Latar Belakang Munculnya Bid'ah

  
 LATAR BELAKANG YANG MENYEBABKAN MUNCULNYA BID'AH


Oleh
Syaikh Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan


Tidak diragukan lagi bahwa berpegang teguh dengan Al-Kitab dan As-Sunnah adalah 
kunci keselamatan dari terjerumusnya kepada bid'ah dan kesesatan ; Allah 
Subhanahu wa Ta'ala berfirman.

"Artinya : Dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus, 
maka ikutilah dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena 
jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya". [Al-An'am : 153].

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam telah menjelaskan hal itu dalam suatu 
hadits yang diriwayatkan sahabat Ibnu Mas'ud Radhiyallahu 'anhu, berkata : 
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam membuat satu garis untuk kita, lalu 
bersabda : "Ini adalah jalan Allah", kemudian beliau membuat garis-garis di 
sebelah kanannya dan disebelah kirinya, lalu bersabda : "Dan ini adalah 
beberapa jalan di atas setiap jalan tersebut ada syetan yang senantiasa 
mengajak (manusia) kepada jalan tersebut". 

Maka barangsiapa yang berpaling dari Al-Kitab dan As-Sunnah ; pasti akan selalu 
terbentur oleh jalan-jalan yang sesat dan bid'ah.

Jadi latar belakang yang menyebabkan kepada munculnya bid'ah-bid'ah, secara 
ringkas adalah sebagai berikut : bodoh terhadap hukum-hukum Ad-Dien, mengikuti 
hawa nafsu, ashabiyah terhadap berbagai pendapat dan orang-orang tertentu, 
menyerupai dan taqlid terhadap orang-orang kafir. Perinciannya sebagai berikut.

1. Bodoh Terhadap Hukum-hukum Ad-Dien

Semakin panjang zaman dan manusia berjalan menjauhi atsar-atsar risalah Islam : 
semakin sedikitlah ilmu dan tersebarlah kebodohan, sebagaimana hal itu 
dikabarkan oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dalam sabdanya :

"Artinya : Barangsiapa dari kamu sekalian yang masih hidup setelahku, pasti 
akan melihat banyak perselisihan". [Hadits Riwayat Abdu Daud, At-Tirmidzi, 
beliau berkata hadits ini hasan shahih].

Dan dalam sabdanya Shallallahu 'alaihi wa sallam juga :
"Artinya : Sesungguhnya Allah Ta'ala tidak mengambil (mencabut) ilmu dengan 
mencabutnya dari semua hamba-Nya akan tetapi mengambilnya dengan mewafatkan 
para ulama, sehingga jika tidak ada (tersisa) seorang ulamapun, maka manusia 
mengangkat pemimpin-pemimpin yang bodoh, mereka ditanya (permasalahan) lalu 
berfatwa tanpa dibarengi ilmu, akhirnya mereka sesat dan menyesatkan".

Tidak akan ada yang bisa meluruskan bid'ah kecuali ilmu dan para ulama ; maka 
apabila ilmu dan para ulama telah hilang terbukalah pintu untuk muncul dan 
tersebarnya bagi para penganut dan yang melestarikannya.

2. Mengikuti Hawa Nafsu

Barangsiapa yang berpaling dari Al-Kitab dan As-Sunnah pasti dia mengikuti hawa 
nafsunya, sebagaimana firman Allah :

"Artinya : Maka jika mereka tidak menjawab (tantanganmu), ketahuilah bahwa 
sesungguhnya mereka hanyalah mengikuti hawa nafsu mereka (belaka). Dan siapakah 
yang lebih sesat dari pada orang yang mengikuti hawa nafsunya dengan tidak 
mendapat petunjuk dari Allah sedikitpun". [Al-Qashshash : 50].

Dan Allah Ta'ala berfirman.
"Artinya : Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya 
sebagai ilahnya dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya dan Allah 
telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas 
penglihatannya. Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesuadh Allah 
(membiarkannya sesat)". [Al-Jatsiyah : 23].

Dan bid'ah itu hanyalah merupakan bentuk nyata hawa nafsu yang diikuti.

3. Ashabiyah Terhadap Pendapat Orang-orang Tertentu.
Ashabiyah terhadap pendapat orang-orang tertentu dapat memisahkan antara dari 
mengikuti dalil dan mengatakan yang haq.

Allah Ta'ala berfirman.
"Artinya : Dan apabila dikatakan kepada mereka : 'Ikutilah apa yang telah 
diturunkan Allah'. Mereka menajwab : '(Tidak) tetapi kami hanya mengikuti ap 
yang telah kami dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami'. '(Apakah mereka 
akan mengikuti juga), walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu 
apapun, dan tidak mendapat petunjuk". [Al-Baqarah : 170].

Inilah keadaan orang-orang ashabiyah pada saat ini dari sebagian 
pengikut-pengikut madzhab, aliran tasawuf serta penyembah-penyembah kubur. 
Apabila mereka diajak untuk mengikuti Al-Kitab dan As-Sunnah serta membuang 
jauh apa-apa yang menyelisihi keduanya (Al-Kitab dan As-Sunnah) mereka 
berhujjah (berdalih) dengan madzhab-madzhab, syaikh-syaikh, bapak-bapak dan 
nenek moyang mereka.

4. Menyerupai Orang-Orang Kafir
Hal ini merupakan penyebab paling kuat yang dapat menjerumuskan kepada bid'ah, 
sebagaimana disebutkan dalam hadits Abi Waqid Al-Laitsy berkata.

"Kami pernah keluar bersama Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menuju 
Hunain dan kami baru saja masuk Islam (pada waktu itu orang-orang musyrik 
mempunyai sebuah pohon bidara) sebagai tempat peristirahatan dan tempat 
menyimpan senjata-senjata mereka yang disebut dzatu anwath. Kami melewati 
tempat tersebut, lalu kami berkata :" Ya Rasulullah buatkanlah untuk kami dzatu 
anwath sebagaimana mereka memiliki dzatu anwath, lalu Rasulullah Shallallahu 
'alaihi wa sallam bersabda : "Allahu Akbar ! Sungguh ini adalah kebiasaan buruk 
mereka, dan demi yang jiwaku di tangannya, ucapan kalian itu sebagaimana ucapan 
Bani Israil kepada Musa 'Alaihi Sallam :

"Artinya : Hai Musa, buatlah untuk kami sebuah ilah (berhala) sebagaimana 
mereka mempunyai beberapa ilah (berhala)". [Al-A'raf : 138]

Lalu Musa bersabda : "Sungguh kamu sekalian mengikuti kebiasaan-kebiasaan 
sebelum kamu".

Di dalam hadits ini disebutkan bahwa menyerupai orang-orang kafir itulah yang 
menyebabkan Bani Israil dan sebagian para sahabat Nabi Shallallahu 'alaihi wa 
sallam menuntut sesuatu yang buruk, yakni agar mereka dibuatkan tuhan-tuhan 
yang akan mereka sembah dan dimintai berkatnya selain Allah Ta'ala. Hal ini 
jugalah yang menjadi realita saat ini. Sungguh kebanyakan kaum muslimin telah 
mengikuti orang-orang kafir dalam amalan-amalan bid'ah dan syirik, seperti 
merayakan hari-hari kelahiran, mengkhususkan beberapa hari atau beberapa minggu 
(pekan) untuk amalan-amalan tertentu, upacara keagamaan dan 
peringatan-peringatan, melukis gambar-gambar dan patung-patung sebagai 
pengingat, mengadakan perkumpulan hari suka dan duka, bid'ah terhadap jenasah, 
membuat bangunan di atas kuburan dan lain sebagainya.


[Disalin dari buku Al-Wala & Al-Bara Tentang Siapa Yang Harus Dicintai dan 
Harus Dimusuhi oleh Orang Islam, oleh Syaikh Shalih bin Fauzan bin Abdullah 
Al-Fauzan, terbitan At-Tibyan hal. 59 - 65, penerjemah Endang Saefuddin]



                
---------------------------------
Yahoo! Mail
Bring photos to life! New PhotoMail  makes sharing a breeze. 

[Non-text portions of this message have been removed]



 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/keluarga-sejahtera/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke