Assalaamu `alaykum,

Dina majalah Swa online, aya seratan anu ngaevaluasi bisnis Anne Ahira. 
Sumangga ieu ditengetan. Nu nyeratna kagungan sawatara saran kanggo Ahira. 
Punten teu ditarjamahkeun

Wassalaam,

-Dian-

 *Evaluasi Bisnis Anne Ahira*

Oleh : Amalia E. Maulana

[1]

Jika ada di antara Anda yang belum kenal Anne Ahira, mungkin Anda baru cuti 
panjang, berkelana di daerah yang tidak punya sambungan Internet. Atau, Anda 
sudah lama berhenti membaca berita di media-media papan atas. Pemberitaan 
bisnis Ahira dan Elite Team terlalu gegap gempita untuk dilewatkan begitu 
saja. Sebagai salah seorang akademisi yang ingin mengikis pandangan bahwa 
belum waktunya perusahaan di Indonesia menggunakan Internet sebagai media 
komunikasi bagi merek, kehadiran bisnis Internet Ahira awalnya saya anggap 
sebagai berkah. Dengan makin banyak orang tertarik berbisnis melalui 
Internet, akan semakin cepat penetrasi Internet di negara kita. Namun, 
kerisauan saya timbul sejak membaca keluhan dan komentar bernada keras yang 
ada di milis dan blog.

Apa sebenarnya *Internet marketing* (IM)? Carolyn Siegel (2004) 
mendefinisikannya sebagai berikut: "*Internet marketing or e-marketing is 
marketing in electronic environments primarily on the Internet, on one or 
more of its services (www, email), or offline by enterprises that produce 
and sell Internet-related products*." Dapatkah bisnis Ahira dikategorikan 
sebagai IM? Tentu saja bisa. Namun, tepatkah bisnis yang hanya merupakan 
salah satu format IM ini diberi label yang demikian luas maknanya? Bisnis 
Ahira adalah IM, tetapi IM belum tentu sama dengan bisnis Ahira.

Salah seorang kawan dalam sindirannya mengatakan, apa pun namanya, tetap 
saja dia salut atas kesuksesan Ahira. Yang saya tampilkan dalam awal bahasan 
ini tampaknya sederhana, yaitu tepat-tidaknya bisnis ini dipopulerkan dengan 
nama IM. Bukankah di balik label terdapat landasan konseptual yang jelas dan 
transparan tentang sistem bisnis. Landasan ini ingin saya gunakan untuk 
mengajak mengupas dan sekaligus menyimpulkan apakah keberatan-keberatan yang 
disampaikan pihak yang kontra cukup punya substansi atau tidak. 

Sisi positifnya, promosi gencar dengan memakai label IM atau bisnis Internet 
bisa meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya Internet. Namun, 
setelah muncul publikasi yang menyudutkan Ahira, secara tidak langsung 
berarti menyerang IM secara luas. Tentu, kabar buruk bagi dunia Internet di 
Indonesia. Dan ini saya sayangkan bila dibiarkan berkepanjangan. 

Masyarakat yang kita hadapi mencakup berbagai lapisan, dari yang sangat 
mengerti dan mahir, yang sedang-sedang saja, yang kurang mahir, hingga yang 
awam atau buta sama sekali pada hal-hal yang berkaitan dengan Internet.

Kelompok yang saya sebutkan terakhirlah yang paling besar jumlahnya. Tanpa 
penjelasan yang lebih konkret tentang tipe bisnis yang dipromosikan, 
kelompok ini tidak punya cukup pengetahuan untuk menjustifikasi untung-rugi 
pilihannya ikut dalam bisnis melalui media Internet. Keputusan diambil hanya 
berdasarkan kepercayaan terhadap benefit yang dipromosikan. Siapa pun -- 
tidak hanya Ahira -- harus bisa menjelaskan tipe bisnisnya dengan baik, agar 
setiap segmen masyarakat yang menjadi targetnya, bisa mempertimbangkan 
dengan kepala dingin, peluang apa yang akan diperoleh bila bergabung dalam 
bisnis tertentu, dan risiko atau kerugian apa yang akan dihadapi. Evaluasi 
yang seksama hanya bisa dilakukan apabila tidak ada kerancuan mengenai 
istilah.

[2]

Salah satu kerabat yang tinggal di Bali, beberapa waktu silam meminta 
pandangan saya mengenai rencananya berinvestasi dalam jaringan Ahira setelah 
membaca promosinya. Untuk menjelaskan kepada seorang ibu berusia 60 tahun 
yang belum pernah memakai Internet sama sekali, pendekatan yang saya gunakan 
adalah menggali lebih dahulu pengetahuannya tentang bisnis *multilevel 
marketing* (MLM) yang populer, seperti Amway, Avon dan lain - lain. Saya 
jelaskan bahwa konsep bisnis Ahira sama dengan bisnis MLM lainnya, yaitu 
menggunakan jaringan. Perbedaannya, operasional Amway dan sejenisnya 
menggunakan metode langsung atau tatap muka, sedangkan bisnis Ahira 
dioperasionalkan melalui media Internet. Dengan penjelasan ini, kerabat saya 
cepat tanggap dan mengerti, karena MLM bukan bisnis baru di Indonesia. 
Peluang dan risiko bisnisnya cukup jelas tergambar olehnya.

Mengapa tidak memberikan label Internet MLM saja pada bisnis Anda, Ahira? 
Menurut saya, istilah ini lebih tepat dan mudah dimengerti oleh sebagian 
besar masyarakat. Selain Internet MLM, bisa juga diberikan istilah e-MLM 
atau online MLM. Jika kita amati, terdapat tiga cara pemberian nama kegiatan 
yang berhubungan dengan media Internet.

Pertama, dengan memberi kata depan "e", contohnya *e-commerce, e-business, 
e-advertising, e-book, e-channel*, dan sebagainya. Ini untuk menjelaskan 
bahwa kegiatan dilakukan secara elektronik. Kedua, mengawali nama kegiatan 
dengan kata *online*, untuk menjelaskan bahwa kegiatan dilakukan secara *
online*, misalnya *online advertising, online shopping, online research, 
online community*. Ketiga, mengawali nama kegiatan dengan kata *Internet*, 
antara *lain Internet advertising, Internet communication, Internet 
transaction* -- untuk menjelaskan tipe media yang digunakan, yaitu Internet.

Dengan kejelasan bahwa bisnis Ahira merupakan Internet MLM (atau sebut saja 
online MLM atau e-MLM), sekarang kita bisa bersama-sama mengevaluasi bisnis 
ini berdasarkan kerangka pemikiran sebuah bisnis MLM yang baik.

*Multilevel marketing*-- dikenal juga dengan nama network marketing � adalah 
kegiatan mendistribusikan, menjual atau menyuplai produk/jasa melalui 
individu yang ditunjuk sebagai agen atau distributor. Agen ini dibayar dalam 
bentuk komisi, diskon, bonus dan reward lainnya, berdasarkan jumlah 
penjualan dan kemampuannya merekrut agen. Perekrut disebut *upline*, 
sedangkan yang direkrut disebut *downline*. Dalam sistem MLM, upline juga 
mendapatkan reward dari besarnya penjualan downline yang berada di bawahnya 
langsung, dan penjualan downline tidak langsung (yang levelnya berada dua 
tingkat atau lebih di bawahnya).

Perusahaan yang secara internasional sukses dengan sistem MLM antara lain 
Amway, Avon, Mary Kay, dan NuSkin. Menurut Daryl Koehn (2001), karena MLM 
dioperasionalkan oleh begitu banyak individu, perusahaan tipe ini sangat 
mudah terjerumus pada praktik-praktik yang dianggap tidak etis dan ilegal. 
Di Amerika Serikat, pengadilan sudah terbiasa dengan masalah pengaduan 
bisnis MLM. Mereka bahkan mempunyai semacam tes yang bisa digunakan untuk 
membuktikan kelegitimasian sebuah bisnis MLM. Ada empat poin utama yang 
harus dipenuhi oleh bisnis MLM: (1) Perusahaan harus memonitor kinerja para 
agen independen agar yakin bahwa mereka menjual produk/jasanya; (2) 
Mempunyai kebijaksanaan *buy back* apabila ternyata agen terbebani stok yang 
berlebihan; (3) Biaya awal bergabung dengan perusahaan tidak boleh terlalu 
tinggi; (4) Pembelian materi pelatihan harus secara sukarela, tidak ada 
paksaan.

[3] 

Keempat poin di atas yang ingin saya gunakan untuk membahas kontra terhadap 
bisnis Ahira. Walaupun ada banyak keberatan yang diungkapkan di milis dan 
blog, saya menitikberatkan pada tiga masalah inti saja, yaitu: *tidak ada 
produk/jasa yang dijual*; bisnis ini ditengarai menggunakan *skema
piramida*yang hanya menguntungkan segelintir orang; dan bisnis ini
melakukan
*praktik spamming* yang dilarang dalam dunia Internet.

