Besok pagi, *ismak-ismak e kalam la arab ya ana. Ee ee huwa hiya tukdhil
khamaniya alaf batruk ton alheim*. (Besok pagi, dengarkan saya mau bicara
bahasa Arab, dia akan memasukan sekitar 8 ribu ton).****


*Ee khamaniya alaf alheim ee huwa hiya ta I dunna kullu annukhud arbain
milyar cash*. (8 ribu ton dia akan memberikan uang sebanyak Rp 40 miliar
secara tunai).****

 ****

*Laham to allaf*. (Dagingnya seribu).****


Adapun Luthfi Hasan mengucapkan dua kalimat yakni.****


*Hiyad turid kam turid e.* (Dia mau berapa?).****


*Ee tahil ksam tsamania fakod.* (Dia butuh delapan saja).****

 ****

salam,****

ananto****

=====****

 ****

Luthfi-Fathanah Ngomong Arab Bahas Impor Daging****

Rabu, 29 Mei 2013 | 15:20 WIB****

 ****

*TEMPO.CO*, *Jakarta* - Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta kembali
menggelar sidang kasus suap daging sapi
impor,<http://www.tempo.co/topik/masalah/2898/suap-daging-impor>Rabu,
29 Mei 2013. Dalam agenda sidang kali ini, jaksa Komisi Pemberantasan
Korupsi membuka transkrip rekaman percakapan telepon antara bekas Presiden
Partai Keadilan Sejahtera, Luthfi Hasan
Ishaaq,<http://www.tempo.co/topik/tokoh/894/Luthfi-Hasan-Ishaaq>dengan
Ahmad
Fathanah <http://www.tempo.co/topik/tokoh/991/Ahmad-Fathanah>. Dalam
pembicaraan itu, keduanya menggunakan bahasa Arab. Dan untuk
menerjemahkannya, jaksa meminta bantuan tenaga alih bahasa, Jamaludin.****


Hasilnya, terungkap bahwa Luthfi dan Fathanah membicarakan persenan yang
bakal diterima dari penambahan kuota impor daging sapi (Baca: Kamus Bahasa
Impor Daging 
Luthfi-Fathanah<http://www.tempo.co/read/news/2013/05/29/063484170/Kamus-Bahasa-Impor-Daging-Luthfi-Fathanah>).
Ahmad Fathanah antara lain mengungkapkan:****


Besok pagi, *ismak-ismak e kalam la arab ya ana. Ee ee huwa hiya tukdhil
khamaniya alaf batruk ton alheim*. (Besok pagi, dengarkan saya mau bicara
bahasa Arab, dia akan memasukan sekitar 8 ribu ton).****


*Ee khamaniya alaf alheim ee huwa hiya ta I dunna kullu annukhud arbain
milyar cash*. (8 ribu ton dia akan memberikan uang sebanyak Rp 40 miliar
secara tunai).****

 ****

*Laham to allaf*. (Dagingnya seribu).****


Adapun Luthfi Hasan mengucapkan dua kalimat yakni.****


*Hiyad turid kam turid e.* (Dia mau berapa?).****


*Ee tahil ksam tsamania fakod.* (Dia butuh delapan saja).****


Luthfi mengatakan, akan meminta kuota 10 ribu ton. Sementara Fathanah
menyatakan, untuk kuota 10 ribu ton, komisinya Rp 50 miliar. Luthfi pun
meminta dijemput di bandara, keesokan harinya. Dan Fathanah menyanggupi
permintaan itu.****


Menurut Jamaludin, transaksi itu tak hanya menunjukan keterkaitan dua orang
tersebut. Tapi ada pihak lainnya. "Kata *huwa, hiya,* menunjukkan ada pihak
lain." Penggunaan kalimat campuran Arab dan Indonesia juga memperlihatkan
kedekatan keduanya. "Dari bahasanya, mereka sudah dekat."****


Baik Fathanah dan Luthi telah menjadi tersangka kasus suap kuota impor
daging. Mereka dituding menerima suap sebanyak Rp 1,3 miliar dari jumlah Rp
40 miliar yang yang dijanjikan Direktur PT Indoguna Utama, Maria Elizabeth
Liman.****

 ****

*NUR ALFIYAH*****

* *****

*Sumber:*****

http://www.tempo.co/read/news/2013/05/29/063484177/Luthfi-Fathanah-Ngomong-Arab-Bahas-Impor-Daging
****

