Kita harus bulat mendukung dan membantu Palestina. Berlarut-larutnya masalah kebebasan atau belum terwujudnya kemerdekaan Palestina dari penjajah dan penyerang Yahudi Israel ada kemungkinan besar karena kita sesama saudara muslim belum "bulat" mendukung dan membantu Palestina.
Kita bisa dapatkan sebagian saudara muslim kita berpendapat sebagai berikut: - Warga muslim Palestina harus meninggalkan negerinya dan hijrah ke negara lain - Kami berwasiat kepada saudara-saudara kami kaum muslimin di Palestina untuk bertakwa kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya. - Demo membela saudara muslim Palestina termasuk membuat kerusakan di muka bumi. - Kenapa sih Palestina dipikirin, mereka itu kan sering berbuat maksiat Perhatikan pendapat terakhir, khususnya "mereka itu kan sering berbuat maksiat" Apa yang terlintas di pikiran antum ketika membaca kalimat tersebut ? Berapa banyakkah kemungkinan saudara-saudara muslim kita yang berpikiran/berpendapat/berpemahaman seperti itu ? Mengapa mereka merasa berhak atau gemar "menilai" saudara muslim lain, seolah-olah mewakili Allah ? Apakah mungkin pemikiran seperti itu yang menyebabkan tidak tegaknya Ukhuwah Islamiyah sehingga permasalahan Palestina, Afghanistan, Somalia dan lain-lain belum terselesaikan ? Tanpa kita sadari, kita diadu domba oleh orang-orang yang memusuhi kaum mukmin, sebagaimana saya uraikan dalam tulisan pada http://mutiarazuhud.wordpress.com/2010/06/01/kita-diadu-domba/ Dengan adanya pemikiran/pemahaman bahwa "mereka itu kan sering berbuat maksiat" sebagai bukti bahwa kita diadu domba oleh orang-orang yang memusuhi orang yang beriman. Orang-orang yang memusuhi orang-orang yang beriman, sebagaimana yang disampaikan Allah dalam firmanNya yang artinya, "Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik" (Al Maaidah: 82). Sadarlah saudara-saudaraku, bahwa ghazwul fikri / perang pemikiran telah diupayakan oleh orang-orang yang memusuhi kaum mukmin. orang beriman. Ingatlah selalu, setiap muslim yang telah bersaksi Laa Ilaha Illallah, tidak akan "menilai" atau bahkan memusuhi saudara muslim lainnya, kecuali mereka yang telah gagal "bersaksi" atau tidak paham dengan yang dimaksud "bersaksi". Hati-hatilah jika antum mempunyai "rasa benci" atau "rasa permusuhan" terhadap sesama muslim karena sesungguhnya tidak bisa bercampur antara haq dan bathil. Pahamilah firman Allah yang artinya "Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara...." ( Qs. Al-Hujjarat :10) Jika tidak peduli saudara-saudara muslim lainnya, mungkin berarti karena lebih cinta dunia, merasa aman dengan kedudukan, kekuasaan, harta dan kehidupan di dunia yang sementara ini. Wassalam Zon di Jonggol http://mutiarazuhud.wordpress.com