Dalam regulasi poin 1 dan 2 tergambar jelas bahwa dalam bisnis MLM harus ada 
produk/jasa yang dijual. Salah satu ciri bisnis yang tidak legitimatif, 
menurut Koehn, apabila ada tendensi ke arah recruitment centered . Bisnis 
MLM yang baik haruslah product centered. Menurut Wisnu Wardhana, profesional 
yang sempat bekerja beberapa tahun di bisnis MLM, cara untuk menguji 
legitimasi bisnis tipe ini sebenarnya mudah. Selain harus ada produk/jasa 
yang disampaikan dari penjual ke pembeli, juga perlu diselidiki, adakah 
benefit yang bisa dirasakan oleh konsumen terakhir yang berada di lapisan 
paling bawah MLM ini? Memadaikah benefit-nya dibanding uang yang harus 
dibayarkan? Jika jawaban kedua pertanyaan itu adalah tidak, berarti 
legitimasi bisnis perlu diragukan. *Kenyataannya, saat ini masih banyak yang 
bingung tentang jenis produk/jasa yang ditawarkan Ahira*, di samping 
keanggotaan tentunya. Beberapa bantahan dari Elite Team yang saya baca, 
menyebutkan bisnis ini mempunyai produk, yaitu berupa e-book yang memuat 
artikel dan informasi penting, sebagai contoh *The Art of Achieving 
Financial Freedom; Perangkat Manajemen Uang (Money Tools); Perangkat 
Manajemen Waktu (Time Tools); Life Style Management System*; konsultasi 
kesehatan melalui eDoc, dan lain -lain.

Jika memang benar e-book yang dijual, saya usulkan agar keterangan tentang 
produk ini dijelaskan secara rinci, bahkan jika perlu berikan akses beberapa 
contoh artikelnya. Bisa diikuti cara promosi Library Database yang terkenal, 
yang untuk memperkenalkan produk elektroniknya, memberikan akses gratis pada 
masa percobaan.

Hanya saja, yang perlu disikapi: sejauh mana artikel-artikel dalam e-book 
bisnis Ahira memuat materi pelatihan? Sebagian besarkah? Atau sebagian kecil 
saja? Pasalnya, jika kita mengacu pada regulasi poin nomor 4 di atas, materi 
pelatihan tidak bisa disamakan dengan produk/jasa inti pada bisnis MLM. 
Prospek harus diberi benefit lain yang substansial nilainya di samping 
materi pelatihan, sebagai exchange dari uang yang dibayarkan. Sebab, menurut 
regulasi, tidak ada keharusan bagi anggota membeli materi pelatihan. 

Pertanyaan berikutnya, apakah bisnis Ahira menganut skema piramida? *Direct 
Selling Association* (DSA) menjelaskan bahwa skema piramida adalah sebuah 
scam yang ilegal, orang dalam jumlah banyak di lapisan paling bawah piramida 
membayarkan uang untuk sejumlah kecil yang berada di lapisan atas. Skema 
piramida atau distributor endless chain mengajak prospek untuk menjadi 
investor, dan sebagai imbalannya diberikan lisensi untuk merekrut prospek 
lain, yang kemudian diharapkan merekrut prospek lain lagi (Koehn, 2001). 
Setiap anggota baru membayar kesempatan untuk meningkat ke level atas dan 
memperoleh keuntungan dari uang yang dibayarkan oleh anggota yang akan 
direkrut. Permasalahannya, menurut DSA, sebelum semua orang memperoleh 
jumlah uang yang sama, piramida telanjur kolaps.

[4]

Menurut Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia (APLI), sistem piramida ini 
telah banyak dilakukan di negara-negara lain. Bahkan sekarang diawasi secara 
ketat oleh pemerintah setempat karena dianggap merugikan masyarakat luas. 
APLI dalam website-nya juga mengajak masyarakat agar berhati-hati dengan 
bisnis skema piramida, karena di Indonesia pun saat ini telah berkembang 
penjualan gaya tersebut.

Pemahaman saya tentang jaringan dalam sistem bisnis Ahira dan Elite Team, 
hanya dibatasi sampai *empat level*. Beberapa bisnis MLM tradisional 
(offline) juga membatasi jaringannya sampai beberapa level, setelah itu 
jaringan diputus dan tidak ada lagi koneksi antara upline tertentu dengan 
downline di bawahnya. Jika benar jaringan hanya sampai empat level, bisnis 
Ahira bukanlah skema piramida endless chain. Berarti bisnis ini lumrah saja, 
seperti bisnis MLM lainnya. Biaya untuk bergabung dengan bisnis MLM tidak 
boleh terlalu tinggi (poin 3 pada regulasi). 

Mahalkah US$ 55 biaya untuk bergabung dengan Ahira? Jawabannya relatif, 
karena mahal-murah itu subjektif. Pada bisnis MLM lainnya, biaya awal 
rekrutmen dikaitkan dengan pembelian awal produk yang disebut starter kit 
(seperangkat produk untuk digunakan dalam masa percobaan berjualan). Lebih 
jauh diuraikan dalam regulasi bahwa perusahaan harus siap dengan 
pengembalian starter kit dari anggota baru, apabila ternyata setelah dicoba, 
ia merasa tidak sanggup melanjutkan bisnis ini. Ini yang sulit 
diimplementasi dalam bisnis MLM ala Ahira, jika memang benar sebagian besar 
produknya merupakan materi pelatihan.

Keberatan terakhir adalah masalah *spamming*, yaitu pengiriman e-mail berisi 
promosi tanpa persetujuan pemilik e-mail. Alamat e-mail biasanya diperoleh 
dengan cara harvesting atau menyalin alamat e-mail dari milis atau publikasi 
lainnya, baik secara manual maupun dengan bantuan program tertentu. Spamming 
merupakan masalah terbesar dalam IM. Di negara maju, sudah banyak regulasi 
yang mengatur spamming, dan ada hukum yang jelas berlaku, melarang 
pengiriman e-mail tanpa persetujuan lebih dulu. Dari yang saya baca dalam 
artikel dan website Ahira, larangan untuk spamming cukup jelas, bahkan 
digambarkan sanksi kerasnya, keluar dari keanggotaan. Toh, dari keluhan yang 
muncul, masih terjadi praktik spamming di lapangan. 

Tulisan ini akan saya tutup dengan beberapa saran untuk Ahira dan juga para 
pebisnis lain yang menjalankan bisnis serupa. Pertama, ubah istilah bisnis 
Internet atau IM menjadi Internet MLM, online MLM atau e-MLM, agar para 
prospek bisnis punya gambaran yang lebih konkret tentang tipe bisnis
Anda. Kedua,
jika belum, daftarkan
www.eliteteammarketing.com<http://www.eliteteammarketing.com>pada
APLI, sebagai jaminan legitimasi bisnis Anda. Ketiga, jelaskan dengan
uraian yang sangat rinci, produk/jasa apa yang Anda jual di samping 
keanggotaan atau rekrutmen. Keempat, klarifikasi bahwa bisnis Anda bukan 
menggunakan skema piramida (jika benar hanya empat level). Kelima, 
pertimbangkan kembali besarnya biaya bergabung menjadi anggota. Ke-6, 
umumkan ke publik, nama-nama anggota Anda yang melakukan spamming dan sudah 
di-black list, agar tampak keseriusan Anda dalam menangani masalah ini. Ke-7 
atau terakhir -- dan ini paling penting -- buatlah advertorial di media, 
menjelaskan posisi bisnis Anda. 

Oke Ahira, salam perjuangan dari saya di Sydney untuk Anda di Bandung.

Kandidat PhD. School of Marketing, UNSW Sydney (swa)

[1] [2] [3] [4] :

http://www.swa.co.id/sekunder/kolom/pemasaran/strategi/details.php?cid=2&id=143&pageNum=1

http://www.swa.co.id/sekunder/kolom/pemasaran/strategi/details.php?cid=2&id=143&pageNum=2

http://www.swa.co.id/sekunder/kolom/pemasaran/strategi/details.php?cid=2&id=143&pageNum=3

http://www.swa.co.id/sekunder/kolom/pemasaran/strategi/details.php?cid=2&id=143&pageNum=4


[Non-text portions of this message have been removed]



PENTING..!

attachment akan dihapus & tidak diteruskan kepada seluruh member.

dilarang beriklan. pelanggaran atas peraturan ini akan dikenai sanksi berupa 
pencabutan membership.

terutama bagi pengguna ms outlook/outlook express, dihimbau untuk selalu 
mengupdate antivirusnya.
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kisunda/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke