adi wrote:
Saat anda membuka suatu situs, Software client akan memerintahkan Server SuperDialup dan mengkompres permintaan browser lalu mengirimkan data yang sudah terkompresi ke komputer anda. Software client SuperDialup akan mengunkompress dan menampilkan data tersebut di komputer anda.
Loh iya memang, tapi bukan ini pertanyaan saya :-)
Ya, karena memang untuk deployment V.92/V.44 dibutuhkan migrasi head-end juga di sisi ISPsepertinya tidak ... whatever teknik modulasi yang dipakai, tetap saja sangat bergantung pada 'peer' (ISP) yang dituju.
misal, untuk dialup PPP, belum ada ISP di Indonesia yang support compression MPPE/MPPC. bahkan kadang-kadang metode PPP deflate atau BSD Comp pun ditolak. Tapi ya ok-ok saja usernya. Barangkali karena adanya ya cuman begitu he..he..
hanya saja jika nanti user tetap menggunakan modem ini untuk koneksi feature2 tertentu yang
yang distandarkan V.92 seperti quick/fast connect bisa digunakan karena V.92 memungkinkan
untuk memorize last-connection. Untuk kompresi dengan V.44 up to 30% pun juga masih belum
bisa dirasakan dari sisi end-user karena perlu adanya "kesepahaman" dari sisi end-to-end.
kalau dugaan saya, optimasi dilakukan di level TCP/IP, atau melakukanBisa jadi pak, jika memang sudah full deployment dengan IP Payload compression :-)
intercepting aplikasi.
Untuk compatibility dengan V.44 ini bisa dilihat di http://www.faqs.org/rfcs/rfc3051.html
Doni
-- Right or wrong my list. Unsubscribe option is currently unavailable. Indeed, it's available upon request .. but: cepek dulu donk!
