Tabloid Lintas Agama <[EMAIL PROTECTED]> wrote:To: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL
PROTECTED],
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],
[EMAIL PROTECTED],
[EMAIL PROTECTED],
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],
[EMAIL PROTECTED],
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED]
From: Tabloid Lintas Agama
Date: Tue, 2 Nov 2004 12:12:19 -0800 (PST)
Subject: [federalistik] gembala gereja Tiberias Jakarta Pdt.Yesaya Pariadji kotbah
anti-kris
Note: forwarded message attached.
__________________________________
Do you Yahoo!?
Check out the new Yahoo! Front Page.
www.yahoo.com
Yahoo! Groups Links
> ATTACHMENT part 2 message/rfc822
To: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],
[EMAIL PROTECTED]
From: Yesaya Pariadji
Date: Mon, 1 Nov 2004 20:31:35 -0800 (PST)
Subject: [threefoldblessing] awas, hati hati.........
Sinyalemen Al-Quran itu memang benar. Dalam Konferensi Misionaris di kota Quds (1935),
Samuel Zweimer, seorang Yahudi yang menjabat direktur organisasi misi Kristen,
menyatakan: Misi utama kita bukan menghancurkan kaum Muslimin sebagai seorang Kristen,
namun mengeluarkan seorang Muslim dari Islam agar jadi orang yang tidak berakhlaq
sebagaimana seorang Muslim.
Tujuan kalian adalah mempersiapkan generasi baru yang jauh dari Islam, generasi yang
sesuai dengan kehendak kaum penjajah, generasi malas dan hanya mengejar kepuasan hawa
nafsu.
Plesetan Al-Quran
image Al-Quran, sebagai tuntunan hidup ummat Islam, kini dimanfaatkan sebagai sarana
kristenisasi. Tentu saja bukan Al-Quran sungguhan, tapi palsu. Salah satunya adalah
The True Furqan, yang sempat beredar di internet dan menggegerkan publik Jawa Timur,
awal Mei lalu. Dalam Al-Quran buatan Evangelis (Ev) Anis Shorrosh itu, ada surat
bernama Al-Iman, At-Tajassud, Al-Muslimun, dan Al-Washaya yang isinya memuji-muji
Yesus.
Selain ada Al-Quran palsu, juga bertebaran buku-buku plesetan ayat-ayat Al-Quran dan
Hadits. "Cara ini yang sekarang paling banyak terjadi. Pemberian Supermie atau bantuan
uang sudah tidak manjur lagi," tutur Abu Deedat.
Kenapa cara itu ditempuh? Dalam wawancara dengan majalah Jemaat Indonesia (edisi 4
Juni 2001), Pdt R Muhamad Nurdin -Muslim murtad- menyebut trik itu sebagai cerdik
seperti ular dan tulus seperti merpati. "Saya membuat buku agar dibaca umat Kristen,
kemudian disalurkan kepada umat beragama lain. Saya tulis untuk kalangan sendiri,
untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Demikian bagi orang Yahudi aku
seperti orang Yahudi, supaya aku memenangkan orang Yahudi. Itu cara yang hati-hati
dalam merebut hati kaum Muslimin. Jangan sampai ada vonis mati seperti untuk Suradi
dan Poernama," ujarnya. Dua nama terakhir adalah pendeta yang divonis mati oleh Forum
Ulama Ummat (FUU) Bandung karena menghina agama Islam.
Buku-buku Nurdin laku keras. Dalam tiga tahun, 5000 eksemplar ludes. Hasilnya, menurut
penuturan Wakil Gembala Gereja Kristen Maranatha Indonesia (GKMI) Rawamangun Jakarta
ini, banyak orang Islam yang akhirnya menerima Yesus alias murtad. "Bahkan ada yang
menjadi penginjil."
Contoh buku karangan Nurdin adalah Ash-Shadiqul Masdhuq (Kebenaran yang Benar),
As-Sirrullahil Akbar (Rahasia Allah yang Paling Besar), dan Ayat-ayat Penting dalam
Al-Quran.
Selain buku, juga bermunculan brosur atau pamflet sejenis lembar Jumat. Judul yang
dipilih pun seolah-olah Islami. Misalnya "Allahu Akbar Maulid Nabi Isa as", "Kesaksian
Al-Quran tentang Keabsahan Taurat dan Injil", dan "Siapakah yang Bernama Allah itu?"
Bertebaran pula stiker kaligrafi Arab yang isinya pujian kepada Yesus.
Buku dan brosur itu diterbitkan oleh Yayasan Jalan Al-Rachmat, Yayasan Christian
Center Nehemia Jakarta, Yayasan Pusat Penginjilan Alkitabiah (YPPA), Dakwah Ukhuwah,
dan Iman Taat kepada Shiraathal Mustaqiim.
Anak-anak sekolah juga menjadi sasaran empuk. Siti Muflikhah, santri Pesantren
At-Taqwa Bekasi, pernah mendapat surat berisi komik anak-anak dari sebuah lembaga yang
menamakan diri Klab17. Di bagian awal, komik itu berisi cerita keseharian anak-anak.
Namun di bagian akhir ada pernyataan, "Saya percaya akan Engkau, Yesus sebagai
juruselamat saya."
Mengaku Mantan Haji
Bidang kesehatan juga dibidik. Ini antara lain dialami keluarga Hartono,
warga Kupang, Surabaya. Istrinya, Jam'iyah, sakit dan dirawat di RS RKZ
Surabaya. Biaya yang harus dikeluarkan selangit sehingga Hartono yang cuma
bekerja sebagai mandor kontraktor kebingungan.
Datang misionaris menawarkan bantuan biaya pengobatan. Namun ada syaratnya:
masuk Kristen. Hartono terpikat. Suami istri itupun akhirnya menjadi
penganut Kristen.
Cara yang cukup sulit diidentifikasi adalah tipu daya dengan meniru adat
atau kebiasaan komunitas Muslim. Di Cirebon, ada kelompok qasidah yang
menyanyikan puji-pujian kepada Yesus. Hal serupa juga dilakukan jemaat
Kanisah (Kristen) Ortodoks Syiria (KOS) yang menyelenggarakan tilawatul
Injil, memakai peci, ibadahnya mengamalkan shalat 7 waktu, memakai sajadah,
dan mendendangkan qasidah.
Duta-duta Injil (begitu kalangan Kristen menyebutnya -red) juga berani
mengaku sebagai mantan ustadz, bertitel haji atau hajjah, atau anak kiai
terkenal. Pengakuan-pengakuan seperti itu direkam dalam kaset dan diedarkan
di tengah masyarakat.
Misalnya di Cirebon, murtadin Ev Danu Kholil Dinata alias Theofilus Daniel
alias Amin Al-Barokah, mengaku sebagai sarjana agama Islam, yang pindah
menjadi pemeluk Kristen setelah mempelajari Nabi Isa versi Islam di STAI
Cirebon. Ternyata ijazah sarjana yang dipakai untuk kesaksian itu palsu.
Ada lagi Ev Hj Christina Fatimah alias Tin Rustini alias Sutini alias Bu
Nonot, pemberita Injil dengan memperalat Al-Quran di Gereja Bethel Pasir
Koja, Bandung. Mengaku pernah berkali-kali menunaikan ibadah haji. Menurut
penuturan Sumarsono, mantan suaminya, Sutini tidak pernah belajar di
pesantren. Selama berkeluarga tidak pernah shalat. Memang dia pernah pergi
ke Arab Saudi, bukan untuk ibadah haji tetapi menjadi TKW.
Banyak lagi kaset-kaset yang berisi rekaman kesaksian palsu, misalnya
kesaksian HA Poernama Winangun alias H Amos, Pdt R Muhamad Nurdin, Pdt M
Mathius, Pdt Akmal Sani, Niang Dewi Ratu Epon Irma F Intan Duana, dan Ev
Paulus Marsudi.
Sekolah dan Tawaran Kerja
Biaya sekolah yang kian mahal juga dimanfaatkan untuk menjerumuskan kaum
Muslimin. Mereka mendirikan sekolah (yang seolah-olah) Islam, seperti
Institut Teologi Kalimatullah Jakarta yang dikelola Yayasan Misi Global
Kalimatullah. Juga ada Sekolah Tinggi Teologi (STT) Apostolos Jakarta, yang
mempunyai kurikulum Islamologi bermuatan 40 sks.
Lapangan kerja juga menjadi lahan subur. Ini misalnya dilakukan pasangan
misionaris Robert Antony Adam dan Traccy Carffer di Kabupaten Pesisir
Selatan, Sumatera Barat. Warga Amerika Serikat yang terang-terangan mengaku
utusan Yesus itu berhasil memurtadkan 123 orang Minang, dengan bekal jabatan
konsultan kehutanan Global Partners Forestry Unit (GPFU).
