1. Begitulah pengaruhnya media terhadap masyarakat dunia sekarang ini,
   2. Yang bisa membawa sebuah masyarakat ke arah mana sekarang hanya media.
   3. Pengaruh media yang begitu dominan ini sudah diketahui dengan jelas
   oleh orang2 Yahudi, sehingga sekarang Yahudi menguasai hampir seluruh media
   di Amerika, rasanya keberhasilan Yahudi berpuluh2 tahun ke belakang sudah
   sangat tampak jelas, walau sekarang Yahudi sudah mulai kelihatan belangnya
   4. Maka berikutnya pelajaran buat kita adalah; ini waktunya berjuang
   melalui media, jika temen2 atau adik2 kita yang sedang sekolah di jurusan
   media silakan manfaatkan kesempatan baik ini untuk meraup keuntungan
   akhirat, jadilah wartawan yang menyampaikan berita positip ke arah perbaikan
   masyarakat, jadilah wartawan yang jujur jangan gunakan media sebagai titipan
   sebuah golongan, buatkan acara TV yang menarik buat segala umur tapi isinya
   pendidikan positip, rasanya contoh buat ini sudah ada DEDI MIZWAR misalkan
   karya-karya beliau terakhir selalu membawa sebuah pengarahan positip.

Mari.....


Pada 17 Maret 2009 11:35, ASROFI <[email protected]> menulis:

>
>    1. betul pak, acara TV sekarang memang tidak mendidik, ya namanya juga
>    TV buat bisnis tujuannya cari keuntungan bukan pahala seperti pengajiannya
>    pak kyai,
>    2. kalangan terdidik betul tidak suka dgn tayangan2 yg ga bermutu, akan
>    tetapi kalangan tidak terdidik dan orang awam, kaum ibu juga terkadang
>    termausk di dalamnya nontonya ya itu2 aja.. sinetron yg ga mutu
>    3. terus sekarang kebanyakan orang di indo kan yg terdidik dan engga
>    lbh banyak yg engga.... nah loe... terus ibu2 juga tuh kalo nontonnya
>    senetron yg ga mutu bagaimana dia bisa mendidik anak2nya kelak.. walhasil
>    anaknya ga mutu juga...  jadi lebih banyak manusia yg ga mutu
>    4. nah manusia kebanyakan ga mutu ini kan tar jadi pemilih wakil
>    rakyat.... silakan ditebak hasil pilihan wakil rakyat ini... wakil 
> rakyatnya
>    juga ga mutu... waduh.... serem amat nih... giman anih.. waduh.. ngeriiii
>    5. awas!!!!!!!!!!! ANDA SEDANG SAYA PENGARUHI VIRUS NEGATIV!
>    6. bersambung ke virus positif ya, saya ngopi dulu.
>
>
> Pada 17 Maret 2009 10:42, muhamad kundarto <[email protected]> menulis:
>
>    Entah perkembangan jaman yang memang sudah masanya.
>> Entah karena tuntutan pemirsa agar rating meningkat.
>> Entah pula karena penulis naskah yang bernafsu menggoncang jiwa pemirsa.
>>
>> Akhir-akhir ini adegan-adegan dalam sinetron TV cenderung membuat jantung
>> berdegub mendadak karena ritme cerita berubah frontal tiap hari. Peristiwa
>> tertabrak mobil, berlumuran darah, sakit kanker, meninggal, pembunuhan,
>> hamil diluar nikah, kawin muda, cerai sampai kekerasan fisik seperti
>> menempeleng; menjadi adegan yang bisa dilihat setiap hari. Dan hebohnya,
>> kadang si pelaku yang menempeleng ini kebanyakan merupakan kaum hawa, yang
>> secara pakem kahuripan berkonotasi kelembutan dan kehalusan. Ada apa ini?
>> apa terinspirasi geng pelajar yang melakukan adu jotos untuk seleksi anggota
>> barunya?
>>
>> Memang bagi orang-orang super sibuk dan kaum pinter biasanya jarang
>> menyentuh tontonan sinetron ini. Namun tak bisa dipungkiri bahwa banyak
>> ibu-ibu, pembantu, anak-anak dan mungkin juga bapak-bapak yang asyik
>> menonton sinetron tiap hari. Bahkan tidak jarang emosi mereka sering
>> 'tumpah' sesuai alur cerita.
>> Tayangan reality show juga dibuat mirip sinetron. Aib rumah tangga dibuka
>> tanpa tudung lagi dengan alasan ilmiah : demi mencari dimana anggota
>> keluarganya, demi mengetahui bagaimana sosok sebenarnya orang yang dia
>> cinta, dst.
>>
>> Kalau sudah begini, kita harus bagaimana? tayangan TV sudah masuk ke ruang
>> keluarga kita. Dalam keluarga pun rasanya jarang berantem gara-gara rebutan
>> tayangan. Pukul 18.00-23.00 mutlak dikuasai oleh beberapa sinetron. Memang
>> ada tayangan humor yang membuat rileks otot penat seharian tadi, tapi
>> agaknya masih kalah kuantitas dari jumlah tayangan sinetron-sinetron itu.
>>
>> Bagi yang menentang, mungkin suara hatinya mengeluarkan sumpah serapah,
>> tak tahu kemana harus mengadu dan bagaimana solusinya. Tapi bagi mereka yang
>> sudah tergiur dan terbius tayangan sinetron ini, segala macam agenda harus
>> disesuaikan dengan jadwal tayang sinetron. Memang sich, terkesan anggota
>> keluarga terlihat anteng di dalam rumah. Tapi tahukah kita bahwa secara
>> lambat dan pasti, tayangan itu akan mempengaruhi 'way of life' pemirsanya.
>> Pola hidup konsumerisme (baca: hidup untuk belanja) dan Pola hidup mewah
>> (baca: serba mercy euy!) adalah misi minimal yang terselubung dalam tayangan
>> itu.
>>
>> Mereka kadang gak sadar bahwa panjang pendeknya cerita akan tergantung
>> bagaimana ratingnya. Dulu ada Tersanjung sampai 5 episode, sekarang ada
>> Cinta Fitri 3, dst. Cerita akan sengaja dicampur aduk dan diperlama jika
>> memang pemirsa masih gandrung. Padahal yang menonton sudah geram setiap
>> hari, larut dalam emosi pemain sinetronnya.
>>
>> Weleh-weleh, trus njuk kepiye lelakone sesuk nggih.... (read: what next
>> ourlife?)
>>
>>
>> Ki Asmoro Jiwo
>>
>>  
>>
>
>
>
> --
> ASROFI
>
> Address 1 : Jl. RA Kartini No.14 Kebumen Sukorejo Kendal Jawa Tengah
> Address 2 : Jl. Attahiriyah No.33H Pejaten Barat Pasar Minggu Jakarta
> Selatan
> Address 3: Ds. Getas Blawong Rt.02 Rw.04 Pageruyung Kendal
>
> Mobile  : +6281 311 661 479
> Yahoo : asrofism
> G-Talk : [email protected]
> Email : [email protected]
> Blog : www.asrofi.web.id
> Office : www.sentraproperty.com
>



-- 
ASROFI

Address 1 : Jl. RA Kartini No.14 Kebumen Sukorejo Kendal Jawa Tengah
Address 2 : Jl. Attahiriyah No.33H Pejaten Barat Pasar Minggu Jakarta
Selatan
Address 3: Ds. Getas Blawong Rt.02 Rw.04 Pageruyung Kendal

Mobile  : +6281 311 661 479
Yahoo : asrofism
G-Talk : [email protected]
Email : [email protected]
Blog : www.asrofi.web.id
Office : www.sentraproperty.com

Kirim email ke