Mudah-mudahan bisa jadi renungan. Dari milis tetangga

 


From: Muhammad Tito Herlambang
Sent: Tuesday, October 10, 2006 11:31 AM
To: Islam
Subject: [Manfaat] Mulai Dari yg Kecil, Mulai Sekarang Juga !

 

SEKILAS DUNIA TDB DI NEGERI KITA

 

Saat2 yang membahagiakan kalo kita menjadi orang yang

full TDB (tangan di bawah) atau orang gajian adalah

pada pekan atau hari-hari menjelang gajian sudah

dekat.

Apalagi kalo kita ingat bulan lalu kita banyak

overtime sabtu bahkan minggu masuk, harian juga lembur

2-3 jam..bakalan besar nih rejekiku...

Kalo tanggal gajian hari minggu akan lebih indah lagi

karena hari jumat biasanya transferan atau uang gaji

sudah bisa kita terima alias maju atau advance 2

hari..

Mmm..indah sekali...

 

Taapi....itu biasanya tidak lama. Usai 1 sampai 2

minggu setelah gajian kebahagiaan itu cepat sirna..dan

berubah menjadi saat2 mengenaskan.

Setelah bayar telpon,handpone,listrik,air,nicil

motor,mobil,nicil rumah,bayar anak sekolah,..ternyata

setelah bolak-blaik dihitung kok itungannya tinggal

beberapa hari untuk bertahan hidup, sampai2 kadang

kita tidak berani menghitungnya, nanti malah

stress...kata temen2 dan kadang2 saya sendiri...nanti

akan lebih sedih lagi kalo tiba2 ada saudara datang,

atau orang kampung datang, atau temen yang ”ada

perlu”...

 

Tahun demi tahun saya lewati dengan cerita yang sama..

Ah entar kalo udah naik kelas makin tinggi kan makin

happy...

Ternyata enggak juga....

Nyanyian2 pilu itu baik terdengar atau bisik2 ternyata

sering disenandungkan dari semua strata, baik yang

lulusan SMP maupun S2 yang full jadi TDB.

Tragisnya lagi nyanyian2 ratapan2 seperti itu bergulir

dari waktu ke waktu jarang yang berniat menjadikannya

sebagai mantera-mantera yang memberdayakan mereka

mereka untuk bangkit dan melapas balok2 kayu yang

memasung kaki2 mereka.

Kisah salah satu petinggi top ditempat kami adalah

bukti yang nyata...

Ada seorang manajer senior ditempat saya yang sudah

naik mobil sedan bagus selama puluhan tahun...mengabdi

sepenuh hati dari saat saya balita hingga sekarang

saya beranak tiga, diperusahaan yang termasuk bonafide

terhadap pelayanan karyawannya.

Pada saat beliau mendekati pensiun saya berfikir dia

pasti akan senang...

Beliau pasti akan menghabiskan ”golden year” nya

dengan bahagia, happy ending seperti mahasiswa lulus

cumlaude yang jadi rebutan perusahaan2 bonafide.

Tabungannya pasti sudah banyak,pikirku, dia tinggal

jalan gembira menikmati masa pensiunnya.

Hingga suatu hari beliau memanggil temen saya yang

cukup dekat hubungannya dengan sang manajer senior

itu.

Beliau mengajaknya sharing....

Beliau bercerita, pesangon yang akan dia terima

sekitar 700 juta (suatu jumlah yang sangat besar

menurut kami)..tapi dari tutur katanya sangat terlihat

dia masih saja resah. Saat ini dia belum punya agenda

kegiatan terutama bisnis pasca pensiun.

”Uang pesangon saya ini kalau saya pakai buat usaha

kok ternyata mepet juga ya....” katanya sambil

menghela napas panjang.

Kalo saya simpan di deposito sebulan saya akan dapat

7juta-an kurang..padahal sekarang opersional sehari2

kalo dikumpulkan sebulan jumlahnya 12an juta...

Belum kalau saya sakit, belum kalau ada kebutuhan

unpredictable yang suka2 muncul juga...

