Century, Skandal Perampokan Sistemik

HL <http://www.kompasiana.com/posts/headlines/>| 28 November 2013 | 16:21



Saya ingin berikan pendapat tentang latar belakang krisis yang terjadi
tahun 2008 lalu. Pada waktu itu, krisis yang terjadi adalah krisis ekonomi
Amerika, bukan krisis Indonesia. Tentu dampaknya adalah kepada ekonomi
Amerika, sehingga impor mereka menjadi sulit dari China. Dan, inilah
kemudian menurun dan berdampak pada ekonomi kita.



Artinya, yang berakibat semuanya pada kita adalah ekspor yang menurun,
terutama ke China. Akibat ekspor menurun inilah tentu ada masalah-masalah
lainnya.



Pada Kamis 20 November 2008 lalu, rapat diadakan di kantor Wapres, kantor
saya waktu itu. Hasil rapat tanggal 20 November itu adalah tentang situasi
perekonomian Indonesia secara umum yang terangkum dalam penjelasan yang
diberikan oleh saudara Anggito Abimanyu yang mewakili Menteri Keuangan.



Waktu itu saya minta Menteri Keuangan yang memberi penjelasan pada publik
tapi kemudian Menteri Keuangan menugaskan saudara Anggito, yang saat itu
merupakan Kepala Badan Kebijakan Fiskal.



Dalam penjelasannya, Anda bisa baca di Kompas tanggal 21 November 2008,
adalah bahwa Pemerintah percaya diri ekonomi kita dapat dikontrol dengan
baik. Kita masih memiliki cadangan surplus dari APBN tahun sebelumnya, jadi
kondisi kita masih baik. Memang waktu disampaikan juga oleh Pak Boediono
ada masalah-masalah soal ekonomi, itu karena ekspor menurun. Itu memang
masalah. Tapi tidak ada dibicarakan tentang bank.



Krisis tentu ada dampaknya, tetapi tak akan menyebabkan krisis buat
Indonesia. Itu jelas Anda bisa lihat pada kesimpulan rapat yang
dipublikasikan dan diberikan kepada umum. Dalam rapat itu sama sekali tidak
membicarakan masalah perbankan atau pun Bank Century. Tidak ada sama
sekali. Bahkan, Menteri Keuangan maupun Gubernur Bank Indonesia tidak
pernah menyampaikan adanya suatu bank yang gagal atau semacamnya.



Saya waktu itu menjabat sebagai acting Presiden. Akan tetapi mengapa rapat
KKSK (Komite Stabilitas Sistem Keuangan), tentang bank gagal dan dampak
sistemik tidak dilaporkan? Bukannya seharusnya dilaporkan? Apalagi masalah
besar seperti itu. Namun saya akhirnya dilapori hari Selasa minggu
setelahnya. Rapat mereka adalah hari Jumat-Sabtu (21-22 November), dimana
paginya diputuskan dana bail-out Century. Uang juga dikeluarkan Sabtu.



Saya bingung juga, mengapa uang dikeluarkan hari Sabtu-Minggu? Mau kemana
uang dikeluarkan hari Sabtu? Bukannya bank-bank tidak ada yang buka? Lari
kemana uang itu?



Senin bingung, kenapa tiba-tiba keluar 2,7 triliun. Padahal yang disetujui
menurut apa yang dilaporkan ke saya adalah 630 milyar. Selasa bingung.
Rapat lagi.



Lalu, saya mendapat laporan, Pak ada masalah seperti ini, terjadi drain,
terjadi keluar uang yang begitu besar. Saya bilang ada apa! Nah waktu
itulah ketika diceritakan masalahnya, saya marah kenapa terjadi uang keluar
begitu banyaknya tidak dilaporkan. Jadi uang keluar baru dilaporkan.



Ini jelas bermasalah, karena dana yang dikeluarkan sebesar 6,7 triliun itu
melebihi apa yang diminta dan diperlukan Bank Century. Ini merupakan
perampokan. Kalau ada uang dikeluarkan Sabtu dan Minggu, itu bermasalah,
sebab bank-bank sudah jelas sedang tutup.



Untuk itu, waktu itu saya langsung menelpon Kapolri, saya perintahkan untuk
menangkap Pemilik Bank Century, Robert Tantular. []



Jusuf Kalla,

Wakil Presiden RI (2004-2009), Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI),
Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI). Website : www.JusufKalla.info



Sumber:

http://politik.kompasiana.com/2013/11/28/century-skandal-perampokan-sistemik-614868.html



-- 
http://harian-oftheday.blogspot.com/

"...menyembah yang maha esa,
menghormati yang lebih tua,
menyayangi yang lebih muda,
mengasihi sesama..."

Kirim email ke