Wah.. wah....., pak Asmu'ie ini daya ingatnya luar biasa.... Masih bisa 
menyebut dengan rinci "kenampakan" Kendal tempo doeloe....
 
Terkadang memang terbersit juga rasa nglangut, wajah Kendal tempo doeloe itu 
sekarang sudah hilang, sudah berubah, sepertinya ada yang hilang. Padahal ya 
memang jaman sudah berganti. Untuk teman-teman milis yang tergolong generasi di 
bawah pak Asmu'ie, memang sulit membayangkan apa yang diceritakan oleh pak 
Asmu'ie. Kebanyakan pasti tidak nyambung. Seolah ada penggalan kisah yang 
terputus.....
 
Barangkali tinggal masjid besar dan Toko Buku saja yang masih bisa ditemui 
kalau pak Asmu'ie sekarang kondur (pulang) ke Kendal.
 
Taman Komala Putra sekarang sudah tidak ada, sudah berganti dengan bangunan 
(saya lupa kantor apa). Padahal di sana dulu ada taman bermain yang teduh, 
lengkap dengan ayunan, ada taman lalulintas. Meskipun jelek, tapi di sanalah 
anak-anak suka bermain dan bergembira.
 
Terminal Kendal (yang dimaksud oleh pak Asmu'ie) dulu orang 
menyebutnya Stanplat, sekarang sudah berubah total, hilang. Sempat berganti 
dengan pertokoan Kendal Permai, lalu kini menjadi kawasan terbuka.
 
Stasiun Kendal Alun-alun (yang dimaksud oleh pak Asmu,ie) dulu orang 
menyebutnya Halte. Memang sayang sekali, kalau Stasiun Kendal yang berlokasi di 
Jalan Raya Barat (baratnya Kali Buntu yang tidak buntu) ini tidak terawat. Ide 
yang bagus untuk dilestarikan, mengingat banyak bangunan lama di Kendal yang 
kini satu demi satu "dimoderenkan", termasuk banguan tua Rumah Sakit Kendal 
yang setelah dibangun-ulang malah dadi wuelek tenan..... Jadi kawasan wisata 
kuliner, taman kota, atau apa pun asal bukan dibongkar dan tidak diurus.....
 
Toko Buku Kencana dan HN masih ada. Kebetulan TB Kencana ini milik Om saya 
(sekarang sudah almarhum). Saat saya SMP-SMA, seputar awal dekade 70-an, saya 
pernah membantu Om saya mengurusi toko ini. Jual koran, buku dan melayani 
pelanggan-pelanggan (jangan-jangan termasuk pak Asmu'ie.... he..he..). Ini juga 
menjadi pengalaman bisnis masa kecil saya.....
 
Saya pikir, ide bagus juga kalau teman-teman yang di Kendal sempat 
menginventaris bangunan-bangunan Kendal tempoe dulu yang sekarang masih ada. 
Nanti kita usulkan agar dapat dilestarikan.....      

Salam,
Yusuf
 

--- On Fri, 1/23/09, kutilang dara <[email protected]> wrote:

From: kutilang dara <[email protected]>
Subject: Bls: [kendal-online] Stasiun Kota Kendal
To: [email protected]
Date: Friday, January 23, 2009, 3:50 AM











doeloe ketika tahun 1960'an saya sering bermain ke kota kendal, tujuan antara 
lain :
-Taman Bacaan ,<depannya ada kolam air mancur> dekat alun alun.
-Taman Komala Putra <jln.Patih Notomudigdo/ depan polsekta Kendal>
-Mesjid Besar KOTA kendal.< di depan ada waroeng yg namanya "anggak'e>
-Terminal KOTA kENDAL.
-sTASIOEN 'kendal-aloen- eloen" <saya sering ngintip si tukang karcis> dan
  juga sambil ndelok wong turun dari sepur lan naik ke sepur mau kae.
-Toko Buku KENCANA/<kentjana>, sambil beli buku komik karya A.Kosasih
 <mahabrata-ramayana> dan bebrapa majalah bhs jowo : mekarsari,joyoboyo,
  PenyebarSemangat, dan beberapa buku novel bhs jawa karya :Any,Any 
asmara,WidiWidayat, Soepartobroto, dll.
 -SuaraMerdeka, Harian Tempo,Bahari. SketMassa,PanjiMasy arakat,MercuSuar 
,Harian Kami,DutamASYARAKAT ,DISKORINA, DISKOTIKA, aKTUIL,vARIA, sELECTA
juga saya dapatkan di TB.kENCANA,tOKO bUKU 'hn' dan Alfirdaus di Pegandon.
Moga saja Toko2 BUKU tsb  MASIH ADA hingga sekarang.
 
 
 
 
 


--- Pada Kam, 22/1/09, moh anto <anto_sarimanan@ yahoo.com> menulis:

 
Dari: moh anto <anto_sarimanan@ yahoo.com>
Topik: [kendal-online] Stasiun Kota Kendal
Kepada: kendal-online@ yahoogroups. com
Tanggal: Kamis, 22 Januari, 2009, 7:20 AM









Melihat kondisi bekas Stasiun Kota Kendal saat ini sungguh sangat tidak elok 
dipandang, kurang perhatian dari pemerintah daerah sehingga tidak terurus atau 
memang kepemilikan stasiun itu masih menjadi wewenang PJKA?
Bila ku boleh berandai-andai, alangkah eloknya apabila bekas staiun itu 
dijadikan pusat kuliner khas Kendal serta bangunan yang ada di pinggir jalan 
dijadikan semacam museum kecil tentang sejarah Kendal. Daripada pemkab Kendal 
bikin proyek yang mubazir layaknya Terminal bis di timur Weleri, iya kan?
Kemudian ada arena permainan untuk anak-anak, yah mungkin hanya sekedarnya 
karena lokasi yang harus berbagi dengan jalan masuk untuk rumah penduduk di 
utara stasiun.
Tapi mungkin ini cuma angan-angan tak sampai, mudah-mudahan di dengar......


Nama baru untuk Anda! 
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail. 
Cepat sebelum diambil orang lain! 



Nama baru untuk Anda! 
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail. 
Cepat sebelum diambil orang lain!
 














      

Kirim email ke