MOH SALAPUDIN
Renungan Ramadhan Tentu saja Ramadhan bulan yang agung Engkau sendiri menyebutnya dalam al-Qur'an Tapi bagi hambamu ini yang terlampau banyak melakukan maksiat masih bisakah menggapai keagungan Ramadan? Tentu saja Ramadan bulan yang penuh berkah Ada yang memberi kabar: sepuluh hari pertama rahmat, sepuluh hari kedua ampunan, sepuluh hari terakhir dijauhkan dari api neraka Tapi bagi hambamu ini yang semangat beribadahnya hanya di awal-awal Mampukah merengkuh keberkahan Ramadhan? Bahwasanya hamba menyambut Ramadhan dengan gembira Seperti kebanyakan orang, memang iya Tapi apakah kegembiraan hamba didasari kesadaran dan semangat perbaikan Bukan karena euforia duniawi seperti ketika anak kecil menyaksikan petasan Ini yang perlu ditanyakan. Hamba sendiri bingung menjawabnya. Jujur Tuhan, Ramadhan tahun ini hamba tidak berharap banyak, dan tentu saja tak pantas berharap banyak Orang-orang bilang Ramadhan bulan yang suci, hamba sendiri diliputi hal-hal kotor Orang-orang bilang Ramadhan bulan yang mulia, hamba sendiri masih terlalu hina dan sering berbuat dosa. Tuhan, hamba takut Ramadhan seperti yang sudah-sudah Menjadi sekadar ritual tahunan, yang tidak berdampak pada perbaikan. Semarang, 18 Juni 2015 -- http://harian-oftheday.blogspot.com/ "...menyembah yang maha esa, menghormati yang lebih tua, menyayangi yang lebih muda, mengasihi sesama..."
