kumaha para wargi jalan kaluarna, beuki die teh hasil
seni budaya sunda teras-terasan terancam. salah
sahijina batik sukaraja, duka tah model garutan,
ciamisan terancam oge heunteu nya? mangga ieu infona
nuhun akh pak kuncen

Batik Sukaraja Hampir Punah. 

Tasikmalaya, Kompas - Kerajinan kain batik tulis halus
Sukaraja yang berpusat di Kampung Pasar Kolot, Desa
Sukapura, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, terancam
punah. Ini terjadi akibat kurangnya tenaga pembatik
sejak tahun 2000.

"Saat ini perajin batik tulis yang tersisa hanyalah
mereka yang peduli untuk melestarikan, dan mereka ini
sudah berusia lebih dari 40 tahun. Kami kesusahan
untuk meregenerasi pebatik tulis," kata Ecin Kuraisin
(57), seorang pebatik tulis di Tasikmalaya, Rabu
(30/3). Ecin merupakan pebatik yang telah menggeluti
batik tulis Sukaraja secara turun-temurun sejak tahun
1974.

Menurut Ecin, sebelumnya ia mampu menghasilkan batik
tulis yang murah seharga Rp 25.000 per potong sebanyak
10 kodi sebulan. Tetapi, karena kekurangan tenaga
pembatik, Ecin hanya mampu menghasilkan sekitar dua
kodi per bulan.

Pekerja yang pernah dimiliki Ecin sebanyak 20 orang.
Sekarang ini Ecin hanya memiliki lima orang pebatik
saja. Hal tersebut juga dialami beberapa pebatik di
Kampung Pasar Kolot tersebut.

Uun Kurniasih (48) mengeluhkan para remaja di
sekitarnya memilih membordir daripada membatik.

"Mungkin mereka tidak mau membatik karena membuat
tangan dan baju kotor. Sedangkan kalau membordir,
tangan dan baju bersih," kata Uun. Sedangkan soal
upah, membatik lebih murah. Mereka mendapatkan upah Rp
4.000 per potong, sementara membordir mendapat sekitar
Rp 15.000.

Saat ini, para pebatik yang masih tersisa hanya
mengandalkan pesanan. Itu pun, menurut Ecin dan Uun,
pesanan yang tidak bisa dalam partai besar. "Tidak ada
tenaganya," kata Uun yang menghasilkan kain batik
tulis halus sekitar enam potong per minggu.

Selama ini hasil kerajinan batik tulis hanya
dipasarkan per orangan ke pasar-pasar di sekitar
Sukaraja, seperti Pasar Cibalong. Mereka belum sanggup
membangun ruang pamer khusus batik tulis Sukaraja.
"Itu masih cita-cita kami untuk melestarikan batik
tulis Sukaraja," ujar Ecin.

Selain mengeluhkan soal kekurangan tenaga, mereka
tidak mampu lagi mencegah penjiplakan karya batik oleh
pengusaha batik printing (cap). Apalagi, persaingan
antara batik tulis dan cap semakin ketat. Menurut Ecin
dan Uun, kain-kain batik cap sering mencontoh
karya-karya mereka. (AYS)

Diambil dari Kompas, Kamis 31 Maret, 2005





__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 




PENTING..!

attachment akan dihapus & tidak diteruskan kepada seluruh member.

dilarang beriklan. pelanggaran atas peraturan ini akan dikenai sanksi berupa 
pencabutan membership.

terutama bagi pengguna ms outlook/outlook express, dihimbau untuk selalu 
mengupdate antivirusnya.
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kisunda/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke