http://www.republika.co.id/suplemen/cetak_detail.asp?mid=5&id=187041&kat_id=105&kat_id1=147&kat_id2=185
Jumat, 11 Februari 2005
Penemu Benua Amerika Seorang Muslim?
Sekitar 70 tahun sebelum Columbus menancapkan benderanya di daratan Amerika,
Laksamana Zheng He sudah lebih dulu datang ke sana. Para peserta seminar yang
diselenggarakan oleh Royal Geographical Society di London beberapa waktu lalu
dibuat terperangah. Adalah seorang ahli kapal selam dan sejarawan bernama Gavin
Menzies dengan paparannya dan lantas mendapat perhatian besar.
Tampil penuh percaya diri, Menzies menjelaskan teorinya tentang pelayaran
terkenal dari pelaut mahsyur asal Cina, Laksamana Zheng He (kita mengenalnya
dengan Ceng Ho-red). Bersama bukti-bukti yang ditemukan dari catatan sejarah,
dia lantas berkesimpulan bahwa pelaut serta navigator ulung dari masa dinasti
Ming itu adalah penemu awal benua Amerika, dan bukannya Columbus.
Bahkan menurutnya, Zheng He 'mengalahkan' Columbus dengan rentang waktu sekitar
70 tahun. Apa yang dikemukakan Menzies tentu membuat kehebohan lantaran
masyarakat dunia selama ini mengetahui bahwa Columbus-lah si penemu benua
Amerika pada sekitar abad ke-15. Pernyataan Menzies ini dikuatkan dengan
sejumlah bukti sejarah. Adalah sebuah peta buatan masa sebelum Columbus memulai
ekspedisinya lengkap dengan gambar benua Amerika serta sebuah peta astronomi
milik Zheng He yang dosodorkannya sebagai barang bukti itu. Menzies menjadi
sangat yakin setelah meneliti akurasi benda-benda bersejarah itu.
''Laksana inilah yang semestinya dianugerahi gelar sebagai penemu pertama benua
Amerika,'' ujarnya. Menzies melakukan kajian selama lebih dari 14 tahun. Ini
termasuk penelitian peta-peta kuno, bukti artefak dan juga pengembangan dari
teknologi astronomi modern seperti melalui program software Starry Night.
Dari bukti-bukti kunci yang bisa mengubah alur sejarah ini, Menzies mengatakan
bahwa sebagian besar peta maupun tulisan navigasi Cina kuno bersumber pada masa
pelayaran Laksamana Zheng He. Penjelajahannya hingga mencapai benua Amerika
mengambil waktu antara tahun 1421 dan 1423. Sebelumnya armada kapal Zheng He
berlayar menyusuri jalur selatan melewati Afrika dan sampai ke Amerika Selatan.
Uraian astronomi pelayaran Zheng He kira-kira menyebut, pada larut malam saat
terlihat bintang selatan sekitar tanggal 18 Maret 1421, lokasi berada di ujung
selatan Amerika Selatan. Hal tersebut kemudian direkonstruksi ulang menggunakan
software Starry Night dengan membandingkan peta pelayaran Zheng He.
"Saya memprogram Starry Night hingga masa di tahun 1421 serta bagian dunia yang
diperkirakan pernah dilayari ekspedisi tersebut," ungkap Menzies yang juga ahli
navigasi dan mantan komandan kapal selam angkatan laut Inggris ini. Dari sini,
dia akhirnya menemukan dua lokasi berbeda dari pelayaran ini berkat catatan
astronomi (bintang) ekspedisi Zheng He.
Lantas terjadi pergerakan pada bintang-bintang ini, sesuai perputaran serta
orientasi bumi di angkasa. Akibat perputaran bumi yang kurang sempurna membuat
sumbu bumi seolah mengukir lingkaran di angkasa setiap 26 ribu tahun. Fenomena
ini, yang disebut presisi, berarti tiap titik kutub membidik bintang berbeda
selama waktu berjalan. Menzies menggunakan software untuk merekonstruksi posisi
bintang-bintang seperti pada masa tahun 1421.
"Kita sudah memiliki peta bintang Cina kuno namun masih membutuhkan penanggalan
petanya," kata Menzies. Saat sedang bingung memikirkan masalah ini, tiba-tiba
ditemukanlah pemecahannya. "Dengan kemujuran luar biasa, salah satu dari tujuan
yang mereka lalui, yakni antara Sumatra dan Dondra Head, Srilanka, mengarah ke
barat."
Bagian dari pelayaran tersebut rupanya sangat dekat dengan garis katulistiwa di
Samudera Hindia. Adapun Polaris, sang bintang utara, dan bintang selatan
Canopus, yang dekat dengan lintang kutub selatan, tercantum dalam peta. "Dari
situ, kita berhasil menentukan arah dan letak Polaris. Sehingga selanjutnya
kita bisa memastikan masa dari peta itu yakni tahun 1421, plus dan minus 30
tahun."
Atas temuan tersebut, Phillip Sadler, pakar navigasi dari Harvard-Smithsonian
Center for Astrophysics, mengatakan perkiraan dengan menggunakan peta kuno
berdasarkan posisi bintang amatlah dimungkinkan. Dia juga sepakat bahwa
estimasi waktu 30 tahun, seperti dalam pandangan Menzies, juga masuk akal.
Sang penjelajah ulung
Selama ini, masyarakat dunia mengetahui kiprah Zheng He sebagai penjelajah
ulung. Dia terlahir di Kunyang, kota yang berada di sebelah barat daya Propinsi
Yunan, pada tahun 1371. Keluarganya yang bernama Ma, adalah bagian dari warga
minoritas Semur. Mereka berasal dari kawasan Asia Tengah serta menganut agama
Islam. Ayah dan kakek Zheng He diketahui pernah mengadakan perjalanan haji ke
Tanah Suci Makkah. Sementara Zheng He sendiri tumbuh besar dengan banyak
mengadakan perjalanan ke sejumlah wilayah. Ia adalah Muslim yang taat.
Yunan adalah salah satu wilayah terakhir pertahanan bangsa Mongol, yang sudah
ada jauh sebelum masa dinasti Ming. Pada saat pasukan Ming menguasai Yunan
tahun 1382, Zheng He turut ditawan dan dibawa ke Nanjing. Ketika itu dia masih
berusia 11 tahun. Zheng He pun dijadikan sebagai pelayan putra mahkota yang
nantinya menjadi kaisar bernama Yong Le. Nah kaisar inilah yang memberi nama
Zheng He hingga akhirnya dia menjadi salah satu panglima laut paling termashyur
di dunia.
( yus/berbagai sumber )
---------------------------------
Do you Yahoo!?
Yahoo! Small Business - Try our new resources site!
[Non-text portions of this message have been removed]
PENTING..!
attachment akan dihapus & tidak diteruskan kepada seluruh member.
dilarang beriklan. pelanggaran atas peraturan ini akan dikenai sanksi berupa
pencabutan membership.
terutama bagi pengguna ms outlook/outlook express, dihimbau untuk selalu
mengupdate antivirusnya.
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/kisunda/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/