CERITA HASAN AL-BANNA
   
  Pada saat jam kantor usai, aku berjalan menuju bis jemputan, karena ada yg 
mau aku tanyakan pada guruku, akhirnya aku naik bis jemputannya, tidak lama bis 
kemudian berjalan dan kulihat beliau (guruku) berlari menghampiri bis jemputan 
yg aku taiki, setelah berada di atas bis, aku duduk bergeser memberi tempat 
duduk beliau di sebelahku. Tak lama beliau duduk aku langsung bicara. 
   
  “Pak..certain aku tentang Hasan Al-Banna..?!” tanyaku serius
  sambil tertawa beliau balik bertanya padaku
   
  “Kenapa Hasan Al-Banna..?kenapa bukan Rasulullah yg ingin kamu tanyakan..?”
  tanpa pikir aku menjawab “Kalau Rasulullah aku sudah tahu..”
  sambil tertawa dan mengangguk-angguk beliau bicara
   
  “Hebat..sudah tahu Rasulullah..?!terus..kamu sudah ikutin apa yg dicontohkan 
Rasul..?”
  aduh.!! Kena lagi aku (dalam hati)
   
  “Maaf..aku salah.?tapi..aku mau tahu tentang Hasan Al-Banna?” kataku serius
   
  “Untuk apa..?”tanyanya. 
  Kebiasaanku yg selalu menjawab enggak di pikir dan ingin buru2.
   
  “Ya…biar aku engga kuper aja, kalau ditanya tentang itu..?”
   
  “ha..ha..ha.. tawanya sambil menepuk kepalanya sendiri. Ya…aku salah 
lagi..sesalku dalam hati. Dan beliau bicara lagi “Itu cara berfikir yg harus 
kamu perbaiki..?mau tahu biar gak kuper..?”
  nyesel aku menjawab tanpa mikir, akhirnya aku keluarkan posting dari milis KI 
yg aku print dan membicarakan tentang Hasan Al-Banna dan beliau membacanya, dan 
aku mulai bicara lagi
   
  “Aku yakin Hasan Al-Banna tidak seperti yg dia tulis itu kan Pak..?” karena 
sebelumnya aku sudah diceritakan panjang lebar tentang Hasan Al-Banna dari 
salah seorang temanku, yg kebetulan teman dekat dari cucunya Hasan Al-Banna yg 
bernama Tarikh Banna yg sekarang tinggal di Swiss. Selesai membaca, beliau 
bertanya
   
  “Kamu tahu..sekarang Hasang Al-Banna itu masih hidup atau sudah wafat..?”
   
  “Sudah wafat tahun 1949..?” jawabku pelan
   
  “Terus..apa pantas kita membicarakan orang yg sudah wafat..?dengan si Fulan 
aja..(dia menyebutkan nama) yg sudah wafat itu, saya enggak mau membicarakan 
kejelekannya..?” yg kebetulan aku kenal orang yg disebut oleh beliau
   
  “Nah..itu pak..kenapa mereka membicarakan Hasan Al-Banna seperti itu..?aku 
Cuma pingin kasih tahu ke mereka, bahwa Hasan Al-Banna tidak seperti yg mereka 
tulis itu kan pak..?” dengan serius aku menunggu jawaban beliau
   
  “Oh..tentu..kita belum bisa seperti Hasan Al-Banna, yg berjuang mengorbankan 
nyawa dan hartanya untuk membela islam..?” jawabnya serius
   
  “Makanya aku pingin bilang ke mereka..bahwa Hasan Al-Banna tidak seperti 
itu..?” jawabku serius
   
  “Kenapa kamu pingin tolong dia..?” tanyanya padaku
  lalu aku keluarkan catatan hadist yg aku punya dan berbunyi “Siapapun Manusia 
Yg Menghina Seorang Muslim Di Satu Tempat Yg Menjatuhkan Kehormatannya & 
Merusak Nama Baiknya, Pasti Allah Menghinakannya Di Mana Ia Ingin 
Pertolongannya. & Siapapun Yg Menolong Akan Seorang Muslim Di Satu Tempat Di 
Mana Namanya Diajukan & Kehormatan Diri-Nya Dirusak, Pasti Allah Akan 
Menolongnya Ditempat Di Mana Ia Sangat Mengharapkan Pertolongan-Nya” (HR. Abu 
Dawud). Setelah membaca hadist itu, beliau diam sejenak, lalu bicara lagi.
   