Robert-Traccy yang masuk Pesisir Selatan sejak Desember tahun silam,
menawarkan rekayasa teknologi tepat guna pemberdayaan jati emas, pala super,
dan kapas transgenik. Robert lantas menjual bibit jati mas, pala, dan kapas
dengan harga 50% lebih murah daripada harga pasaran. Kalau mau dapat
gratisan, bisa saja. "Asal masuk Kristen," ujar Masrizal, aktivis dakwah di
Pesisir Selatan.
Banyak warga yang tergiur dan akhirnya menjual keyakinan karena terobsesi
keuntungan jutaan rupiah. Untung misionaris ini segera dideportasi karena
pelanggaran visa, pertengahan bulan lalu.
Kasus serupa terjadi di Bekasi. Bulan April lalu terbongkar praktik
kristenisasi berbungkus lapangan kerja. Sekitar 50 orang Muslim asal
Gorontalo dibawa ke Bekasi dengan janji akan dipekerjakan dan diberi
beasiswa oleh Yayasan Dian Kaki Emas. "Tapi setelah sampai di sini, mereka
dididik dan dipaksa pindah agama Kristen oleh Pendeta Edi Sapto," ungkap
Hamdi, Ketua Divisi Khusus Forum Bersama Ummat Islam, dalam acara konferensi
pers di Masjid Al Azhar, Klender Jakarta Timur.
Warga Muslim itu disekap, didoktrin ajaran Kristen, disuruh ikut kebaktian,
dan dilarang shalat. Mereka juga diwajibkan memelihara babi-babi yang ada di
kompleks yang berdiri di atas tanah seluas 5 hektar itu. Akhirnya kompleks
kristenisasi terselubung itu digerebeg warga dan aparat.
"Dukungan" Tokoh Muslim Liberal
Proyek kristenisasi ternyata mendapat `dukungan' dari beberapa orang yang
sering disebut cendekiawan Muslim. Tokoh-tokoh ini memperkenalkan paham
liberalisme dan pluralisme yang kerap mengusung slogan `membangun dunia
baru', dengan penyatuan agama dan melepaskan fanatisme agama.
Salah satunya adalah Prof DR Said Agil Siradj, MA. Gagasan pluralnya antara
lain tampak dalam pengantar buku Menuju Dialog Teologis Kristen-Islam. Buku
ini dikarang oleh Bambang Noorsena, pendiri Kanisah Ortodoks Syiria (KOS) di
Indonesia.
Di situ Said Agil menulis bahwa KOS tidak berbeda dengan Islam. Secara
al-rububiyyah, KOS mengakui bahwa Allah adalah Tuhan sekalian alam yang
harus disembah. Secara al'uluhiyyah, telah mengikrarkan Laa ilaha ilallah
(Tiada Ilah selain Allah) sebagai ungkapan ketauhidannya. Jadi dari tauhid
sifat dan asma Allah secara substansial tidak jauh berbeda dengan Islam.
Perbedaannya, menurut Said Agil, hanya sedikit. Jika dalam Islam (Sunni)
kalam Tuhan yang Qadim itu turun kepada manusia (melalui Muhammad) dalam
bentuk Al-Quran, maka dalam KOS kalam Tuhan turun menjelma (tajassud) dengan
Ruh al-Quddus dan perawan Maryam menjadi Manusia (Yesus). Perbedaan ini
tentu saja sangat wajar dalam dunia teologi, termasuk dalam teologi Islam.
"Pandangan seperti itu merupakan salah satu bentuk penghancuran aqidah,"
timpal Abu Deedat.
Tokoh lainnya adalah DR Nurcholis Madjid. Dalam buku Pluralitas Agama,
Kerukunan dalam Keragaman, Cak Nur menjelaskan bahwa pengikut Isa Almasih
menyebut kitab Injil sebagai Perjanjian Baru berdampingan dengan kitab
Taurat yang mereka sebut sebagai Perjanjian Lama. Kaum Yahudi tidak mengakui
Isa Almasih dengan kitab Injil-nya, menolak ide Perjanjian Lama ataupun
Perjanjian Baru itu, namun Al-Quran mengakui keabsahan keduanya sekaligus.
