januari 2009, 08:49 WIB
>> Arry Anggadha
>> MUI
>>
>> VIVAnews - Hasil survei Transparansi Internasional
>> Indonesia menunjukkan lembaga Majelis Ulama Indonesia
>> juga tak luput dari suap. Dalam survei disebutkan 10
>> persen masyarakat mengaku pernah menyuap Majelis Ulama
>> Indonesia.
>>
>> "Itu fitnah, tidak ada itu," kata Ketua Majelis Ulama
>> Indonesia, Amidhan, saat dihubungi VIVAnews, Kamis 22
>> Januari 2009.
>>
>> Sebanyak 10 persen responden menilai suap ini terjadi
>> saat pengurusan sertifikat halal. TII menilai prilaku
>> suap ini justru datang dari pejabat publik itu.
>>
>> Amidhan menjelaskan, dalam pengurusan sertifikat
>> halal, harus mengikuti sejumlah prosedur. Para
>> produsen, lanjut Amidhan, harus menjalani sejumlah
>> pemeriksaan barang secara langsung. "Setelah itu baru
>> dibuatkan sertifikasi halal atau haram," jelasnya.
>>
>> Menurutnya, untuk mengikuti prosedur itu setiap
>> produsen harus membayar antara Rp 200 ribu hingga Rp 5
>> juta. Namun, harga itu tergantung jenis industrinya,
>> besar atau kecil. "Jadi mereka bayar itu apakah itu
>> yang dimaksud suap," ujarnya.
>>
>> Amidhan menjelaskan, uang tersebut kemudian masuk ke
>> rekening yang dikelola Majelis Ulama Indonesia. Dan
>> dipergunakan untuk membayar proses pemeriksaan suatu
>> barang. "Kami kan masih meminjam laboratorium di IPB
>> untuk mengetes suatu barang," jelasnya.
>>
>> Amidhan menegaskan, Majelis Ulama Indonesia tidak
>> mungkin memainkan sertifikasi halal atau haram. "Kita
>> tidak mungkin menipu orang, barang yang haram kita
>> sebut halal. Kita tidak mau menipu agama, kita tidak
>> mau berdosa dan membuat seluruh umat berdosa,"
>> tegasnya.
>>
>> Survei terhadap institusi ini dilakukan terhadap 2.371
>> pelaku bisnis, 396 tokoh masyarakat, dan 1.074
>> masyarakat. Survei berlangsing September-Desember
>> 2008.
>>
>> TII juga menilai kepolisian sebagai lembaga yang
>> paling sering menerima suap. Sedangkan institusi
>> pengadilan menjadi lembaga yang menerima suap paling
>> besar.
>> • VIVAnews
>>
>> http://news.id.msn.com/local/okezone/article.aspx?cp-documentid=2199578
>> Disebut Rawan Suap, MUI Bisa Gugat TII
>>
>> JAKARTA - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mempertanyakan
>> hasil survei Transparansi Internasional Indonesia
>> (TII) yang menyebutkan bahwa MUI merupakan salah satu
>> lembaga yang juga rawan praktek suap.
>>
>> "Perlu dipertanyakan hasil survei itu, bisa diajukan
>> ke pengadilan jika tidak ada bukti," ujar Amidan,
>> ketua umum fatwa MUI kepada okezone, via telepon,
>> Kamis malam (22/1/2009).
>>
>> Dia mengatakan bahwa seluruh bagian dari MUI tidak
>> mungkin mau dibayar atau disogok, terutama terkai
>> pelabelan halal atau haramnya suatu produk.
>>
>> "Kami tidak ada yang bisa disogok, karena kami tidak
>> mau menanggung dosa dari semua umat yang ada di
>> Indonesia," tegasnya.
>>
>> Menurutnya, seluruh jajaran birokrasi MUI adalah para
>> auditor-auditor muslim yang taat, sehingga tidak
>> mungkin melakukan praktek korupsi. Meski diakuinya MUI
>> menerapkan biaya bagi perusahaan yang hendak
>> menyertifikasi kehalalan produk. Namun hal itu
>> dilakukan untuk membiayai proses pemeriksaan produk
>> baik di lapangan maupun di laboratorium.
>>
>> Hal ini dilakukan karena dalam hal pelaksanaan
>> kegiatannya MUI tidak dibiayai oleh Negara. Perusahaan
>> yang hendak mengajukan permohonan ini pun dikenakan
>> biaya antara Rp200 ribu hingga Rp5 juta, tergantung
>> dari besar kecilnya perusahaan tersebut.
>>
>> Sebelumnya, TII mengumumkan hasil surveinya mengenai
>> lembaga-lembaga yang rawan suap, di mana salah satu
>> lembaga yang disebutkan adalah MUI dengan persentase
>> kemungkinan suap sebesar 10 persen.
>>
>>
>> http://inilah.com/berita/politik/2009/01/21/77888/mui-bukan-suap-tapi-biaya-audit/
>> MUI: Bukan Suap, Tapi Biaya Audit
>> Djibril Muhammad
>>
>> INILAH.COM <http://inilah.com/>, Jakarta - Transparansi Internasional
>> Indonesia (TII) menilai sertifikasi halal yang
>> dilakukan MUI terhadap pelaku usaha membuka
>> kemungkinan terjadinya suap. Namun Ketua MUI membantah
>> bahwa tu merupakan suap, melainkan biaya audit untuk
>> keluarnya sertifikasi halal.
>>
>> "Saya kira kalau suap, suap untuk apa? Yang ada biaya
>> audit pemeriksaan yang dilakukan oleh LPPOM untuk
>> mengeluarkan sertifikasi halal," ujar Ketua MUI Ma'ruf
>> Amin ketika dihubungi INILAH.COM <http://inilah.com/> di Jakarta, Rabu
>> (21/1) malam.
>>
>> Selama ini dalam memberikan sertifikasi halal, menurut
>> Ma'ruf, MUI tidak memiliki biaya. Oleh karenanya MUI
>> memungut biaya kepada para pengusaha yang meminta agar
>> produk usahanya dilabeli sertikat halal.
>>
>> "Hasil audit yang dilakukan oleh auditor independen
>> dibawa ke komisi fatwa, untuk kemudian disidangkan,
>> lalu setelah itu fatwa dikeluarkan. Artinya suapnya
>> ada dimana," ujarnya seraya bertanya kembali.
>>
>> Meski begitu, Ma'ruf menolak jika dikatakan keputusan
>> pemberian setifikasi halal dapat terpengaruhi. Sebab
>> para auditor terdiri dari orang-orang profesional di
>> bidangnya seperti dari IPB.
>>
>> "Auditor ditetapkan oleh LPPOM. Bagian dari MUI.
>> Auditornya orang profesional dari IPB. Biaya tidak
>> mempengaruhi, kalau tidak halal akan ditolak. Kalau
>> tidak jelas ada unsur seperti dulu, Ajinomoto, kan
>> kita cabut sertifikasi halalnya karena mengubah
>> fomula," bebernya.
>>
>> Dijelaskan Ma'ruf, saat ini MUI sudah mengajukan RUU
>> produk jaminan halal yang masih dalam pembahasan di
>> pemerintah. Sehingga diharapkan ke depan tidak ada
>> lagi pungutan biaya audit.
>>
>> Dalam survei TII, MUI berada di luar 10 besar, alias
>> berada di urutan buncit dalam indeks suap 15 institusi
>> publik. Rata-rata jumlah uang dalam transaksi MUI,
>> berkisar Rp 4.4 juta atau sebanyak 10%. Sedangkan
>> jumlah pelaku bisnis yang melakukan interkasi dengan
>> MUI berjumlah 177 buah.
>>
>> TII melakukan survei di 50 kota di Indonesia dalam
>> rentang September hingga Desember 2008. Total sampel
>> dari survei ini berjumlah 3.841 responden, yang
>> terdiri dari pelaku bisnis sebanyak 2.371 responden,
>> 396 tokoh masyarakat dan pejabat publik sebanyak 1.074
>> orang. [jib/nng]
>>
>> BERAPA BIAYANYA?
>>
>> Pusat pengembangan bisnis kecil bisa menawarkan kelas
>> kelompok sertifikasi ISO 9000 dengan skala menurun,
>> berdasarkan ukuran perusahaan Anda (jumlah karyawan)
>> dan jumlah peserta kelas. Pusat bantuan manufaktur
>> wilayah memperoleh subsidi sebagian dari dana federal
>> dan bisa menawarkan audit pra-penilaian dan jasa
>> konsultasi ISO 9000 dengan skala menurun.
>>
>> Biaya untuk menyelenggarakan audit pendaftaran akhir
>> ditetapkan oleh agen pendaftaran bersangkutan, dan
>> biasanya berbeda-beda menurut ukuran perusahaan. Untuk
>> memperoleh keterangan yang akurat, hubungi sumber atau
>> pendaftar pelatihan Anda secara langsung.
>>
>> http://indonesia.smetoolkit.org/indonesia/en/content/id/467/Quality-ISO-9000-International-Standards-of-Excellence
>>
>>
>>  MARKETPLACE
>>  ------------------------------
>> From kitchen basics to easy recipes - join the Group from Kraft Foods
>> <http://us.ard.yahoo.com/SIG=13rnik23c/M=493064.12016295.13271503.10835568/D=groups/S=1705076179:MKP1/Y=YAHOO/EXP=1232702263/L=/B=Z7l4FEPDhEI-/J=1232695063811672/A=5530388/R=0/SIG=11nuutlas/*http://explore.yahoo.com/groups/kraftmealsmadesimple/>
>> .
>>
>>
>  
>

Kirim email ke