Dagelan (Tidak Lucu) Pendukung Foke-Nara**** ****
Saya tertawa geli menyaksikan tingkah laku partai politik dan calon gubernurnya yang kalah dalam putaran 1 pilkada DKI. Saat kampanye putaran 1, calon-calon gubernur dari Golkar, PPP dan PKS menjelek-jelekan gubernur incumben Fauzi Bowo, yang menurut mereka telah gagal total dalam memimpin DKI Jakarta selama 5 tahun ini, sehingga jangan sampai terpilih lagi untuk 5 tahun ke depan. Alex Noerdin (Partai Golkar dan PPP) dan Hidayat Nur Wahid (PKS) menjanjikan Jakarta lebih baik, dan hampir disetiap kesempatan menyerang Foke yang mereka anggap gagal dibanyak sisi pembangunan Jakarta. * *** **** Saat ini, ketiga partai tersebut menjilat ludahnya sendiri, mereka ramai-ramai mendukung Foke. Mereka lupa dengan kegagalan-kegagalan Foke di 5 tahun kemarin, mereka hanya ingat bahwa jika Foke menang, posisi-posisi kepala dinas strategis dan walikota-walikota strategis akan diisi kader-kader dari partai mereka. Foke sudah menjual posisi-posisi strategis tersebut, gayung bersambut, partai-partai yang kalah di pilkada putaran 1 membeli jualan foke, dan membayarnya dengan dukungan di pilkada putaran 1. * *** **** Mengapa mereka tak memilih untuk mendukung Jokowi? Jawabanya anda sudah tahu, Jokowi tak mau menjual atau menjanjikan jabatan-jabatan strategis kepada siapapun. Jokowi punya prinsip, jika ia terpilih sebagai gubernur DKI Jakarta 2012-2017, ia adalah gubernurnya warga Jakarta, bukan gubernurnya PDIP dan Gerindra. Hal ini sudah di buktikan dirinya sebagai walikota solo, ia adalah walikota warga solo, bukan walikotanya PDIP.**** **** Sungguh mubazir uang, waktu dan tenaga yang dikeluarkan oleh Alex Noerdin-Nono Sampono dan Hidayat Nur Hidayat-Didik Rachbini untuk ikut dalam pemilihan gubernur tahap 1 kemarin. Kalau mau jujur, tak ada kans mereka untuk menang. Kedua pasangan ini tak cukup kharismatik untuk memimpin Jakarta. Mengapa partai Golkar, PPP dan PkS tak mendukung pasangan Foke-Nara dari awal saja? Jawabnya mungkin anda sudah tahu, yaitu ingin memenuhi syahwat politik ingin menjadi gubernur Jakarta, siapa tau menang, untung-untungan, tidak beda jauh dengan mengadu nasib atau berjudi. Ujung-ujungnya yang didukung adalah pasangan yang bisa membagu-bagi kue kekuasaan (Foke-Nara) di ibukota Indonesia yang kita cintai walaupun macet nya minta ampun dan semrawut di sana sini, Jakarta. []**** **** Sumber:**** http://politik.kompasiana.com/2012/08/11/dagelan-tidak-lucu-pendukung-foke-nara/ **** -- http://harian-oftheday.blogspot.com/ "...menyembah yang maha esa, menghormati yang lebih tua, menyayangi yang lebih muda, mengasihi sesama..."