”Saya kepengin belika ruko dekat rumah saya 350juta,

terus untuk ngisinya 200an juta, sisanya buat

cadangan..kok kecil sekali ya...nanti kao usaha saya

tidak berhasil dan saya gulung tikar bagaimana ya..?

Mendengar itu saya tersenyum kecut....kalau sang

petinggi saja seperti bagaimana saya nanti ya..?

bagaimana yang dibawah saya ya..? bagaimana yang labih

rendah lagi ya...?

Ada kisah lagi seorang Kepala seksi yang mau

pensiun....

Ketika 4 bulan lagi pensiun beliau sebernya sudah

dibebaskan dari absensi dan dan rutinitas2 lainnya

agar beliau bisa mempersiapkan pensiunnya...awalnya 1

bulan dia mencoba untuk mulai mencoba berdikari...tapi

belum sampai 3 minggu dia datang dengan baju seragam

lagi dan kelihatan ada rona ketskutan di wajahnya...

”Wah,diluar bener2 serem dan saya pusing sendiri

karena semuanya berjalan tanpa pakem, jadi terusterang

saya takut untuk memulai berusaha” katanya...

”Terus rencana selanjtnya gimana pak..?” kata salah

satu temen saya.

”Saya akan masuk kerja saja deh..sampai hari H saya

harus undur diri..sambil mikir2 usaha apa...”

lanjutnya lagi, dan hingga tiba hari H beliau lulus

beliau kirim email pamitan...dan ternyata dia tetep

masih bingung mau ngapain....

 

Begitulah kisah2 seputar TDB murni di negeri

kita....kalau dinegeri lain yang maju mendekati

pensiun adalah masa tidak terlalu mengenaskan...

Bahkan untuk negara2 seperti Jepang, yang sudah sepuh2

itu malah diberdayakan oelh company untuk menjadi

trainer2 atau motor di berbagai negeri yang ada cabang

atau afiliasi perusahaannya.

 

Atau kalaupun dia mau dia bisa mengabdi ke negara dan

digaji oleh negara dengan bayaran yang cukup meskipun

pekerjaannya terlihat ”remeh” menurut kita macam

petugas kebersihan,sopir2 bus instansi dll...

 

Jadi itulah kenyataan nasib tdb..cerita2 ini sering

sekali saya dengar dari mereka2 yang full tdb karena

kebetulan saya seringkali memberikan trainning macam

Job Role,QCC dll kepada kepala group atau kepala line

yang kadang dalam satu kelas campur ada yang usia

muda,menengah dan tua...

 

Yang tua2 paling seneng kalo dalam trainning2 itu saya

selingi contoh2 kasusnya adalah sontoh kasus di dunia

bisnis..dan yang muda2 biasanya mengolok-olok yang tua

yang sebentar lagi pensiun, tanpa mereka sadari bahwa

merekapun akan menglami kejadian persis sama seperti

yang senior2 itu..

”Pak seandainya dari masuk kerja dulu bapak nabung

100ribu sampai pensiun pensiun 2 tahun lagi uang bapak

sekarang sudah milyaran lho...” kata saya...sambil

menerangkan itung2annya Tung Desem Waringin.

Sambil terkekeh mereka ada yang berkata ” Bapak sih

ngasih tahunya baru sekarang..”

 

Temen2 yang masih TDB renungkanlah kenyataan2 ini yang

saya yakin kita semua menyadarinya...masa2 seperti itu

akan datang dan siapkah kita menghadapinya, padahal

jelas-jelas tidak ada reinkarnasi di kehidupan kita

ini....

 

Salam Hangat,

Hadi Kuntoro

 

 

 

> Wisuda TDA : 22 Januari 2007

> Wisata Singapore : Juli 2007 > biaya dari hasil usaha/bisnis.

 

M. Tito Herlambang

SCS-Agit P:+62 (21) 572 1177 x:7517 |  M:08-18-18-TITO | Mail: [EMAIL PROTECTED]

__._,_.___


SPONSORED LINKS
Online relationship Online relationship help Romance relationship
Online relationship counseling Online relationship advice

Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Kirim email ke