Dengan nada agak tinggi, Abu Deedat menyebut pendapat Cak Nur itu sebagai
upaya pendangkalan aqidah. "Para pengikut Nabi Isa as (kaum Hawariyun) tidak
pernah menyebut Injil sebagai kitab Perjanjian Baru. Nabi Isa sendiri tidak
pernah menerima atau mengetahui kitab Perjanjian Baru karena Injil yang
diturunkan Allah kepada Nabi Isa bukanlah Perjanjian Baru yang isinya
kebanyakan surat-surat Paulus yang sangat bertentangan dengan ajaran Nabi
Isa itu sendiri," katanya.
Selain kedua tokoh di atas, Abu Deedat juga memasukkan Alwi Shihab sebagai
tokoh pluralis. Sementara Adian Husaini dalam Islam Liberal menunjuk
beberapa nama seperti dosen-dosen Universitas Paramadina (Komaruddin
Hidayat, Budhy Munawar Rahman, Luthfi As-Syaukanie), dosen UIN Syarif
Hidayatullah (Azyumardi Azra, Muhammad Ali, Nasaruddin Umar), dan beberapa
nama lain yang menjadi kontributor Jaringan Islam Liberal.
Menurut Adian yang juga anggota Komisi Kerukunan antarumat Beragama MUI,
melalui pluralisme, ummat Islam diprovokasi agar melapaskan aqidahnya. Tidak
lagi meyakini agamanya saja yang benar, dan kemudian diajak untuk mengakui
bahwa agama Kristen juga benar. "Teologi pluralis sebenarnya adalah pembuka
pintu bagi misi Kristen dan sejalan dengan imbauan Paus Yohanes Paulus II
agar misi Kristen terus dijalankan," ujarnya.
Kaum Kristen juga tak segan-segan "menyerang" tokoh-tokoh Muslim yang
dikenal sebagai pejuang tegaknya syariat Islam. Misalnya KH Kholil Ridwan
(Ketua Badan Kerjasama Pondok Pesantren Indonesia) dan KH Abdul Rasyid
Abdullah Syafii (Pimpinan As-Syafiiyah, Jakarta).
Sekitar 5 bulan lalu, keduanya mendapat kiriman brosur dari STT Apostolos.
"Isinya tidak secara langsung mengajak kepada agama Kristen, namun mengajak
saya agar masuk ke dalam Apostolos. Itu artinya Apostolos mengajak saya
untuk masuk ke dalam agama Kristen," kata Abdul Rasyid.
Abdul Rasyid segera melaporkan kejadian itu kepada aparat, sebab cara itu
sudah melanggar ketentuan hukum, yakni larangan mengajak ummat suatu agama
untuk masuk ke agama lain. Kemudian ada pemberitahuan dari aparat bahwa
pihak Apostolos melalui Pdt Yusuf Roni membantah telah mengirim surat dan
brosur itu.
"Terlepas dari benar tidaknya bantahan itu, yang jelas apa yang saya alami
merupakan indikasi bahwa sasaran kristenisasi tidak hanya kalangan akar
rumput, tapi juga ulama dan tokoh masyarakat," ujar Abdul Rasyid.
Yerikho 2000 dan Doa 2002
Misi Kristen di Indonesia didukung oleh kekuatan dana yang sangat besar, di
antaranya melibatkan konglomerat keturunan Cina, James T Riady (bos Grup
Lippo). Seperti terungkap di majalah Fortune (16 Juli 2001), James berencana
membangun seribu sekolah di desa-desa miskin di Indonesia. James bekerjasama
dengan Pat Robinson (misionaris dunia) juga akan mendirikan organisasi
jaringan umat Kristiani.
Hebatnya, ummat Islam secara tidak sadar turut mendukung cita-cita besar
James T Riady. Antara lain dengan menjadi nasabah Bank Lippo, belanja di Mal
Lippo, membeli rumah di Lippo Karawaci dan Cikarang, berobat ke RS Siloam,
pelanggan Lippo Shop, Link Net, Lippo Star, Kabel Vision, dan Asuransi
Lippo.
Indonesia memang akan dijadikan pusat perkembangan Kristen di Asia Pasifik.
Demikian kata Pdt George Anatorae dari The Lord Familly Church Singapore
dalam seminar kerjasama Global Mission Singapore dan Galilea Ministry
Indonesia, di Hotel Shangrila Jakarta (9-12 Juni 1998). Sejauh mana
keberhasilan program itu, perlu diteliti lebih lanjut. Yang pasti, data
tahun 1999 menunjukkan jumlah umat Islam di Indonesia anjlok dari 90%
menjadi 75% (Siar No 43, 18-24 November 1999). Keberhasilan itu berkat kerja
keras 38 agen kristenisasi, 1573 misionaris pribumi, 62 misionaris asing,
dan 421 misionaris lintas kultural (data dari Operation World 2001 yang
dihimpun India Missions Association, Japan Evangelical Assocation, dan Korea
Research Institute for Missions).
Salah satu lembaga yang gencar melaksanakan kristenisasi adalah Doulos World
Mission (DWM). Saat ini DWM sedang melaksanakan Proyek Yerikho 2000, yaitu
program pengkristenan wilayah Jawa Barat, dengan sentra kegiatan digerakkan
di kawasan pinggiran Jakarta.
Proyek ini bertujuan "mewujudkan Kerajaan Allah di bumi Parahyangan
menyongsong abad XXI". Menurut Hendrik Kraemer, peneliti dan penginjil dari
Belanda, Jawa Barat adalah wilayah "paling gelap" di Indonesia dan sangat
tertutup bagi Injil. Karena itu aktivis DWM bertekad, "Kita harus merebut
tanah Pasundan bagi Kristus."
Yerikho 2000 juga digerakkan di Sumatera Barat, Riau, Jambi, Bengkulu,
Lampung, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat. Pusat kegiatan DWM berada
di kawasan Rawamangun (Jakarta Timur) dan Tangerang (Banten).
Program lainnya adalah Doa 2002, yang dilaksanakan sejak tanggal 19 Oktober
2001 sampai 6 Desember 2002. Secara khusus program ini menyebut beberapa
komunitas Muslim sebagai objek kristenisasi. Di antaranya adalah suku Kaili
Ledo (Sulawesi Tengah), Melayu Riau, Betawi, Aceh, Melayu Kalimantan,
Tenggarong Kutai, Bima, Maluku, Banda, dan Papua. Rencana program Doa 2002
tertuang dalam buku 40 Hari Doa Bangsa-Bangsa yang telah diterjemahkan ke
dalam 35 bahasa di dunia.
Muslim Betawi misalnya, harus didoakan oleh segenap orang Kristen pada
tanggal 9 November 2001 lalu. Itu perlu dilakukan agar hati Bapa mengasihi
dan merindukan orang Betawi. Selain itu, agar Bapa mengutus duta-duta
kerajaan-Nya untuk mengembangkan pelayanan kesenian Betawi, literatur, dan
radio dalam bahasa Betawi. Juga, agar Tuhan mencurahkan kuasa-Nya dan
mengubah kehidupan orang-orang yang berpengaruh dalam suku Betawi, baik para
penyanyi, penari, tokoh agama, masyarakat, pemuda, dan wanita.
Secara khusus, orang Kristen mendoakan Presiden Megawati dan beberapa
pemimpin dunia. Harapannya, agar Megawati (dan para pemimpin) mendapat
pewahyuan tentang Ketuhanan Yesus dan keluarganya datang mengenal Kristus.
Duta-duta Injil juga sedang menggencarkan ritual Doa 5 Patok. Yakni
meningkatkan doa 5 kali sehari dengan pelaksanaan minimal 30 menit lebih
awal sebelum waktu shalat (bagi orang Islam). Tujuannya adalah untuk
mengadakan penghadangan ruhani sekaligus pembersihan atmosfir ruhani agar
kaum Muslimin dapat menerima Yesus.
Ritualnya dilaksanakan sebelum waktu shalat ummat Islam, yakni subuh (mulai
03.15-selesai), pagi (10.30-selesai), siang (14.00-selesai), sore
(17.00-selesai), dan malam (18.00-selesai). Pada Kamis malam, dilakukan doa
semalaman dan peperangan ruhani sambil berkeliling kota/lokasi tertentu.
Awas, hati-hati!* (ahmad, dodi nurja, amz, pam)
---------------------------------
Do you Yahoo!?
Check out the new Yahoo! Front Page. www.yahoo.com
---------------------------------
Do you Yahoo!?
Check out the new Yahoo! Front Page. www.yahoo.com/a
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/IotolB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
PENTING..!
attachment akan dihapus & tidak diteruskan kepada seluruh member.
dilarang beriklan. pelanggaran atas peraturan ini akan dikenai sanksi berupa
pencabutan membership.
terutama bagi pengguna ms outlook/outlook express, dihimbau untuk selalu mengupdate
antivirusnya.
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/kisunda/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/