Bulan ramadhan ini, Fulan menjalaninya seperti ritual tahunan sebelumnya. Wajib 
makan saat berbuka dan sahur. Kadang waktu habis buat berlama-lama tidur. 
Sebaiknya menyempatkan sholat tarawih, walau malas benar kalau harus ke Masjid. 
Fulan lebih enak mengatur waktu sendiri.
Awal memasuki hari pertama puasa, istrinya menyapa :
"Sudah sholat tarawih, Mas?", tanya sang istri mengingatkan.
"Ntar aja, masih kekenyangan nich!", jawab Fulan setengah malas. Sang istri 
tersenyum mesra sambil meneruskan obrolan.
"Suamiku jangan gitu donk, ini bulan ramadhan, Mas. Kesempatan kita 
memperbanyak ibadah. Makanya kalo berbuka jangan kebanyakan. Ntar abis isya dan 
tarawihan, makannya bisa dilanjut lagi khan..." Jelas sang Istri penuh welas 
asih.
"Iya juga, sich!", jawab Fulan singkat, karena tidak ada lagi kata bantahan.
"Nah, kalau malem udah tarawih, menjelang sahur khan bisa sholat tasbih dan 
tadarusan", kata sang Istri.
"Sholat tasbih? gimana tuch?", tanya Fulan penasaran.
"Gampang kok, totalnya 4 rakaat. Kalo siang bisa 4 rakaat langsung. Kalo malam 
2 rakaat, 2 rakaat", jawab sang Istri.
"Bacaannya?", tanya Fulan lagi.
"Sama aja, cuma bedanya perlu ditambahkan subhanallah wal hamdulillah wala 
ilaha illallahu wallahu akbar, la haula wala kuwata illa billahil aliyyul 
adziem", jelas sang Istri
"mBacanya pas dimananya?", tanya Fulan semakin ingin tahu
"pertama setelah baca al fatehah dan surat, ucapkan tadi 15 x. kemudian saat 
ruku`, i`tidal, sujud, duduk diantara dua sujud, sujud kedua, dan duduk sebelum 
berdiri dan setelah bacaan attahiat akhir masing-masing dibaca 10 x. Total 
selama sholat 4 rakaat itu dibaca 300x", jelas sang Istri.
"Kayaknya sich bacaannya pendek dan mudah dihafal, aku coba deh...", jawab 
Fulan bersemangat.
"Duh, suamiku memang luar biasa. Aku bangga jadi istrimu, Mas..", rayu sang 
Istri
Fulan hanya bisa tersenyum mesra. Walau tahu Istrinya menyuruh, ucapan itu 
berasa siraman air pelepas dahaga.
"Ohya, kalo pagi, sempatkan sholat Dhuha ya Mas. cukup 2 rakaat kok. Bacaannya 
sama, hanya baca suratnya salah satu pake Wadhuhaa itu loh!", kata sang Istri 
lagi.
"Duh, satu-satu donk.....," Jawab Fulan memelas seperti anak kecil.
"Yaaa......, aku percaya kok sama Suamiku!", rayu sang Istri lagi.
Gleks.., abis dah gua!, gerutu si Fulan dalam hati.
 
Waktu berlalu. Fulan mulai mempraktekan semua nasehat istrinya. Untuk tadarus, 
dia lebih suka membaca surat Yasiin. Bahkan setengah mewajibkan diri sendiri, 
untuk mebaca surat itu 1 x sehari. Kalau mencoba membaca surat lain, biasanya 
mentok di beberapa halaman saja.
Untuk sholat tasbih, bacaan tambahan memang singkat. Tetapi ketika dibaca 
sekian kali, terasa lama juga. Terutama saat rukuk dan sujud. Sampai-sampai 
Fulan dapat merasakan kulit wajah terasa gatal akibat percikan air wudhu mulai 
mengering. Tadinya dia pikir karena wajahnya memang benar-benar gatal. Setelah 
beberapa kali, dia baru sadar bahwa menguapnya air meninggalkan permukaan kulit 
wajah juga memberikan sensasi rasa agak gatal. Untuk menyelesaikan 4 rakaat 
sholat tasbih, bisanya butuh waktu minimal 20 menit. Cukup lama juga, karena 
biasanya Fulan menyelesaikan sholat fardhu hanya 5 menitan.
 
Demikianlah, Fulan kadang merasa asyik dengan tambahan ibadah pengisi romadhon 
ini. Namun paling sulit adalah untuk mempertahankan ritme. Kadang kesibukan dan 
kemalasan menjadi musuh utama untuk mempertahankannya.
Satu hal, Fulan menjalankan ini semua malah kadang terlupa untuk menanyakan 
"untuk apa?", apakah untuk menambah rizki atau apa. Yang jelas, ibadah mampu 
membersihkan hati dalam mengarungi kehidupan ini.
 


      

Kirim email ke