Spam nih

hahahaha, banned aja max



2008/8/27 telly steven <[EMAIL PROTECTED]>

>    Dear all,
> >
> > beberapa hari yang lalu, sales kami membawa produk yang
> namanya "kripik
> > setan". DInamakan demikian oleh karena rasanya yang luar biasa
> pedas.
> > Harganya? Murah meriah. Dua ratus perak sanggup bikin elo yang
> paling tabah
> > sekalipun "nangis" sesenggukan.
> >
> > Gua sendiri mencoba satu bungkus. Rasanya hebat, gurih, wangi dan
> lezat.
> > Tapi setelah satu bungkus habis, saya perlu minum 1,5 liter aqua
> untuk
> > menghilangkan rasa pedas yang luar biasa. Sepanjang perjalanan
> pulang ke
> > rumah, saya harus berhenti dua kali di jalan untuk piss :-p
> >
> > Iseng-iseng, produk tersebut kami berikan kepada R&D perusahaan
> kami. Ini
> > dikarenakan timbulnya kecurigaan di hati kami terhadap produk ini.
> Harganya
> > cuma 200 perak, tapi saat ini harga cabe luar biasa mahal.
> Terakhir kali
> > beli cabe, pembantu saya hanya dapat dua butir rawit untuk uang
> Rp200.
> > Sadis ga sih?
> >
> > Hasilnya.... . luar biasa. Ternyata rasa pedas dari keripik
> tersebut
> > diperoleh lebih banyak dari.......balsem gosok. Hiiii....balsem
> obat gosok
> > tersebut, diolah menjadi makanan.
> >
> > Produk kripset ini lagi beken banget di daerah bogordan depok.
> >
> > Guys, masih banyak lagi makanan-makanan ajaib di luar sana. Sekedar
> > gambaran, mungkin teman-teman pernah bertemu produk chiki-chiki
> dengan
> > merek ga jelas, dijual murah banget (gopek kebawah). Kami pernah
> > bertanya-tanya, bagaimana mungkin bisa memperoduksi barang semurah
> itu.
> > Hampir mustahil. Untuk itu kami mendatangi beberapa perusahaan
> sejenis yang
> > masuk kategori kecil/industri rumah tangga.
> >
> > Nah ini yang kami temukan. Untuk mengaduk material utama dengan
> bumbu,
> > supaya bisa merata, diperlukan mesin yang namanya molen. Mesin ini
> cara
> > kerjanya hampir mirip dengan mesin molen buat ngaduk semen.
> >
> > Kedalam mesin ini, material utama dimasukkan bersama bumbu terus
> di aduk
> > merata. Pada pelaksanaannya, bisa dipastikan TIDAK MUNGKIN
> meniadakan
> > produk terbuang. Karena, pada saat di putar, pasti sejumlah
> material akan
> > terlempar keluar. Ini tidak bisa dihindari. Inilah yang membuat
> produk
> > tersebut menjadi mahal. Nah....untuk produsen ecak-ecak (produsen
> > kecil/home industry), materi sisa yang tercecer di lantai tersebut
> disapu
> > lalu dimasukkan kembali ke dalam molen. Nah...barang yang seperti
> itulah
> > yang dibeli oleh anak-anak kita di kantin sekolah.
> >
> > Sadis. Ini kisah nyata lho. Bukan mau menjelek-jelekan home
> industry, tapi
> > hanya ingin membuat teman-teman sekalian berhati-hati dengan
> produk makanan
> > yang sangat murah. Bahkan makanan seperti itu ikut serta mencetak
> ijin
> > depkes di kemasannya. Ga tahu ijin boong-boongan atau eman asli.
> >
> > Silahkan forward email ini kepada orang lain supaya mereka tahu
> dan ikut
> > berhati-hati.
> Regards
> Telly Steven
> Managing Director UPA-Biscuit
>
> Plaza Kelapa Dua
> Jl. Panjang Arteri Kelapa Dua No. 29
> Jakarta-Barat
> Telp : 021-53652121
>  
>



-- 
Firman Firdaus
Text Editor
National Geographic Magazine-Indonesia

Kirim email ke