kalau emang kaya gitu kalau emang mauy pacaran ya tinggal suruh main keruahnya 
aja kan enak sebagai orang tuan bsia memantau hehehehehe 
--- Pada Kam, 9/4/09, TIGOR OSEANIKA <[email protected]> menulis:

Dari: TIGOR OSEANIKA <[email protected]>
Topik: Re: Bls: [kendal-online] Re: AYAT untuk Pacaran
Kepada: [email protected]
Tanggal: Kamis, 9 April, 2009, 8:45 PM











    
            
            


      
      Mas ta'aruf tu paling 3 bulan y? mas klo cocok nikah kan, bener g?


--- Pada Rab, 8/4/09, muhamad kundarto <mask...@yahoo. com> menulis:

Dari: muhamad kundarto <mask...@yahoo. com>
Topik: Re: Bls: [kendal-online] Re: AYAT untuk Pacaran
Kepada: kendal-online@ yahoogroups. com
Tanggal: Rabu, 8 April, 2009, 12:49 AM








    
            Kadang aku suka ngeledek adik2 mahasiswa yang ikut kelompok 
pengajian :
"emange kalo manggil ikhwan-akhwad itu lebih berpahala dibanding manggil 
mas-mbak?"
itu sekedar selentinganku aja agar jangan sampai kita terjebak pada "kata" yang 
digunakan, karena perintah dasarnya adalah "panggilan yang baik dan tidak 
menyakitkan hati", bukan dengan memakai bahasa arab atau bahasa lain.
 
Begitu juga dengan istilah pacaran atau taaruf. Jelas memang arti dan perilaku 
yang menjalani juga beda. Namun kadang adik2 pengajian suka berkelit pada 
hubungan pacaran yang mereka jalani dengan sebutan : " Khan kami sedang taaruf 
pak...". Nah loh?
 
Kalo saya lebih suka memberikan sesuatu secara tersirat karena pada hakekatnya 
manusia itu punya sifat senang dipuji dan tidak mau disalahkan.
Memang di ayat itu (Al Hujuraat : 13), lebih tepat menyebut kenal-mengenal (li 
taarofu, taaruf). Kenal mengenal yang benar jelas beda dengan kenal mengenal 
yang menyimpang, tapi khan sama-sama kenal-mengenal hehe.
Makanya guna menyadarkan mereka yang sudah latah dan bahkan penganut "sebelum 
nikah harus pacaran dulu" perlu diingatkan dengan ayat ini, dengan bahasa 
tersirat :
"Boleh aja pacaraaaaan, tapi.... semua yang dilakukan harus menuju ketaqwaan.."
 
Gitu loh......
 
/me kepaksa kultum (baca: mantan calon ustadz)
 
:P
Kun 

--- On Wed, 4/8/09, Fahri Risyad <nuha_kendal@ yahoo.co. id> wrote:


From: Fahri Risyad <nuha_kendal@ yahoo.co. id>
Subject: Bls: [kendal-online] Re: AYAT untuk Pacaran
To: kendal-online@ yahoogroups. com
Date: Wednesday, April 8, 2009, 9:55 AM









Yup! se-7 bgt, Pak Pur. Kalo pacaran adalah taaruf, mungkin bisa masuk ke ayat 
itu. Tapi kalo saya tanya cara pacaran anak2 sekarang, kayaknya gak bgt 
dikategorikan ke sana. Karena versi mereka pacaran adalah berdua-duaan, 
jalan-jalan gandengan tangan, berciuman, berpelukan, dst.dst.
Naa, yang begitu itu masuk juga dalam Al Quran, yaitu ayat wala taqrobuzina. 
karena jelas perilaku seperti itu termasuk kategori mendekati zina bahkan sudah 
masuk berzina. po ngono, po?
 
 
salam
Endang

--- Pada Rab, 8/4/09, vakvoer <pak...@gmail. com> menulis:


Dari: vakvoer <pak...@gmail. com>
Topik: [kendal-online] Re: AYAT untuk Pacaran
Kepada: kendal-online@ yahoogroups. com
Tanggal: Rabu, 8 April, 2009, 12:51 AM




Nuwun sewu .. kok jadi pengen ikut komentar ..
Mungkin ada baiknya didefinisikan dulu secara rinci dan komplit .. apa itu 
pacaran ? penjelasan memasukkan unsur ruang, waktu (jam, era/jaman), alat 
(perangkat), tindakan, ijin orang tua, biaya, lingkungan, dan kesehatan (jiwa 
dan raga). Penjelasan ini harus future proof, karena Al-Quran jelas future 
proof .. jadi biar nyambung gitu .. nah, nanti tinggal dipilih .. mau ya atau 
tidak, menurut Quran tentunya. Kalau menurut manusia, mah ... bisa fleksibel 
atuh .. hehe ...
Monggo kalau ada yg mau "menjlentrehkan" ... (bhs opo kui) :D

Salam
PakPur

--- In kendal-online@ yahoogroups. com, muhamad kundarto <mask...@... > wrote:
>
> Hehe....
> Aku jadi ingin cerita masa lalu
> 
> Waktu aku SD-SMP, aku mengaji di Kyai NU, gak lama sich,
 tapi lumayan dapat ilmu tajwid (cara membaca tartil). Kadang sesekali ikut 
Barzanji (?), pokoknya mbaca, gak tahu artinya apa. Pernah juga mau mulai nahwu 
shorof (fa ala yaf ulu fak lan dst..), tapi hanya di awal saja. 
> Selama ngaji di sini, hampir gak pernah beda isi kitab al qur an atau hadits
> Paling banter ndengerin kyai yang ceramah....
> 
> Waktu SMA, sekolah di Muhammadiyah dan organisasi PII Kendal. Style 
> pengajiannya jauh beda. Di sini setiap peserta dipacu bisa kultum dengan 
> berdasarkan 1 ayat dari Quran atau hadits. Kita main baca arabnya, lalu 
> terjemahan.. Kadang terjemahan aja. Lalu berusaha menafsirkan sesuai dengan 
> kemampuan kami yang terbatas. Kadang jika mentok di tanyakan ke Kyai. Kyai 
> juga beda-beda lho... hehhe...
> Style di sini kebanyaknya tajwidnya ancur hehhe....
> 
> Itulah sekelumit cerita lalu yang berasal dari dunia non pondokan/pesantren, 
> jadi kajiannya gak mendalam banget.
 skarang, gimana baiknya?
> - apakah belajar runtut sampai mungkin gak tuntas, TANPA berani menafsirkan?
> - apakah belajar tafsir, sambil sesekali minta rujukan ke narasumber?
> - apakah cukup puas dengan tadarus tanpa tahu maknanya?
> 
> Kalo dari pemahamanku yang nekad ini,
> ayat tadi cukup pas untuk rujukan pacaran
> di dalamnya tersirat perintah bersilaturahmi (kenal mengenal), tapi 
> warningnya "orang yang paling mulai adalah orang yang bertaqwa". ya artinya 
> silaturahmi yang menjurus pada peningkatan taqwa.
> itu mas.......
> 
> Atau silahkan para alim di milist ini untuk jangan pelit menebarkan 
> ayatNYA..... .
> buat pencerahan kita yang terlanjur abangan ini....
> 
> 
> 
> Muhamad Kundarto
> HP: 08180 272 6112
> http://mkundarto. wordpress. com/
> 
> 
>
 
> --- On Fri, 4/3/09, Budiyanto <hr2fat...@. ..> wrote:
> 
> 
> From: Budiyanto <hr2fat...@. ..>
> Subject: Re: [kendal-online] AYAT untuk Pacaran
> To: kendal-online@ yahoogroups. com
> Date: Friday, April 3, 2009, 9:58 PM
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> Assalamu 'alaikum
> 
> Berpendapat tentang tentang ma'salah aqidah apalagi menafsirkan AYAT, menurut 
> kaidah ushul, tidak boleh dan dilarang menggunakan akal saja sebagaimana mas 
> Kundarto berpendapat " setahuku ya...." tetapi diwajibkan menggunakan dalil, 
> maksudnya yang paling afdhol adalah menerjamahkan AYAT dengan hadits, 
> demikianlah pandangan salafush sholih yang sampe ke kita sampe hari ini. 
> Apalagi bagi yang tidak mengerti mufrodat AYAT. kalo tidak ketemu hadits yang 
> menafsirkan AYAT,
 masih ada syarat dan ilmu lain yang harus dipahami/dipelajari untuk 
menafsirkan AYAT dan ini memerlukan rujukan-rujukan. 
> 
> untuk al-Hujurot:13 sebaiknya jangan dipahami secara makna kontekstual saja 
> (makna terjemahan Depag) tetapi pahamilah secara klausulnya dan mungkin bisa 
> dipelajari dalam tafsir IBNU KATSIR atau kalo masih kurang bisa dilanjut 
> dengan tafsir At-thobari. 
> 
> "Ya Allah janganlah engkau hukumi kami jika tersalah atau terlupa" 
> 
> Wassalamu 'alaikum
> Budiyanto
> 
> 
> 2009/4/2 muhamad kundarto <mask...@yahoo. com>
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> setahuku ya Al Hujuraat : 13
> 
> baca deh.......
>




Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!





      
 

      


         
        
        

       Lebih aman saat online. 
Upgrade ke Internet Explorer 8 baru dan lebih cepat yang dioptimalkan untuk 
Yahoo! agar Anda merasa lebih aman. Gratis. Dapatkan IE8 di sini!
 

      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      Akses email lebih cepat. Yahoo! menyarankan Anda meng-upgrade browser ke 
Internet Explorer 8 baru yang dioptimalkan untuk Yahoo! Dapatkan di sini! 
http://downloads.yahoo.com/id/internetexplorer

Kirim email ke