menarik. tapi pasti ada akibatnya dikemudian hari soal pemakaian pupuk kimia

terutama pada tanah, dan lebih jauh kesehatan yang makan buah yaitu manusia
adakah informasi soal ini?

beberapa minggu kemarin sempat liat di metro tv soal apel malang
dulu jaman jaya-jayanya penggunaan pupuk kimia yang makin lama makin tinggi
kadarnya
berakibat pada kesuburan tanah yang menjadi terganggu, juga buahnya
karena makin lama tanah menjadi keras, dan buah apelnya pun jadi jelek

mas kun yang ahli tanah mungkin bisa menjawab soal ini?
terima kasih



2009/5/19 Yusuf Iskandar <[email protected]>

    Ada teman mengirimi saya ini. Barangkali ada warga KOL yang tahu lebih
banyak dan siapa tahu ada "sesuatu" yang bisa digarap.....

    Salam,
    Yusuf

Di kebun lain, lengkeng dipanen musiman. Muhammad Taufi k, staf kebun CV
Bhakti di Ngembal, Pasuruan, Jawa Timur, menuai *Dimocarpus longan* 2 kali
setahun: Maret dan November. Itoh di Ngebruk bisa rutin dituai karena diberi
perlakuan khusus. S*etiap bulan ada 1 blok yang mendapat aplikasi pupuk
berbahan utama potasium klorat (KClO3). 'Potasium klorat - dan natrium
klorat - pemicu munculnya bunga lengkeng. Keduanya bisa digunakan untuk
membungakan lengkeng di luar musim,' *kata Sobir, PhD, kepala Pusat Kajian
Buah Tropika IPB. (baca: *Itoh Lokal Tantang Thailand*, halaman 26)

        *Aplikasi perangsang buah *itulah yang diterapkan kebun di Ngebruk.
Hasilnya pada Januari 2008 dituai 5,850 ton dari 130 pohon, Februari (5,590
ton, 130 pohon), Maret (5,720 ton, 130 pohon), April (4,290 ton, 130 pohon),
Mei (1,980 ton, 66 pohon), Juni (1,914 ton, 66 pohon), Juli (2,112 ton, 66
pohon), Agustus (2,112 ton, 66 pohon), September (1,980 ton, 66 pohon),
Oktober (2,244 ton, 66 pohon), November (990 kg, 33 pohon), dan Desember
(1,023 ton, 33 pohon). Perlakuan serupa juga membuat lengkeng lokal di
Ambarawa, Semarang, kembali dipenuhi buah. Setelah mogok selama 10 tahun.

Kirim email ke