  “Berat..kalau seandainya kamu ingin menolong dia, kamu harus banyak membaca 
riwayatnya..” lalu aku membuka tasku dan mengeluarkan buku yg berjudul ‘MEMOAR 
HASAN AL-BANNA’ selintas beliau melihat dan bicara “Tidak cukup hanya membaca 1 
versi tentang Hasan Al-Banna, masih banyak lagi buku2 tentang dia, dan kamu 
harus baca semuanya..?” aku hanya diam dan beliau bicara lagi 
   
  “coba..kalau kamu cerita tentang saya, lalu si Fulani dan fulana (ia 
menyebutkan 2 orang temanku) juga menceritakan tentang saya, pastilah beda..?”
  aku diam saja mendengarkan dan kemudian beliau bicara lagi
   
  “Hasan Al-Banna sudah wafat dan sudah putus semua tanggung jawabnya, kecuali 
3 amalnya yg masih tertinggal, yg sudah kamu tahu, dan siapapun orang yg 
membicarakan tentang dia dan ternyata itu tidak benar, maka berdosalah mereka 
dan pahala buat Hasan Al-Banna..? jadi..sudahlah kamu enggak usah ngotot pingin 
membelanya, karena ada Allah yg akan membela dia..?kamu..bela diri sendiri 
aja..?” aku diam saja, sambil melihat keseriusannya, 
   
  “Makanya..tadi saya kaget, kenapa kamu tiba2 menanyakan tentang Hasan 
Al-Banna..? sekarang saya mau tanya ke kamu..?kalau seandainya kamu tahu 
tentang Hasan Al-Banna, apakah kamu bisa masuk syurga..?” kuangkat bahuku 
sebagai jawaban dan beliau melanjutkan bicaraya “dan seandainya..kamu tidak 
tahu tentang dia, apakah bisa memasukkan kamu ke neraka..?jadi..lebih baik kamu 
mempelajari tentang Rasulullah dan contoh beliau..?” 
  aku mengangguk tanda setuju, tapi..tetap saja dalam hatiku protes, yg keluar 
juga dari mulutku “tapi..masa kita diam aja, kalau kita tahu itu enggak 
benar..?”
   
  dan akhirnya beliau bercerita “suatu saat..ada si A yg mau menceritakan 
tentang temannya kepada si B, dan kemudian si B mengajukan 3 syarat kepada si A 
untuk dijawab sebelum bercerita, dan si A baru boleh bercerita setelah menjawab 
3 syarat yg diajukan oleh si B kemudian si B mulai dengan syarat 1, “apakah yg 
akan kamu bicarakan ini suatu KEBENARAN”
   
  “oh tidak..sesungguhnya saya baru mendengar dan ingin menanyakannya pada 
anda” jawab si A “oke..syarat 1 sudah gagal, tapi.. kita coba dengan  ujian ke 
2, apakah yg akan kamu bicarakan tentang teman saya ini adalah suatu 
KEBAIKAN..?”
   
  “tidak.. sebaliknya mengenai sesuatu yg buruk..” jawab si A
   
  “anda ingin mengatakan kepada saya sesuatu yg BURUK mengenai dia, tetapi anda 
tidak yakin kalau itu BENAR.”jawab si B. “oke..kita coba dengan ujian ke 3 
“Apakah yg akan anda ingin beritahukan kepada saya tentang teman saya tersebut 
akan BERGUNA buat saya?”
   
  “Tidak, sungguh tidak,” jawab si A
   
  “Kalau begitu, Jika apa yg anda ingin beritahukan kepada saya…tidak BENAR 
tidak juga BAIK, bahkan tidak BERGUNA untuk saya, kenapa ingin menceritakan 
kepada saya?” 
  aku hanya diam mendengarkan beliau bercerita, sambil senyum2. 
   
  “pak..benar yg bapak bicarakan padaku waktu itu, bahwa seorang muslim akan 
selalu sendiri..?” sambil aku tunjukan riwayat Hasan Al-Banna yg mampu 
menggerakkan 500 juta muslim untuk berjuang tapi setelah wafat, hanya 
dikuburkan oleh Ayahnya yg sudah tua dan ditemani oleh 4 orang saudara 
perempuannya. Sambil tersenyum dan mengangguk2, beliau bicara lagi. “oke..cukup 
sampai disitu saja, ketertarikan kamu tentang Hasan Al-Banna, lebih baik kamu 
idolakan Rasulullah yg 99,99% akan membuat kamu selamat, atau kalau mau tahu yg 
lainnya..lebih baik kamu baca tentang Abu Bakar saja..?”
   
  “iya..ku anggukan kepalaku keras2..” terimakasih pak..akan aku coba semua yg 
sudah engkau ceritakan padaku, terimakasih ya..Allah, telah Kau buka hatiku 
dengan mempertemukan beliau padaku (dalam hati)
   
  salam,
  Hana

                
---------------------------------
 Yahoo! DSL Something to write home about. Just $16.99/mo. or less

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital.
http://us.click.yahoo.com/vJUKhA/lbOLAA/a8ILAA/wDNolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/keluarga-sejahtera/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke