SIFATMU 
   
  Jam istirahat kantor rasanya aku ingin sekali ke tempat guruku, dan akhirnya 
aku berjalan menuju gedung kantornya dan sampai di depan ruangannya aku melihat 
beliau sedang melihat ke luar jendela dan tidak menyadari kehadiranku, hingga
   
  “Assalamu’ alaikum..” salamku
   
  “Wa’alaikum salam.”jawabnya sambil menoleh ke arahku dengan memutar kursinya 
dan tanpa pamit aku biasa langsung duduk di sofa depan meja kerjanya sampai 
akhirnya
   
  “kamu kemarin dengar ceramah halal bil halal di gedung DRN gak..?” tanyanya 
padaku sambil melihat serius ke arahku
   
  “Iya..aku dengarkan ceramah itu, bagus ya pak…?tentang asmaulhusna” jawabku 
enteng dan menunggu komentar darinya
   
  “hmm..saya bingung..kenapa para penceramah itu hanya menyampaikan sifat2 
Allah yg baik2nya aja?kenapa mereka tidak mau membicarakan sifat2 kerasnya 
Allah?kenapa mereka hanya menyampaikan sifat Rahman dan Rahimnya Allah aja? 
Kenapa mereka harus menyembunyikan sifat kerasnya Allah?Ingat ya..Allah bukan 
hanya memiliki sifat pengasih dan penyayang aja?tapi..Dia juga Maha pedih 
siksaNya, Maha menyesatkan. Saya heran..kalau penceramah hanya menyampaikan 
sifat Allah yg baik2nya aja, saya khawatir umat akan santai semua dan akan 
merasa nyaman melakukan apa aja, karena dibuai oleh sifat2 baiknya Allah. Toh 
Allah..Maha Pengasih dan Penyayang..?” ceritanya panjang lebar sambil terus 
menatap ke arahku dengan ekspresi wajah yang serius dan masih melanjutkan 
bicaranya
   
  “saya dan ibu selalu memperhatikan penceramah2 yang menyampaikan khotbahnya 
dan selalu aja hanya pengasih dan penyayangnya Allah saja yang disampaikan, 
kenapa mereka harus sembunyikan sifat keras Allah yg lain?” sambil terlihat 
berfikir dan mencari jawaban dan tiba2 beliau mengagetkan aku dengan suaranya 
yg keras dan ditujukan padaku, yg dari tadi hanya terdiam mendengarkan 
bicaranya.
   
  “kamu juga?! Kenapa kamu kasih semua surat2 kendaraanmu pada mantan suamimu? 
Dan biarkan dia menjualnya?kenapa kamu biarkan itu?itu milik kamu dan dia sudah 
bukan suamimu, kenapa kamu masih kasih aja?!” tanyanya dan mengagetkan aku.
   
  “aku pikir..dia benar mau Bantu aku untuk menjualkannya, karena dia tahu aku 
berniat menjual itu”
   
  “iya..dan ternyata berhasil di jual dan mana hasil penjualannya..?!”
   
  “diambil sama dia dan nda dikasihkan ke aku, waktu aku Tanya..katanya sudah 
habis uangnya..?”
   
  “lihat..?! kenapa kamu biarkan dan kasihkan padanya, padahal dia tidak ada 
hak sedikitpun atas kendaraan itu, karena itu milik kamu..?!” katanya sambil 
melotot ke arahku
   
  “aku enggak tahu..?habis kemarin ngomongnya spt orang bener & serius banget 
mau Bantu menjual dan dia tahu kalau aku butuh uang itu, lalu dia 
menawarkan..ya..aku percaya aja..?”
   
  “kenapa kamu percaya aja?!bukannya selama ini dia memang selalu berbohong spt 
itu..?!”
   
  “ya..aku pikir dia sudah berubah?kan orang bisa aja berubah?” kataku pelan
   
  “kenapa sich kamu selalu percaya sama semua orang.?jangan kamu berfikir semua 
orang itu sama seperti kamu?!”
   
  “kenapa sich..bapak juga selalu curiga sama semua orang..?!” jawabku sambil 
melihat ke arahnya
   
  “bukan curiga, tapi hati2.. agar kita terhindar dari maksud2 jahat orang yg 
tidak kita kenal..?lha..kamu..sudah pernah hidup bertahun2 dengannya, tapi 
masih aja kena dibohongin.?” Katanya sambil menggeleng2kan kepalanya dan 
melanjutkan bicaranya sambil merubah posisi duduknya yang menghadap lurus ke 
arahku
   
  “ingat..?! kamu tidak tinggal dan hidup di lingkungan pesantren yang 99.9% 
itu orang baik dan apabila ada orang yg tidak baik, itu akan keluar dari sana. 
Tapi..kamu tinggal dan spt hidup dilingkungan sebuah kerajaan majapahit, dimana 
semua jenis orang ada disana. Ada maling, perampok, penipu, pecundang, dan 
orang culas ada disana, jadi kamu harus selalu hati2 dan jangan pernah kamu 
berfikiran kalau semua orang itu spt kamu..?! ingat itu ya..?!” ceritanya 
serius dan masih melanjutkan pertanyaannya lagi
   
  “lalu..kemarin..siapa yg antar kamu pergi menemui pembeli rumah disana..?”
   
  “aku sendiri, kemarin teman sekantorku yg kebetulan rumahnya dekat dgn 
rumahku yg antarin aku, tapi langsung pulang karena sekalian lewat aja, jadi 
aku sendiri. Dan dia marahin aku lagi, karena aku yg pegang uang hasil jual 
rumah itu, dan dia rebut dari aku dan dia hanya kasih beberapa juta untukku, 
terus..dia marah2 ke aku. Aku takut pak..?dia ngamuk2..aku malu..aku 
kesel..mungkin dia lupa kalau aku bukan istrinya lagi..”kataku yg sudah menangis
   
  “mana sahabatmu..?!kenapa Fulani tidak antarkan kamu..?!harusnya kalau dia yg 
antar kamu, maka kejadian itu, mungkin gak akan terjadi..?!” katanya kesal
   
  “Fulani nda antar aku, karena aku ngerti alasannya..?statusnya dia sama spt 
aku dan rumahnya yang dulu juga sebelah bekas rumahku dan dia sudah nda mau 
lagi lihat rumahnya yg dulu..karena itu akan buat dia ingat lagi..”kataku yg 
masih menangis
   
  “kalau dia merasa sahabatmu, harusnya tidak begitu dia berfikir…?sekarang 
terlihat kan..? kalau hanya mencari teman untuk jalan&makan-makan..siapapun 
bisa dijadikan seorang teman..?!sedangkah sahabat itu pada saat temannya susah, 
maka dia harusnya berada disana dan menemaninya.?!” Ucapnya yg masih terlihat 
kesal
   
  “bapak juga temanku..?!bapak juga sahabatku..?!kenapa kemarin bukan bapak yg 
antarkan aku..?!kenapa bapak tidak bisa terima alasan temanku..?!sementara 
bapak juga nda antarin aku..?!” kataku kesal sambil menangis
   
  “oohh..kamu serius, ingin saya yg antar kamu..?sekarang saya Tanya sama 
kamu..?kamu serius ingin saya yg antarin kamu..?dan saya jamin, kalau dia tidak 
akan kasarin kamu atau dia yg akan saya buat babak belur.?!apa itu mau 
kamu..?!” tanyanya dengan serius melihat ke arahku yg sudah tertunduk
   
  “aku nda mau bapak jadi ribut gara2 aku..makanya aku nda minta bapak antarin 
aku..?tapi..aku juga bisa terima alasan Fulani yg keberatan mengantarku kesana, 
karena bekas rumahnya itu disebelah bekas rumahku juga..?” kataku yg masih 
menangis dan sempat berfikir semua yg diragukan oleh guruku
   
  “tapi itu akan lain, bila ternyata masalah ini dibalik..?dia ada diposisi 
kamu dan kamu di posisinya, pasti kamu tidak akan mampu menolak bila dia ganti 
yg meminta antar ke kamu..?” ucapnya yg masih belum bisa menerima 
   
  “aku bukan Fulani..?bapak tahu..kalau aku nda pernah menjadikan itu sebagai 
hal yg berat dan masalah untukku..?”
   
  “nah..harusnya dia juga bisa spt itu..?itulah yg dinamakan 
sahabat..?ternyata..kamu aja yg anggap dia sahabatmu, sedangkan dia tidak 
menganggap kamu sahabatnya kan..?” katanya sinis sambil melihatku yg mulai 
menangis kembali
   
  “bapak jangan bicara spt itu..?itu sakitin aku..dia sahabatku dan sudah spt 
kakaku dan aku mengenal siapa dia..?dan sebelum kejadian aku minta antarin ini, 
dia pernah bilang, kalau nda akan pernah mau lagi untuk injakkan kakinya di 
wilayah tempat tinggalnya dulu dan itu sakitin hatinya karena ingatin masa 
lalunya. Lagi pula..bapak juga selalu bilang ke aku..kalau jangan mengharap 
orang lain untuk bersikap sama spt sikap kita padanya..?” kataku lancar bicara 
karena dorongan rasa kesal dan protesku pada penilaian guruku
   
  “haaaa…sudahlah..memang Allah ciptakan kamu dengan sifat spt itu..?” katanya 
sambil menghela nafas panjang dan terdiam sambil melihat keluar jendela.
   
  “boleh aku minta tissue itu..?” sejenak aku menunggu anggukannya dan kemudian 
mengambil tissue yg tersedia di sudut meja lainnya dan mulai membersihkan 
wajahku yg sedikit sembab
   
  “hehehe..bersihinnya yg benar, tar disangka orang kamu habis dipukul sama 
saya..” katanya yg mulai tersenyum lagi..
   
  “hehehe..iya..bapak marahin aku terus..?”
   
  “Habis heran..ada orang dogol spt kamu..?” ucapnya sambil tersenyum
   
  “ aku pamit ya..?”ucapku sambil berdiri dari dudukku
   
  “lho..tadi kamu mau apa..?” tanyanya mulai bingung.
   
  “aku lupa..?habis bapak dah keburu marahin aku..nanti aja kalau aku dah inget 
lagi..?bapak hobi banget sich marahin aku terus..?” kataku kesel
   
  “hehehe..habis kamu hobi banget sich..minta dimarahin terus..?J” guraunya 
lagi padaku
   
  “enak aja..emang nda ada hobi yg lain apa..?pake hobi minta 
dimarahin..?”kataku yg mulai tersenyum
   
  “ya.udah..aku pamit ya..?assalamu’alaikum..” ucapku akhirnya sambil berjalan 
keluar ruangannya
   
  “wa’alaikum salam wr.wb..kamu hati2 ya..?” balasnya sambil berdiri dan 
berjalan dibelakangku
   
   
  salamJ
  hana
   
   
   
   
   

                        
---------------------------------
Yahoo! Shopping
 Find Great Deals on Gifts at Yahoo! Shopping 

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital.
http://us.click.yahoo.com/vJUKhA/lbOLAA/a8ILAA/wDNolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/keluarga-sejahtera/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke