Bandung - PT Duta Future Indonesia (DFI), pemilik merek dagang DBS (Duta
Business School) sukses menawarkan konsep multi level marketing (MLM) dengan
produk andalan berupa isi ulang pulsa. Berawal dari bisnis rumahan, DBS
menjelma menjadi salah satu MLM terbesar di Indonesia.
Sejak berdiri pada November 2007 lalu hingga saat ini jumlah member DBS seluruh
Indonesia telah mencapai lebih dari 3,5 juta member.
Diungkapkan oleh Dani Purnama, Direktur IT & Server Pulsa PT DFI, pihaknya
tidak hanya memiliki member di Indonesia saja. Saat ini perusahaannya telah
menembuh mancanegara.
"Kita sudah memiliki 15.000 member di Mekah, yang keseluruhannya adalah warga
negara Indonesia yang bekerja di sana. Di Malaysia juga banyak member kami,"
katanya saat disambangi detikINET di ruang kerjanya di Ruko Surapati Core,
Jalan Surapati -- Bandung -- Jumat (18/9/2009) sore.
Dengan mengandalkan skema jejaring, konsep bisnis DBS lebih fokus pada
pengembangan anggota rekrutmen dengan pola standar berupa komisi dari tiap
rekrutmen yang dilakukan.
Disinggung mengenai bisnis MLM yang tidak tahan lama, Dani mengaku dengan
sistem yang saat ini dibangunnya, dirinya yakin bisnis MLM pulsa miliknya bisa
langgeng.
"Kita berikan pembatasan pemberian bonus dan terapkan sistem bagi hasil. Ini
yang membuat kami berbeda dengan MLM yang lainnya," katanya, optimistis.
Dani menjelaskan pihaknya saat ini justru bisa memasarkan produk pulsa yang
berbasis operator dalam negeri itu di Arab Saudi, karena skema pembiayaan pulsa
diarahkan kepada sanak saudara dari para pegawai tadi.
"Demikian pula dengan keberadaan sebagian kecil anggota kami di Malaysia,
mereka bisa tetap berbisnis DBS," ujarnya.
PT DFI, sambung Dani, menargetkan pembukaan cabang di kedua negara itu bisa
dilakukan paling lambat akhir tahun ini. Sebab persiapan awal seperti
inventaris potensi pasar dan survei lokasi sudah dilakukan.