 ****

 ****

Ahli Bahasa Terjemahkan Percakapan Telepon Luthfi -Fathanah****

Rabu, 29/05/2013 12:49 WIB ****

Ferdinan - detikNews****

 ****

Jakarta - Penyidik KPK menyadap percakapan antara Luthfi Hasan Ishaaq
dengan Ahmad Fathanah yang kebanyakan menggunakan kata-kata dalam bahasa
Arab. Jaksa penuntut umum KPK memintan bantuan ahli bahasa untuk
menerjemahkan rekaman hasil penyadapan yang diperdengarkan dalam sidang. ***
*


Percakapan Luthfi-Fathanah uang yang diterjemahkan adalah hasil penyadapan
pada 9 Januari 2013. Keduanya membahas pengajuan kuota impor daging sebesar
8 ribu ton dan fee bila permohonan itu disetujui.****


-Fathanah: Besok pagi, ismak ismak e kalam la arab ya ana. Ee ee huwa hiya
tukdhil khamaniya alaf batruk ton alheim (artinya: besok pagi.. dengerin
saya mau bicara bahasa Arab, dia akan memasukan sekitar 8 ribu ton)****


-Fathanah: Ee khamaniya alaf alheim ee huwa hiya ta I dunna kullu annukhud
arbain milyar cash (artinya: 8 ribu ton dia akan memberikan uang sebanyak
40 miliar secara tunai)****


- Fathanah: Laham to allaf (dagingnya seribu)****


-Luthfi Hasan: Hiyad turid kam turid e (dia mau berapa)****


-Luthfi Hasan: Ee tahil ksam tsamania fakod (dia butuh 8 aja)****


Berdasarkan potongan percakapan yang diperdengarkan dalam sidang, Jaksa
Jamaludin menyakini Fathanah dan Luthfi sudah sangat akrab. Jal ini
ditunjukkan dengan penggunaan bahasa Arab yang dimengerti keduanya.****

 ****

'Kalimat pembicaraannya memberikan sesuatu yang barangkali secara materi
menghasilkan. Angka-angka yang disebutkan mengindikasikan adanya
transaksi," jelas Jamaludin menafsirkan percakapan Luthfi-Fathanah.****


Sidang berlangsung di Pengadilan Tipikor, Jl HR Rasuna Said, Jakarta, Rabu
(29/5/2013). Terdakwanya adalah Juard, Direktur PT Indoguna Utama. ****


(fdn/lh)****

 ****

Sumber:****

http://news.detik.com/read/2013/05/29/124931/2259014/10/ahli-bahasa-terjemahkan-percakapan-telepon-luthfi-fathanah?991104topnews
****

 ****

 ****

Ini yang Dibicarakan Luthfi Hasan dan Fathanah dalam Bahasa Arab****

Rabu, 29 Mei 2013 | 15:12 WIB****

 ****

*JAKARTA, KOMPAS.com *- Tim jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan
Korupsi menghadirkan ahli bahasa Arab dari Kedutaan Besar Arab Saudi JA
Jamaluddin sebagai saksi dalam persidangan kasus dugaan korupsi kuota impor
daging 
sapi<http://lipsus.kompas.com/topikpilihanlist/2335/1/skandal.suap.impor.daging.sapi>dengan
terdakwa Direktur PT Indoguna Utama Juard Effendi dan Arya Abdi
Effendi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Rabu (29/5/2013). ****


Tim jaksa KPK meminta Jamaluddin menerjemahkan rekaman percakapan antara
mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq dengan orang dekatnya, Ahmad
Fathanah yang menggunakan bahasa Arab.****


Rekaman percakapan yang diterjemahkan Jamaluddin, salah satunya mengenai
rencana pemberian* fee *dari PT Indoguna Utama untuk Luthfi.****


“*Besok pagi, ismak..ismak ee kalam Arab ya ana. Ee ee huwa iya tudkhil
tsmaniya alaf batruk ton laheim*,” demikian yang dikatakan Fathanah dalam
bahasa Arab kepada Luthfi seperti tercatat dalam transkrip rekaman. ****


Menurut Jamaluddin, percakapan dalam bahasa Arab itu artinya Fathanah
menyampaikan kepada Luthfi bahwa seseorang akan memasukkan sekitar 8.000
ton daging. “Artinya,* dengerin *saya mau bicara pakai Bahasa Arab ini, dia
(Direktur PT Indoguna Maria Elizabeth Liman) akan memasukkan sekitar 8000
ton daging,” kata Jamaluddin.****


Kemudian, Fathanah kembali mengatakan, “*Ee tsamaniya allaf alheim ee huwa
hiya ta l kullu annukud arbaik milyar cash*,” yang menurut Jamaluddin
artinya akan ada pemberian uang Rp 40 miliar secara tunai untuk 8.000 ton
daging. ****


“Yang 8000 ton daging itu, dia (Maria) akan memberikan uang semuanya Rp 40
miliar dibayar tunai,” ucap Jamaluddin.****


Lantas, dalam rekaman pembicaraan itu, Luthfi kembali menegaskan kepada
Fathanah, “*Eee tahil kam tsamaniya faqod*,” yang menurut Jamaluddin
berarti “Eh itu 8.000 saja?”****


Fathanah pun menjawab, “Kalau bisa *asyara* dua puluh tiga puluh ribu. Tapi
banyak yang riil yang dia mau masukan itu jadi *lapan *ribu.” Menurut
Jamaluddin, pernyataan itu artinya, “Kalau bisa sih sepuluh (ribu), dua
puluh, tiga puluh, tapi banyak yang riil, yang dia mau masukkan itu, jadi
delapan ribu.”****


Percakapan antara Fathanah dan Luthfi ini pun berlanjut. Dalam bahasa Arab,
Luthfi mengatakan kepada Fathanah, “*Ana* akan minta, *ana* akan minta
sepuluh lah ya,” yang artinya “Saya akan minta, saya akan minta sepuluh lah
ya,” kata Jamaluddin. ****


Kemudian, Fathanah menjawab Luthfi dengan mengatakan “Sepuluh ribu berarti
lima puluh miliar, *khusin* miliar.” Menurut Jamaluddin, dalam transkrip
rekaman ini Fathanah mengatakan kalau sepuluh ribu (ton) berarti akan ada
lima puluh miliar uang. ****


Atas terjemahan ini, tim jaksa penuntut umum KPK pun bertanya kepada
Jamaluddin mengenai makna percakapan tersebut. Menurut Jamaluddin,
pembicaraan kedua orang ini menunjukkan transaksi antara kedua belah pihak
mengenai sesuatu yang menghasilkan.****


“Dari kalimat-kalimat pembicaraan dua orang ini mengindikasikan ada
transaksional di antara keduanya, membicarakan sesuatu yang menghasilkan.
Ada arbain, ada 40, ada 8000, ada yang ditransaksikan dengan kedua orang
ini,” ungkap Jamaluddin. ****


Selain itu, menurut Jamaluddin, percakapan Fathanah dan Luthfi tersebut
mengindikasikan adanya keterlibatan pihak ketiga dalam urusan yang mereka
bicarakan. “Ada (pihak ketiga), kalau dilihat di situ ada *huwa*, *hiya*,
artinya dia perempuan dan dia laki-laki. Tapi memang di sini tidak
menyebutkan perusahaan,” katanya. ****


Adapun, rekaman percakapan antara Luthfi dan Fathanah ini diperdengarkan
tim jaksa KPK dalam persidangan sebelumnya. Saat diperiksa sebagai saksi,
Luthfi mengakui kalau itu percakapan antara dirinya dengan Fathanah. Namun,
menurut Luthfi, omongan Fathanah itu hanya omong kosong. Luthfi mengaku
terpaksa mendengarkan omongan Fathanah karena jengkel setelah terus
didesak. Namun, menurut Luthfi, perkataan Fathanah itu tidak dia
tindaklanjuti.****


Dalam kasus dugaan korupsi kuota impor daging sapi, Arya dan Juard didakwa
memberikan hadiah atau janji berupa uang Rp 1,3 miliar kepada Luthfi
melalui Ahmad Fathanah. Menurut surat dakwaan, uang Rp 1,3 miliar tersebut
diberikan agar Luthfi menggunakan kedudukannya sebagai Presiden PKS untuk
memengaruhi pejabat Kementerian Pertanian (Kementan) agar memberikan
rekomendasi penambahan kuota impor daging sapi tahun 2013 untuk PT Indoguna
Utama dan perusahaan lain yang masih tergabung dalam grup PT Indoguna. ****


Posisi Luthfi sebagai Presiden PKS dianggap mampu memengaruhi Menteri
Pertanian Suswono yang berasal dari partai yang sama.****


Editor : Inggried Dwi Wedhaswary ****

 ****

Sumber:****

http://nasional.kompas.com/read/2013/05/29/15120464/Ini.yang.Dibicarakan.Luthfi.Hasan.dan.Fathanah.dalam.Bahasa.Arab
****



-- 
http://harian-oftheday.blogspot.com/

"...menyembah yang maha esa,
menghormati yang lebih tua,
menyayangi yang lebih muda,
mengasihi sesama..."

Kirim email ke