Sungguh prihatin juga ya..., kota kelahirannku sampai sekarang masih terus
menerus dilanda banjir, informasi saat ini katanya masih terus meluas, berita
radio maupun media massa terus menerus memberitakan banjir yang ada di kota
Semarang , Kendal dan sekitarnya, lalu lintas mengalami kemacetan mulai dari
Weleri hingga Semarang, bahkan informasi td pagi ketinggian air di jln. Raya
Kendal mencapai antara 50-60cm, sungguh sangat memprihatinkan karena jalur
alternatifpun yang membentang menghindari kota Kendal dari ketapang hingga
patebon kondisinya juga ternyata lebih parah dari jalur utamanya.
Sungguh malang kota ku yang telah melahirkanku selalu tidak pernah luput dari
bencana banjir musiman ini, tidak tahu harus bagaimana pemda setempat harus
berbuat, entah ini karena alam atau karena kerusakan yang diakibatkan
manusianya ataukah karena kebijakan pemerintah setempat yang memang kurang
tepat dan tidak pernah memikirkan dampak-dampak dari pembangunan yang telah
menjadi kebijaksanaannya. Yang jelas sampai detik ini kota Kendal tetap saja
kebanjirnan.
Saya jadi ingat masa kecilku di Kendal dulu, setiap musim hujan dan terjadi
banjir, di saat itu saya pasti ngak masuk sekolah atau kalaupun sudah jalan
menuju sekolah karena melihat banjir di sepanjang perjalananku, akhirnya
berputar haluan dan segera buat gethek ( rakit yang terbuat dari pohon pisang
), entah pohon pisang milik siapa yang penting besar, saya dan temen-temen main
tebang saja untuk di buat gethek, sungguh senang hatiku waktu itu seharian saya
bisa bermain-main menyusuri kebon-kebon hingga persawahan yang membentang luas
penuh air itu, tidak terpikirkan perasaan orang tua kita yang dengan cemas
memikirkan anaknya yang seharian tidak pulang-pulang hingga menjelang larut
malam. Tapi apa yang ada dalam pikiran kita waktu itu hanya kepuasan bermain
dan bermain yang jarang terjadi hingga membuat kita-kita lupa memikirkan
segalanya akan akibat permainan itu dan bahayanya selama bermain gethek itu.
Padahal tidak sedikit kita menemuin ular yang
besar, binatang-binatang yang berbahaya, dalamnya air dan resiko tenggelamnya
kita yang kebetulan jarak kita-kita dengan gethek lain cukup jauh-jauh. Belum
lagi dikejar-kejar oleh bapak petani yang sawahnya kebetulan kebanjiran dan
kita bermain gethek diatasnya.
He..he..he..., itu dulu masa kecilku antara SD sampai SMP maklum kebetulan
rumahku dekat dengan daerah yang kebanjiran walaupun daerahku ( rumahku )
sendiri tidak mengalami kebanjiran. Tidak terlintas waktu itu dalam pikiranku
bagaimana perasaan orang yang kebanjiran waktu itu, barang-barang seisi rumah
harus di kemas-kemas untuk di selamatkan, beratnya membersihkan lumpur pasca
banjir dan harus membereskan kembali barang-barangnya, belum lagi kerugian yang
dialami selama kebanjiran.
Aduh....ternyata mereka sangat menderita ya...., tapi ternyata kita-kita ini
yang ngak merasakan hanya bisa memanfaatkan situasi tersebut untuk kesenangan
diri sendiri atau hanya cuma jalan-jalan diair kesana kemari melihat-lihat
daerah yang banjir ( laksana pejabat daerah yang lagi inpeksi ) hingga malah
menambah keruwetan dan kemacetan di jalan, banyak yang ngak terpikirkan oleh
kita apa yang kita lakukan tidak dapat merubah kondisi tersebut karena memang
keadaan tersebut tidak menimpa kita.
Tapi sekali lagi sayang seribu sayang tohh akhirnya sampai sekarang banjir
tetap saja terjadi malah kian meluas dan terjadi terjadi lagi. Tidak terbanyang
olehku andaikata dari tahun ketahun terus banjir kian meluas, dari daerah yang
tadinya ngak kebanjiran hingga akhirnya harus mengalami musibah ini, apa
jadinya pembangunan ini kalau malah tidak bisa menata kondisi kota hingga
menjadi lebih baik lagi, tentunya tidak bisa donk disalahkan karena faktor
alam. Bencana alam yang terjadi tentunya bukan karena terjadi secara tiba-tiba
hal ini banyak di karenakan karena kerusakan alam dan tatanan alam yang sudah
tidak teratur.
Janganlah kita berpikir bahwa bencana itu bukan atau belum menimpa kita
selanjutnya kita masa bodoh dan tidak peduli karena itu bukan kita, akan tetapi
mulailah kita berpikir untuk kelestarian alam ini dan ciptakan lingkungan kita
dari mulai disekitar kita untuk tetap selalu peduli dan berorentasi jangka
panjang seakan-akan kita mau hidup seribu tahun lagi.
Thanks
salam
By