On Sunday 10 September 2006 07:48, adi wrote:
> > Quickstarter makan ram 30 MB, nggak cukup utk PC yg msh pakai
> > RAM 64 MB.
>
> segitu jalankan winxp juga ndak cukup :-)

Tp pakai Win98 msh berlebihan :-) 
(kami tdk sempat pakai WinXP di kantor, sdh keburu migrasi ke linux 
semua; dari sejak msh pakai windows kami sdh pakai OpenOffice dan 
sylpheed, sementara browsernya dulu pakai Opera for windows).
WinXP cuma dipakai utk server disini (kami tdk perlu W2K server krn 
fungsi file server krn sdh ada samba), semua W2K server di colo 
rencananya akan diganti ke WinXP semua (tinggal masalah waktu)

> > Kami hanya pakai KDE, gnome tdk terinstall (gnome lbh berat,
> > crash terus run di ram 64 MB).
>
> tapi gnome lebih keren he..he..

yg lbh pentingkan usable bukan kerennya, keren mah nanti stl sdh 
bisa dipakai :-)
Dirumah anak saya yg abg yg pakai gnome sbg default desktopnya, saya 
dan istri lbh suka pakai KDE yg enteng dan menunya lbh logic bagi 
ex-pengguna windows.

> pakai driver pdf dari cups ndak bisa ya. 

Bisa, tp mestinya lbh enteng pakai ghostscript spt konqueror dan 
openoffice.
Samba pdf printer pakai cups kalau tdk salah, tp kami tdk pernah 
pakai.

> btw, kalau ada bbrp pc kecil mungkin bagusnya dicluster saja (?)  
> saya belum pernah coba, tapi saya lihat, ltsp menggunakan trik   
> clustering spt ini.

Blm coba pakai ltsp, kami pakai smb4k utk map drive ke samba, 
rencananya begitu semua naik ke SuSE 10.1 sih pakai mount cifs 
command saja yg run saat start up. 
Sebenarnya sih kepingin buang saja sambanya, remote drive 
menggunakan ssh atau nfs server (cuma blm di test side effectnya 
bgm, khususnya utk access control list file-2x saat di share bbr 
user sekaligus).

-- 
syafril
-------
Syafril Hermansyah




--
Right or wrong my list. Unsubscribe option is currently unavailable.
Indeed, it's available upon request .. but: cepek dulu donk!

Kirim email ke