----- Original Message ----- 
From: Yurike ^.^ 
To: OT Groups ; Sylvia Magdalena ; Yuliana 
Sent: Friday, May 25, 2007 11:10 AM
Subject: [ot_hooligans] Fw: Tylla Subijantoro: Saya Tidak Menjelekkan Bangsa






----- Forwarded Message ----
From: irna octaviani <[EMAIL PROTECTED]>
To: Yustono Chang <[EMAIL PROTECTED]>; Andri Darmawan <[EMAIL PROTECTED]>; 
[EMAIL PROTECTED]; christin shalim <[EMAIL PROTECTED]>; Dedy Kusuma <[EMAIL 
PROTECTED]>; Dhany Romeo <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]; Erlin Sutiono 
<[EMAIL PROTECTED]>; Fenny <[EMAIL PROTECTED]>; Iin <[EMAIL PROTECTED]>; Yurike 
Elizabeth <[EMAIL PROTECTED]>; indri Puspitasari <[EMAIL PROTECTED]>; Melina 
Yahoo <[EMAIL PROTECTED]>; Nancy Yahoo <[EMAIL PROTECTED]>; Nourma Meliawati 
<[EMAIL PROTECTED]>; Rustam <[EMAIL PROTECTED]>; rena <[EMAIL PROTECTED]>; 
Sylvia2 <[EMAIL PROTECTED]>; Peddy Jupriyanto <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL 
PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; yolanda Yahoo <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Tuesday, May 22, 2007 10:55:05 AM
Subject: Tylla Subijantoro: Saya Tidak Menjelekkan Bangsa






      ni ceritanya lucu banget... si Tylla Subijantoro ini bener2 apa adanya... 

      -R-
      Wawancara
      Tylla Subijantoro: Saya Tidak Menjelekkan Bangsa

      TYLLA Subijantoro, mahasiswi S-2 ilmu hukum Universitas New Delhi, India, 
tiba-tiba mencuri perhatian. Pertanyaan Tylla kepada Presiden Yudhoyono konon 
membuat SBY marah. "Saat berdialog dengan masyarakat Indonesia di India, ada 
warga yang sejak mulai bicara sampai selesai menjelek-jelekkan negeri kita dan 
memuji luar negeri. Saya menyesalkan, " kata SBY di Tanah Air.

      Apa yang ditanyakan Tylla kepada SBY pada pertemuan 23 November lalu itu? 
Berikut petikan perbincangan Tylla dengan Basfin Siregar dari Gatra:

      Benarkah Anda menjelek-jelekkan bangsa sendiri?
      Saya tidak terima dibilang menjelek-jelekkan bangsa! Yang saya 
jelek-jelekkan itu pemerintah. Saya membandingkan kebijakan Pemerintah ! India 
dengan SBY. Saya lihat Pemerintah India memberi subsidi gede banget untuk 
pendidikan. Adalah salah pemerintah kalau pendidikan di Indonesia makin nggak 
terjangkau!

      Berapa uang kuliah Anda di India?
      Untuk program S-2 dua tahun, saya cuma bayar US$ 600, sekitar Rp 6 juta. 
Itu sudah all-in, sudah admission fee dan tuition fee. Tinggal mikir biaya 
hidup. Dan biaya hidup di Delhi sama dengan di Jakarta. Uang US$ 600 itu pun 
karena saya foreigner yang bayar lebih mahal. Soalnya, duit saya itu dipakai 
buat subsidi warga India asli. Kalau orang India yang kuliah, setahun bayarnya 
cuma 700 rupee, sekitar Rp 40.000.

      Bagaimana dibandingkan dengan biaya di Indonesia ?
      Tahun lalu, saya mendaftar program notariat. Untuk semester pertama saja 
habis Rp 50 juta.

      Anda kaget ketika SBY marah?
      Sebenarnya SBY marah bukan karena pertanyaan saya. Melainkan karena waktu 
SBY ngasih penjelasan, eh, saya malah bisik-bisik! ke teman. Saya bilang, ''Ah, 
SBY mau ngomong apa, nyatanya anaknya disekolahin ke luar negeri juga. Berarti 
dia setuju pendidikan di luar negeri bagus.''

      Reaksi SBY bagaimana?
      SBY sepertinya menganggap saya anak yang kaget. Baru sekali sekolah di 
luar negeri, kok, sudah sombong banget. Soalnya, SBY bilang bahwa dia sudah 
sembilan kali sekolah di luar negeri, dan pendidikan di Indonesia nggak jelek. 
Tapi kenyataannya, di ranking dunia, pendidikan Indonesia kan nggak masuk?

      Ketika dibentak, reaksi Anda sendiri bagaimana?
      Saya senyum aja, terus diem nunduk-nunduk, manggut-manggut minta maaf. 
Terus saya perhatikan lagi. Tapi saya bisik ke teman itu cuma beberapa detik 
aja kok. Sepanjang sebelumnya saya juga memperhatikan penjelasan SBY.

      Seperti apa jawaban SBY waktu menjawab pertanyaan Anda?
      Ya pokoknya pemerintah sudah bekerja, bahwa pendidikan di Indonesia tidak 
jelek. Pendidikan di luar negeri ada yang bagus, tapi ada juga yang lebih jelek 
dibanding di Indonesia . Begitu. Terus waktu menjawab soal buku-buku murah, SBY 
bilang kalau pemerintah juga sudah menyiapkan content (materi) untuk buku-buku 
SD, bagaimana agar bisa kepake untuk sekian generasi. Teknis begitu. Itu kan 
nggak nyambung dengan apa yang saya sampaikan.

      Seperti apa subsidi pendidikan di India ?
      Di sini, buku murah luar biasa, bahkan buku-buku impor karena pemerintah 
memberi subsidi kertas! Selain itu pemerintah juga bikin kerja sama dengan 
penerbit-penerbit gede kayak Penguin Books agar buku-buku mereka bisa dicetak 
di India , jadi bisa dijual lebih murah. Buku-buku kuliah saya, kalau 
dikonversi ke rupiah, paling mahal cuma Rp 10.000. Kalau di Indonesia, saya 
bisa keluar sampai Rp ! 2,5 juta untuk beli buku saja. Dan karena subsidi 
kertas itu, harga langganan koran juga murah. Saya itu langganan satu koran, 
satu majalah berita semacam Gatra, dan satu majalah wanita. Nah, untuk 
langganan tiga media itu, sebulannya saya cuma bayar 110 rupee, atau sekitar Rp 
22.000. Selain itu di India, pelajar dapat fasilitas kartu abonemen yang 
harganya cuma 50 rupee, atau sekitar Rp 10.000, yang berlaku selama empat 
bulan. Dengan kartu pas itu, selama empat bulan kita bisa gratis naik bis 
pemerintah jurusan apa aja. Mau keliling-keliling Delhi juga boleh. Meski 
bisnya bobrok, tapi nyaman. Berhentinya juga cuma di halte. Kartu abonemen itu 
selain untuk pelajar, juga dikasih untuk pegawai negeri, tentara, orang jompo 
dan physically disabled (orang cacat). Itu untuk transportasi.

      Tidak takut dianggap melebih-lebihkan India ?
      Lho, justru karena saya cinta bangsa Indonesia , saya ingin pemerintah 
belajar kepada India . Orang Indonesia itu pintar-pintar. Tapi, soalnya, 
pemerintah tidak bisa memfasilitasi pendidikan murah. Para insinyur di India 
mampu bersaing untuk masuk di Microsoft. Sedangkan di Indonesia hanya beberapa 
orang saja yang beruntung. Maka tolonglah pemerintah bikin agar pendidikan itu 
affordable.

      Tapi, pendidikan di Indonesia/! ST1:COUNTRY- REGION> kan ada juga 
bagusnya?
      Kalau mau jujur, infrastrukturnya lebih bagus. Di kampus sudah ada lift, 
whiteboard, pakai OHP. Kalau di sini enggak. Naik dari lantai I ke lantai IV 
masih manual, masih pakai kapur tulis, terus nggak ada AC. Tapi, kalau kualitas 
content-nya, kita kurang.

      Kalau pengajarnya bagaimana?
      Kalau di India enaknya, dosen-dosen itu bisa dihubungi kapan saja. Kayak 
Amartya Sen, peraih nobel, kalau mahasiswanya minta diskusi private session, 
masih dilayanin. Nggak susah. Bahkan presidennya sendiri, Abdul Kalam, dia juga 
mengajar, dan! masih bisa ditelepon! Saya pernah bareng mahasiswanya makan 
malam bareng Abdul Kalam. Saya lihat Abdul Kalam itu dikritik mahasiswanya yang 
orang India , ditunjuk-tunjuk gitu, dia nggak marah kok. Masih santai aja.

      Setelah pertemuan dengan SBY itu, apakah Anda ditegur, misalnya oleh 
orang KBRI?
      Ah, nggak. Orang KBRI itu asyik-asyik. Yang ribut itu justru pegawai 
negeri (dari Indonesia ) yang tugas belajar ke India . Mereka pada marah. 
Dibilangnya saya itu anak itik yang baru keluar dari induknya, kaget. Padahal 
saya kan juga bukan baru pertama kali ke luar negeri. Sebelumnya saya kan juga 
sempat ikut summer course atau homestay gitu. Tapi kan nggak kompatibel kalau 
membandingkan Indonesia dengan negara-negara maju. Makanya dibandingin dengan 
India .

      [Teropong, Gatra Nomor 6 Beredar Senin, 19 Desember 2005]
      http://www.gatra. com/artikel. php?id=90775 

      NOTICE
      This email was sent from within the Reckitt Benckiser plc group of 
companies. This email (and any attachments or hyperlinks within it) may contain 
information that is confidential, legally privileged or otherwise protected 
from disclosure. If you are not the intended recipient of this email, you are 
not entitled to use, disclose, distribute, copy, print, disseminate or rely on 
this email in any way. If you have received this email in error, please notify 
the sender immediately by telephone or email and destroy it, and all copies of 
it. 
      We have taken steps to ensure that this email (and any attachments) are 
free from computer viruses and  the like. However, it is the recipient's 
responsibility to ensure that it is actually virus free. Any emails that you 
send to us may be monitored for the purposes of ascertaining whether the 
communication complies with the law and our policies. 




    Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 


  __________________________________________________
  Do You Yahoo!?
  Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around 
  http://mail.yahoo.com 




--------------------------------------------------------------------------------
Ready for the edge of your seat? Check out tonight's top picks on Yahoo! TV.



Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

 

Orang Tua
Jl. Palmerah Barat No. 9
Gelora - Tanah Abang
Jakarta 10270

Telp: +62-21-532 2121 (hunting)
http://www.OT.co.id

Kirim email ke