Rabu, 20 Juli 2005 21:00:00
Laporan: ant/pur

*Garut-RoL -- *Deddy Effendie (50), pelukis terkecil pertama dunia, kini 
tengah berobsesi mewujudkan museum pertama lukisan terkecil dunia di 
Kabupaten Garut, dengan memanfaatkan Studio Proklamasi miliknya yang telah 
dibangun di atas tanah seluas 512 m2, namun untuk mewujudkan impiannya yang 
spektrakuler itu selalu terganjal biaya karena sekurang-kurangnya diperlukan 
dana sebesar Rp500 juta.
Karena itu dia memberi peluang kepada siapapun calon investor, termasuk 
Pemkab setempat, untuk menanamkan modal masa depannya, ujar ayah dua anak 
yang beristerikan Yulia Sugiarti(48) kepada *Antara* di Studionya Jl. 
Proklamasi Garut, Rabu.

Sebanyak 40 buah Koleksi lukisan kecilnya bernilai tak terhingga, dengan 
ukuran paling kecil 0,4 mm X 0,45 mm berjudul "Sensasi Kucing" hanya bisa 
dilihat dengan kaca pembesar dibuat tahun 1996, sedangkan pertama memproduk 
lukisan kecil pada tahun 1990 berukuran 7 cm X 13 cm diatas kanvas kain blue 
jeans bertajuk "dua orang bersampan", diapun memiliki koleksi sebanyak 13 
lukisan supermini hasil goresan keterampilan jemari tangannya itu.

Pelukis beraliran "Surealisme" tersebut mengaku bukan pelukis pesanan, meski 
sebuah lukisannya "Rama dan Sinta" yang bermotifkan ornamen Bali sejak 1978 
dikoleksi seorang warga Perancis Rene Gunghug, bahkan hingga kini Deddy 
Effendie masih menyimpan lukisan mini wajah Ibu Tien Soeharto yang dibuat 
selama 30 menit pada pukul 09.00 WIB tahun 1996, tepat 40 hari pasca ibu 
negara itu wafat.

Koleksi lukisan berukuran 1 cm2 tersebut akan dikeluarkan jika ada yang mau 
membelinya seharga Rp 1 miliar atau sekitar 100.000 USD, ujar Eddy Effendie 
yang juga telah menulis lima judul novel terakhir novel tahun 2003 berjudul 
"Gadis Permata Bunda" terbitan Gramedia Widia Sarana Indonesia (Grasindo), 
novel yang mewakili era Indonesia sebelum merdeka hingga era reformasi ini 
bertutur seputar tatar Garut dengan menokohkan nama "John".

Sedangkan empat novel berbahasa Indonesia lainnya terdiri, Tembang Cinta 
Maharaja, Dongeng kakek tentang Kakek, Ceriteraku Ceritera Kalian Juga serta 
Kijang dan Harimau, dia-pun selama ini produktif telah membuahkan sebanyak 
10 karya novel berbahasa Sunda, sementara buku pelajaran untuk SMP yang 
dibidaninya antara lain Reneka Sastra Sunda dan sebagai editor pelajaran 
Ekonomi dan Koperasi.

Seniman pengagum berat "Chairil Anwar" tersebut memiliki visi hidup "Sekali 
Berarti Sesudah itu Mati", namun dia menyebutkan meski mengagumi Chairil 
Anwar atas semangatnya, namun tidak menyukai gaya hidup Chairil Anwar yang 
dinilainya terlampau "urakan", katanya.

Pelukis Deddy Effendie ayah dari Pujia Pernami(22) dan Widia Gustini(18) 
itu, selama tiga kali karyanya telah tercatat pada Museum Rekor Indonesia 
(MURI) dan kini tengah berupaya keras mewujudkan angannya yang mulia 
membangun Museum lukisan terkecil dunia di Kabupaten Garut, yang akan 
dilengkapinya dengan pondok baca, cafetaria serta laboratorium seni budaya, 
pertanyaannya adakah yang peduli atas gagasan orsinil tersebut untuk 
mengangkat nama Garut ditengah masyarakat dunia, walaualam bi sawab.
 http://www.republika.co.id/online_detail.asp?id=206332&kat_id=23


[Non-text portions of this message have been removed]



PENTING..!

attachment akan dihapus & tidak diteruskan kepada seluruh member.

dilarang beriklan. pelanggaran atas peraturan ini akan dikenai sanksi berupa 
pencabutan membership.

terutama bagi pengguna ms outlook/outlook express, dihimbau untuk selalu 
mengupdate antivirusnya.
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kisunda/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke