Wasiat : Menuntut Ilmu Adalah Pondasi Dalam Memperbaiki Taubatmu

  
 WASIAT EMAS BAGI PENGIKUT MANHAJ SALAF


Oleh :
Abu Abdillah Ahmad bin Muhammad asy-Syihhi -Hafidhahullahu-
Bagian Ketiga dari Enam Tulisan [3/6]




WASIAT KEDUA :
MENUNTUT ILMU ADALAH PONDASI DALAM MEMPERBAIKI TAUBATMU

Ilmu adalah pondasi/asas dalam memrperbaiki taubatmu, yang demikian itu karena 
dua perkara : 

Pertama : Syubhat itu kebanyakan menempel di relung hati dan akalmu, jika kamu 
tidak menghilangkannya dengan ilmu yang bermanfaat maka kamu akan senantiasa 
dibayangi oleh syubhat tersebut dalam setiap perkataan, perbuatan dan 
keadaaanmu, bahkan dalam dakwahmu sebagaimana ini adalah fakta kebanyakan dari 
manusia yang meloncat dari taubat langsung berdakwah, mereka menyeru kepada 
dakwah salafiyah tapi dicampuri dengan syubhatnya Ikhwanul Muslimin yang 
menyeru kepada persatuan (seluruh kelompok sesat-pent), atau kepada quthbiyah 
yang menyeru kepada pengkafiran (kaum muslimin-pent), atau kepada sururiyah 
hizbiyah, bungkusnya salafiyah tapi bau dan rasanya tidak demikian, maka dakwah 
mereka kepada salafiyah tercampur dengan manhaj/metode tertentu dengan dasar 
syubhat yang senantiasa menemaninya sebelum bertaubat dan belum dimusnahkan : 

Yang ini menyeru kepada kepemimpinan dalam berdakwah ….

Yang lain menghancur leburkan sebagian pokok manhaj salafi dengan alasan hal 
tersebut menyebabkan kerasnya hati, atau memutuskan hubungan persaudaraan …

Yang lain lagi mengikrarkan pemikiran-pemikiran quthbiyah …..

Yang lain lagi menyeru kepada hizbiyah ….. 

Yang lain lagi membawa pemikiran tahyijiyah (seperti khowarij yang menyeru 
untuk keluar dari daulah islam atau demontrasi -pent) ….

Dan yang lain menggembar-ngemborkan persatuan ….

Semua itu diatas namakan salafiyah, kepada Allahlah aku mengeluh, inna lillahi 
wa inna ilaihi raji’un.

Kedua : Kadang-kadang syubhat itu mengombang ambingkanmu, lalu merubah arahmu 
dalam bertaubat/kembali ke salafiyah, sehingga kamu menjadi bingung atau kamu 
menyeru kepada syubhat itu sedang kamu merasa benar padahal itu adalah 
kebatilan yang jelas.

Berapa banyak orang yang mengaku-ngaku salafi dan berilmu yang 
mempermainkan/mengombang-ambingkan para pemuda yang baru bertaubat kepada 
Allah. Yang demikian itu karena mereka tidak menuntut ilmu yang bermanfaat, 
atau tidak bertanya kepada ahli ilmu dari kalangan Ahlus Sunnah wal Jama’ah.

Maka wajib bagimu wahai orang yang bertaubat –semoga Allah memberimu taufik- 
untuk menuntut ilmu yang bermanfaat, karena hal itu dapat memperbaiki taubatmu, 
meluruskan jalanmu, denganyalah kamu akan selamat dari syubhat dan dari 
ketergelinciran, dan kamu akan terhindar dari jaring-jaring perangkap dengan 
seidzin Allah dan taufik-Nya.

Adapun dalil-dalil mengenai keutamaan ilmu dan ulama’ maka hal ini sangatlah 
dikenal, aku akan sebutkan sebagiannya yaitu :

Firman Allah ta’ala : Allah menyatakan bahwasannya tidak ada yang berhak 
disembah dengan benar melainkan Dia. Yang menegakkan keadilan. Para malaikat 
dan orang-orang berilmu juga menyatakan yang demikian itu. Tidak ada yang 
berhak disembah dengan benar melainkan Dia, Yang Maha perkasa lagi Maha 
bijaksana [Ali Imron : 18]

Dan firman Allah ta’ala : Sesungguhnya yang takut kepada Allah dari hamba-Nya 
adalah para ulama’ [Fathir : 28]

Dan firman-Nya : Allah mengangkat orang-orang beriman diantara kalian dan yang 
memiliki ilmu beberapa derajat [Al-Mujadilah : 11]

Dan firman Allah ta’ala ketika Dia memberi nikmat kepada Nabi-Nya 
–shallallahu alaihi wa sallam- dengan diturunkan kepadanya al-Qur’an dan 
as-Sunnah, serta penjagaan Allah bagi beliau dari menyesatkan manusia : 
Sekiranya bukan karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepadamu, tentulah 
segolongan dari mereka berkeinginan keras untuk menyesatkanmu. Tetapi mereka 
tidak menyesatkan melainkan dirinya sendiri, dan mereka tidak dapat 
membahayakanmu sedikitpun kepadamu. Dan juga karena Allah telah menurunkan 
kitab dan hikmah (sunnah) kepadamu, dan telah mengajarkanmu apa yang belum kamu 
ketahui. Dan adalah karunia Allah sangat besar atasmu [An-Nisa’ : 113]

Jika kamu –wahai oang yang bertaubat- telah mengetahui pentingnya ilmu dan 
keutamaannya, serta bahayanya melalaikan ilmu. Maka ketahuilah bahwa ilmu yang 
(harus) kamu pelajari pertama kali adalah :


[Dialihbahasakan dari : al-Washayya as-Saniyyah lit-Ta`ibi as-Salafiyyah Oleh 
Abu Abdillah Ahmad bin Muhammad asy-Syihhi -Hafidhahullahu-, Alih Bahasa :
Abu Abdirrahman as-Salafy, Lc]
  



  



                
---------------------------------
Love cheap thrills? Enjoy PC-to-Phone  calls to 30+ countries for just 2¢/min 
with Yahoo! Messenger with Voice.

[Non-text portions of this message have been removed]



 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/keluarga-sejahtera/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke