Yup, untung dapet kerja remote, jd masih bisa tetep d Kendal.
Lg mikir potensi kota Kendal apa y

--- On Fri, 9/5/08, Budi Yuwono <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: Budi Yuwono <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Re: [kendal-online] Bioethanol dari Singkong
To: [email protected]
Date: Friday, September 5, 2008, 11:59 PM










    
            Assalamu'alaikum Wr...Wb...
Buat pencinta milist Kendal-Online
Mengikuti milist yang ada setiap hari, saya terkesan kalau anak-anak Kendal 
sangat berpotensi dan cerdas-cerdas dalam menimba ilmu dan berkarya, tp 
alangkah baiknya jika semua itu dapat membantu dan memajukan kota kendal yang 
masih jauh dari apa yang kita harapkan bersama, saya mengerti anak2 asli kendal 
sekarang ini telah banyak yang berhasil di perantauan bahkan di negeri orang 
dan sdh banyak anak asli kendal yang memperoleh gelar profesor, di milist ini 
saja banyak para pakar baik yang masih sedang memperdalam ilmu maupun yang sdh 
banyak karyanya. Anak asli kota kendal ada yang ahli fisika, kimia, biologi, 
teknik baik listrik maupun mesin, sosial, budaya dan masih banyak ilmu2 lain, 
coba buat semacam wadah para pakar
 atau cendikiawan putra dan putri kota kendal yang siap memberikan kontribusi 
buat kota kelahirannya. Negara akan maju karena rakyatnya, demikian juga Kota 
akan berkembang karena penduduknya dan sumbangsih anak-anak kotanya.
Ayo kita mulai sudah cukup banyak anak-anak asli kelahiran kota ini waktunya 
membangun kotanya dan desanya.


Matur nuwun
Budi Y

----- Original Message ----
From: ery wijaya <muh_ery_wijaya@ yahoo.co. uk>
To: kendal-online@ yahoogroups. com
Sent: Saturday, September 6, 2008 11:24:32 AM
Subject: Re: [kendal-online] Bioethanol dari Singkong









    
            Aku masih 22 kok mas, masih muda belia 
 Best Regard, 


Ery Wijaya
http://erywijaya. wordpress. com/


  

----- Original Message ----
From: TIGOR OSEANIKA <mechabytes2@ yahoo.com>
To: kendal-online@ yahoogroups. com
Sent: Saturday, 6 September, 2008 11:12:26
Subject: Re: [kendal-online] Bioethanol dari Singkong









    
            Y jangan smuany d handle, masak ampe nanem singkong sgala, ambil 
source yg udah ad aj.
Saya g tertarik cuman jd peneliti atau employee. Tp dua2nya science dan 
komersialisasi. Klo PLC/SCADA kan mahal. aq lebih suka mikrokontroler dan FPGA, 
slaen murah bisa integrate ma PC/ device lain, lebih bisa d custom. Maklumlah 
masih level starter modal sekecil mungkin.

Itulah menyedihkannya negara kita, kita yg meneliti memanfaatkan negara lain. 
negara kita emng kekurangan entrepeneur siy, y kacau klo smua pengen jd pegawai.
Jangan lupa penelitian2 besar dunia sebagian besar berawal dari
 garasi rumah, bukan dari laboratorium besar dan canggih.

Kayany aq baru bisa mule awal taon. lg ad deadline, sambil jalan aj

Saya masih 24th masih banyak blajar dr mas2. Salam kenal smuany, baru nyadar 
nih isiny sesepuh smua.

Cheers

Tigor



--- On Thu, 9/4/08, ery wijaya <muh_ery_wijaya@ yahoo.co. uk> wrote:
From: ery wijaya <muh_ery_wijaya@ yahoo.co. uk>
Subject: Re: [kendal-online] Bioethanol dari Singkong
To: kendal-online@ yahoogroups. com
Date: Thursday, September 4, 2008, 5:04 PM







    
            Ya tiap orang kan ada dalam posisinya masing2 dan itu juga sebuah 
pilihan, gak mungkin to dari hulu ke hilir smuanya mesti ditangkap (dikerjain 
smuanya), adakalanya kita mesti memilih berada pada posisi tertentu untuk 
menghasilkan sesuatu yang terbaik (ini prinsip yang kadang sering dilupakan 
orang kita ). 

Ya mungkin temenku itu lebih memilih hanya berada di balik meja aja, alias 
peneliti dan selebihnya mungkin dia akan lebih suka diserahkan pihak lain. 
Mungkin juga alasannya kurang bisa berbisnis atau mungkin juga dia ingin lebih 
fokus jadi peneliti. Ada kepuasan lain yang ingin diraih, contohnya Pak Mudasir 
biarpun penelitiannya udah banyak sampe jadi Profesor beliau tetep aja tuh 
milih jadi peneliti n dosen kagak malah
 milih jadi pengusaha, padahal saya yakin klo hasil-hasil penelitian beliau 
bisa dibisniskan dsbnya.

Oh dl di ST3, smoga aja deh pada ketularan anak2 ITB yang mental n bakatnya 
jadi entrepeneur kayak Pak Siswono itu. Klo emang bisa sistem kontrol n 
monitoring mungkin malah akan lebih bagus bikin peralatan kontrol untuk 
produksi bioethanol, biar serba otomatis, mungkin pake PLC, DCS, atau bahkan 
SCADA   jadi hasilnya bisa maksimal.

*mantan instrument and control system engineer
 Salam, 


Ery Wijaya
http://erywijaya. wordpress. com/


  

----- Original Message ----
From: TIGOR OSEANIKA <mechabytes2@ yahoo.com>
To: kendal-online@ yahoogroups. com
Sent: Friday, 5 September, 2008 1:51:14
Subject: Re: [kendal-online] Bioethanol dari Singkong









    
            Aq mhs ST3 bdg, dah kerja. aq g ngerti masalah bioethanol babar 
blas, cuman klo d liat2 kynya g terlalu susah, basicny ky bikin tape yah. Aq 
ngerti masalah sistem kontrol ma monitoring doank, kli aj bisa d kombi, soalnya 
mubajir klo riset yg dulu g kepake
Kli aj bisa ngasilin $, asal permintaan pasar bagus kayany oke tuh
qoute:
"klo tahap risetnya seh aku kira dah clear" kok g d jual sih?
Klo d liat pengusaha brazil d youtube, tu modalnya cuman tebu, y namany usaha 
harus d itung jg untung ruginya siy, cari2
 info. Masa slamanya jd pegawai


Thanks,

Tigor

--- On Thu, 9/4/08, ery wijaya
 <muh_ery_wijaya@ yahoo.co. uk> wrote:
From: ery wijaya <muh_ery_wijaya@ yahoo.co. uk>
Subject: Re: [kendal-online] Bioethanol dari Singkong
To: kendal-online@ yahoogroups. com
Date: Thursday, September 4, 2008, 11:40 AM







    
            Klo bikin ethanol dari 95 atau berapapun ke 99,99% seh banyak 
caranya. Mungkin bisnisnya aja yang belum terlaksana, klo tahap risetnya seh 
aku kira dah clear, btw mas Tigor ini mahasiswa mana ya?atau udah kerja?
 Best Regard, 


Ery Wijaya
http://erywijaya. wordpress. com/


 
 

----- Original Message ----
From: TIGOR OSEANIKA <mechabytes2@ yahoo.com>
To: kendal-online@ yahoogroups. com
Sent: Thursday, 4 September, 2008 23:37:20
Subject: Re: [kendal-online] Bioethanol dari Singkong









    
            Kayany masalahnya d 99%, ok deh mas mungkin thn depan baru 
ngrintis(blajar dulu). minta imelnya anak UGMny dunk. gw yakin masalahnya g 
smudah itu. pasti ada faktor x teknisnya, namany jg usaha

--- On Thu, 9/4/08, ery wijaya <muh_ery_wijaya@ yahoo.co. uk> wrote:
From: ery wijaya <muh_ery_wijaya@ yahoo.co. uk>
Subject: Re: [kendal-online] Bioethanol dari Singkong
To: kendal-online@ yahoogroups. com
Date: Thursday,
 September 4, 2008, 11:25 AM







    
            Klo saya pikir saat ini ethanolnya aja yang masih menjanjikan 
soalnya dibutuhkan banyak industri mulai dari kosmetik sampe makanan n 
kesehatan (rumah sakit, puskesmas) nah klo untuk bensin ya cuman oke untuk 
dipakai sendiri, soalnya harga jualnya masih lebih mahal dibanding bensin, atau 
kecuali mo jual seharga bensin atau dibawah harga bensin.

Ada satu mahasiswa teknologi pertanian UGM asal kendal yang tahun lalu 
memenangkan kejuuaraan inovasi teknologi di Jogja dengan membuat bioethanol 
ini, tapi sampe sekarang juga belum sempat produksi masih sibuk cari tempat 
kuliah baru kayaknya (s2 maksudnya), monggo klo emang ada yang tertarik bisnis 
bisa hub dia, kontaknya japri ke saya
 Best Regard, 


Ery Wijaya
http://erywijaya. wordpress. com/


  

----- Original Message ----
From: TIGOR OSEANIKA <mechabytes2@ yahoo.com>
To: kendal-online@ yahoogroups. com
Sent: Thursday, 4 September, 2008
 23:17:06
Subject: Re: [kendal-online] Bioethanol dari Singkong









    
            Wew...thx infonya. kebetulan aq mo experiment bisnis ini(lg 
ngumpulin modal:])
bahan bukan cuma singkong jagung, gula, rumput dll. yg penting ada karbohidratny
cek this:
http://www.youtube. com/watch? v=59R-NqykoXs
http://www.youtube. com/watch? v=lTu5apw7AjQ

Klo dr vidnya 80%ethanol sisany BBM, kayany menjanjikan
Aq g tau teknisnya tp kayany cocok buat bisnis kendal:] nice

--- On Thu, 9/4/08, ery wijaya <muh_ery_wijaya@ yahoo.co. uk> wrote:
From: ery wijaya <muh_ery_wijaya@ yahoo.co. uk>
Subject: [kendal-online] Bioethanol dari
 Singkong
To: kendal-online@ yahoogroups. com
Date: Thursday, September 4, 2008, 11:04 AM







    
            Mas Agus ini saya dapat artikel di Majalah Trubus, kalau versi 
aslinya ada gambarnya, mungkin mas Agus bisa pinjam siapa saja yang 
berlangganan Trubus, kalau memang mas Agus gak punya kenalan yang berlangganan 
Trubus bisa hubungi rumah saya, kebetulan mas saya pelanggan setia Trubus, 
soalnya pas pulang kemaren saya pernah baca artikel ini. Rumah saya Plantaran 
mas, gangnya deket balai desa, nama kampungnya Tangkisan... .klo tertarik mau 
pinjam n copy artikel aslinya dari majalah trubus silahkan hub sya via Japri 
nanti saya kasih no kontak mas saya.

                    Singkong diolah menjadi bioetanol, 
pengganti premium. Menurut Dr Ir Tatang H Soerawidjaja, dari Tcknik
Kimia Institut Teknologi Bandung (ITB), singkong salah satu sumber
pati. Pati senyawa karbohidrat kompleks. Sebelum  difermentasi,  pati diubah 
menjadi glukosa, karbohidrat yang lebih sederhana. Untuk mengurai pati, perlu 
bantuan cendawan  Aspergillus  sp. Cendawan itu menghasilkan enzim alfamilase 
dan gliikoamilase yang  berperan  mengurai pati menjadi glukosa alias gula 
sederhana. Setelah menjadi gula, bam difermentasi menjadi etanol.               
      
Lalu bagaimana cara mengolah singkong menjadi etanol? Berikut
Langkah-langkah pembuatan bioetanol berbahan singkong yang dilerapkan
Tatang H Soerawidjaja. Pengolahan berikut ini berkapasitas 10 liter per
hari.
   Kupas 125 kg singkong segar, semua jenis dapal dimanfaatkan. Bersihkan dan 
cacah berukuran kecil-kecil.Keringkan singkong yang telah dicacah hingga kadar 
air maksimal 16%.
Persis singkong yang dikeringkan menjadi gaplek. Tujuannya agar lebih
awet sehingga produsen dapat menyimpan sebagai cadangan bahan baku.Masukkan 25 
kg gaplek ke dalam tangki stainless si eel berkapasitas 120 liter, lalu 
tambahkan air hingga mencapai volume 100 liter. Panaskan gaplek hingga 100"C 
selama 0,5 jam.  Aduk rebusan  gaplek sampai menjadi bubur dan 
mengental.Dinginkan bubur gaplek, lalu masukkan ke dalam langki sakarifikasi.
Sakarifikasi adalah proses penguraian pati menjadi glukosa. Setelah
dingin, masukkan cendawan Aspergillus yang akan memecah pati menjadi glukosa.  
Untuk  menguraikan 100 liter bubur pati singkong. perlu 10 liter larutan 
cendawan Aspergillus atau 10% dari total bubur. Konsentrasi cendawan mencapai 
100-juta sel/ml. Sebclum digunakan, Aspergilhis dikuhurkan pada bubur gaplek 
yang telah dimasak tadi agar adaptif dengan sifat kimia bubur gaplek. Cendawan 
berkembang biak dan bekerja mengurai pati.Dua jam kemudian, bubur gaplek 
berubah menjadi 2 lapisan: air dan
endapan gula. Aduk kembali pati yang sudah menjadi gula itu, lalu
masukkan ke dalam tangki fermentasi. Namun, sebelum difermentasi
pastikan kadar gula larutan pati maksimal 17—18%.. Itu adalah kadar gula
maksimum yang disukai bakteri Saccharomyces unluk hidup dan
bekerja mengurai gula menjadi alkohol. Jika kadar gula lebth tinggi,
tambahkan air hingga mencapai kadar yang diinginkan. Bila sebaliknya,
tambahkan larutan gula pasir agar mencapai kadar gula maksimum.Tutup rapat 
tangki fermentasi untuk mencegah kontaminasi dan Saccharomyces 
bekerja mengurai glukosa lebih optimal. Fermentasi berlangsung anaerob
alias tidak membutuhkan oksigen. Agar fermentasi optimal, jaga suhu
pada 28—32"C dan pH 4,5—5,5.Setelah 2—3 hari, larutan pati berubah menjadi 3 
lapisan. Lapisan
terbawah berupa endapan protein. Di atasnya air, dan etanol. Hasil
fermentasi itu disebut bir yang mengandung 6—12% etanol.Sedot larutan etanol 
dengan selang plastik melalui kertas saring berukuran 1 mikron untuk menyaring 
endapan protein. Meski telah disaring, etanol masih bercampurair. Untuk 
memisahkannya,
lakukan destilasi atau penyulingan. Panaskan campuran air dan etanol
pada suhu 78"C atau setara titik didih etanol. Pada suhu itu etanol
lebih dulu menguap ketimbang air yang bertitik didih 100°C. Uap etanol
dialirkan melalui pipa yang terendam air sehingga terkondensasi dan
kembali menjadi etanol cair.Hasil penyulingan berupa 95% etanol dan tidak dapat 
larut dalam
bensin. Agar larul, diperlukan etanol berkadar 99% atau disebut etanol
kering. Oleh sebab itu, perlu destilasi absorbent. Etanol 95% itu
dipanaskan 100"C. Pada suhu ilu, etanol dan air menguap. Uap keduanya
kemudian dilewatkan ke dalam pipa yang dindingnya berlapis zeolit atau
pati. Zeolit akan menyerap kadar air tersisa hingga diperoleh etanol
99% yang siap dieampur denganbensin. Sepuluh liter etanol 99%,
membutuhkan 120— 130 lifer bir yang dihasilkan dari 25 kg gaplek.               
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                     Tanggal Tayang : 12-1-2007
  Sumber : Trubus 
 
Best Regard, 


Ery Wijaya
http://erywijaya. wordpress. com/


  






      
      


         
        
        


      
      


        
        





      
      


         
        
        


      
      


        
        





      
      


         
        
        


      
      


        
        





      
      


         
        
        


      
      


        
        





      
      


        
        


      
      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      

Kirim email ke