Timses Jokowi-JK Sakiti Ulama NU Jatim
Oleh: Iwan Purwantono
nasional - Selasa, 24 Juni 2014 | 12:17 WIB 

http://nasional.inilah.com/read/detail/2112776/timses-jokowi-jk-sakiti-ulama-nu-jatim#.U6kfS_JSRQU


INILAHCOM, Jakarta - Pernyataan Ketua Umum GP Ansor Nusron 
Wahid, anggota timses Jokowi-JK, yang menyebut kiai sepuh NU Jawa Timur 
pelupa, sangat disesalkan. Sikap tersebut sangat menyakiti warga NU.

Pengasuh
 Pondok Pesantren An-Nur, Bululawang, Kabupaten Malang, KH Fathurrozi 
mengecam keras pernyataan Nusron Wahid. Seolah-olah, Nusron berada di 
posisi yang paling benar, sementara kiayi sepuh salah jalan.

"Kalimat
 Nusron yang menyebut kiai sepuh pelupa, sangat tak pantas diucapkan 
oleh seorang pimpinan GP Ansor. Itu bentuk kesombongan. Ingat, NU tidak 
pernah mengajarkan yang seperti itu. Tradisi NU itu, menghormati 
perbedaan. NU mengajarkan Islam yang aman dan damai, bukan Islam 
amarah,’’ ungkap Gus Fathur saat dihubungi INILAHCOM.

Untuk 
diketahui, Ketum GP Ansor Nusron Wahid mengumpulkan seluruh kader GP 
Ansor se-Jatim di Gelora Pancasila, Surabaya pada 18 Juni lalu. Dalam 
pertemuan yang dihadiri cawapres nomor 2, Jusuf Kalla, dia menyindir 
kiai sepuh NU yang mendukung Prabowo-Hatta adalah keliru dan pelupa 
dengan sejarah.

"Karena itu tugas anak muda adalah mengingatkan 
para kiai-kiai sepuh. Walaupun secara pribadi mereka memiliki hak untuk 
menentukan pilihan," katanya, seperti dituliskan beritajatim.com.

Masih
 menurut Gus Fathur yang juga Wakil Ketua Asosiasi Pesantren Nahdlatul 
Ulama (NU) Indonesia di bawah naungan Rabithah Ma'ahid Islamiyah 
Nahdlatul Ulama (RMI NU), pernyataan Nusron membuat kecewa banyak pihak.
 Termasuk Rois Syuriah Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim, KH
 Miftachul Akhyar serta mayoritas anggota GP Ansor Jatim.

‘’Dalam
 waktu dekat, anak muda GP Ansor akan membuat acara yang lebih besar 
lagi di Surabaya. Ini untuk menjawab sikap arogan dari Nusron,’’ 
paparnya.

Dalam pertemuan GP Ansor Jatim dengan Cawapres JK, 
lanjut Gus Fathur, Nusron juga mengeluarkan pernyataan yang bersifat 
provokatif, bahkan bernuansa black campaign terhadap pasangan 
Prabowo-Hatta.

"Itulah yang dijadikan pembenaran Nusron. Sehingga
 muncullah pernyataan kiayi sepuh pelupa. Kalau Nusron dukung Jokowi-JK,
 silahkan saja. Tapi jangan paksa kami untuk mengikuti keinginannya. 
Karena kiayi sepuh tentunya sudah melakukan tabayyun dan istikharah 
sebelum memutuskan dukungan kepada Prabowo-Hatta," ujarnya.

Asal 
tahu saja, mayoritas ulama besar NU mendukung Prabowo-Hatta, diantaranya
 Kiai Nawawi Abdul Jalil (Sidogiri Pasuruan), Kiai Zainuddin Jazuli 
(Ploso Kediri), Kiai Anwar Mansyur (Lirboyo Kediri), Kiai Miftachul 
Akhyar Rois Syuriah PWNU Jatim, KH Maemun Zubair (Rembang), Kiai Anwar 
Iskandar (As-Saidiyah Jamsaren Kediri), Kiai Ahmad Muzakki (Al Qodiri, 
Jember) dan masih banyak lagi. [rok]

Kirim email ke