Baraya,
  Iraha nya di lembur urang boga nu jiga kieu:
  
  ----------------------------------------------
Republika, Minggu, 22 Mei 2005
                 
                      Membaca Buku dalam Gemercik Air 
               
                            Adalah  Richard Booth, seorang warga Wales, 
Inggris, yang pertamakali memiliki  gagasan membuat sebuah kota buku. Tahun 
1961 ia mendirikan kota buku di  Wales dengan nama Hay on-Wey. Lokasi itu 
berada  di tepi sungai Wey yang dikelilingi deretan pegunungan nan indah Black 
Contains. 
      Dengan dominasi lingkungan Istana Hay yang anggun, Booktown Hay on- Wey  
mampu menyajikan sebuah model percontohan pengembangan pedesaan dan  
pariwisata. Berkat gagasan tadi, sekarang di kota itu terdapat 40 toko  buku 
yang menawarkan koleksi buku-buku kuno dan terbaru atau buku-buku  terkenal di 
dunia. Sehingga masyarakat pecinta buku bisa memperoleh  buku-buku sesuai yang 
diinginkan. Dampak paling dirasakan adalah  keberadaan kota buku mampu 
menumbuhkembangkan penerbitan di sana.
       Sampai tahun 1997, setelah Booktown Hay on-Wey  berdiri, model desa buku 
pun berkembang di berbagai negara. Sejak itu  hingga kini tercatat 19 desa buku 
berdiri di Eropa dan Asia dengan  spesifikasi berbeda sesuai kondisi 
negara-negara bersangkutan. Malaysia  adalah negara pertama di Asia Tenggara 
yang memiliki desa buku, yakni Kampung Buku Langkawi yang diresmikan Perdana 
Menteri Dr Mahatir Mohammad, dengan koleksi hampir setengah juta buku.
       Desa  buku terbukti mampu mendorong pertumbuhan dunia pustaka di  
negara-negara bersangkutan sekaligus mampu menawarkan atmosfir baru  dalam 
mengembangkan iklim cinta buku.Bagi dunia pustaka Indonesia,  Magelang tercatat 
yang pertama kali merealisasikan gagasan desa buku,  atau untuk yang kedua di 
Asia Tenggara setelah Langakawi Malaysia.  Sedangkan di dunia tercatat baru ada 
21 desa buku, termasuk di Taman  Kyai Langgeng. 
       Gagasan  itu muncul berawal dari Peringatan Hari Buku Nasional II 2003 
yang  dipusatkan di Taman Kyai Langgeng, Magelang. Gagasan datang dari  
Pengurus Pusat Ikatan Penerbit Indonesia (PP IKAPI). Desa Buku Taman  Kyai 
Langgeng merupakan sebuah konsep yang memadukan antara komunitas  perbukuan, 
seni dan pariswisata, dalam satu lokasi yang menawarkan alam  pedesaan. Pilihan 
itu telah dipertimbangkan benar, baik dari sisi  geografis maupun kondisi 
lingkungannya.
       Dibangunnya  desa buku di obyek wisata tersebut, selain menjadi tempat 
rekreasi  keluarga, ke depan dipropyeksikan menjadi wahana pendidikan dan  
pencerdasan bagi masyarakat luas, serta tempat mangkalnya para  pengarang dan 
seniman. Taman Kyai Langgeng yang berada dipinggiran Kali  Progo benar-benar 
mendukung sesuai dengan konsep desa buku yang ideal,  tidak beda dengan 
Booktown Hay on-Wey gagasan Richard Booth.  Agar nyaman dan membuat pengunjung 
betah berlama-lama di sana,  suasananya dibangun bernuansa pedesaan. Di sana 
ada gubuk-gubuk dan  padat informasi buku.
       Taman  Kyai Langgeng didominasi ruang terbuka, 90 persen areal berupa 
taman,  suasana teduh oleh rimbunan pepohonan, rekreatif serta diwarnai musik  
alam yang datang dari gemercik air sungai, dan kicau burung. Karakter  itu 
benar-benar mampu menampilkan suasana pedesaan. Maka dipilihlah  lokasi itu 
untuk dijadikan sebagai desa buku yakni Kyai Langgeng Park Bookvillage. Nanti, 
berbagai festival permainan tradisional dan dongeng akan memeriahkan desa 
tersebut.
       Taman  wisata tersebut juga memiliki ruang-ruang baca di alam terbuka 
yang  dinaungi aneka pepohonan, serta deretan gazebo yang benar-benar menyatu  
dengan alam dan memberi kenikmatan bagi pengunjung. Fasilitas-fasilitas  lain 
yang tersedia dapat difungsikan untuk penyelenggaraan berbagai  kegiatan pentas 
seni/teater, kemahiran perpustakaan, lomba baca puisi,  jumpa pengarang, 
melukis, mengukir, dan mencipta lagu. Pada tahap awal  sudah didirikan 
perpustakaan dengan koleksi 4.000 judul buku dan Pusat  Informasi Buku (PIB). 
''Untuk menambah koleksi di perpustakaan, dengan  tangan terbuka kami menerima 
sumbangan buku dari manapun,'' kata Kepala  Badan Perencanaan Kota (Bapeko) 
Kota Magelang Drs S Budi Prasteyo.
       Kegiatan  tahunan desa duku dirancang untuk ajang pameran dan bursa buku 
kuno. Di  antaranya karya-karya SH Mintareja yang pernah menjadi best seller, 
seperti Nogo Sosro Sabuk Inten, dan Api di Bukit Menoreh. Kategori komik yang 
akan dipamerkan adalah Godam, Gundhala, Si Buta Dari Gua Hantu dan  karya 
komikus-komikus Indonesia terkemuka lainnya. Juga ada festival permainan 
anak-anak tradisional, seperti Gobag Slodor, Sondah Mandag, Ganjilan, Benthik, 
Egrang, Bekelan dan Dakon.
       Buku-buku  yang menjadi fokus untuk dikoleksi adalah buku-buk flora dan 
fauna,  budaya daerah, dunia pewayangan, kerajaan-kerajaan, kemiliteran,  
bangunan-bangunan kolonial khususnya arsitektur indis serta buku-buku  tentang 
kota Magelang dan sekitarnya. Desa buku juga dilengkapi sarana  menjual buku 
kuno, toko cinderamata, dan kafe. Sedangkan fungsi PIB,  menurut Kepala Bidang 
Prasarana Fisik Bapeko Kota Magelang Ir Djoko  Suparno, untuk mewadahi 
buku-buku terbitan baru yang akan dipasarkan  kepada publik dan masyarakat 
pecinta buku melalui jaringan internet.  Karena itu, desa buku ini memiliki 
sotus web yang peluncurannya  dilakukan Gubernur Jateng H Mardiyanto, beberapa 
waktu lalu. 
   m as'adi     Jendela Dunia di Internet
       Buku adalah Jendela Dunia. Begitulah motto yang dimiliki Desa Buku Taman 
Kyai Langgeng. Sejak 17 Mei 2005, pustakawan serta penggemar buku mulai dapat 
mengakses situs web desa buku melalui www.desabuku.com.  Situs ini baru saja 
diluncurkan oleh Gubernur Jateng H Mardiyanto.  ''Situs itu merupakan bagian 
pengembangan desa buku untuk meningkatkan  pelayanan kepada masyarakat. Melalui 
situs tersebut masyarakat bisa  memilih serta mengetahui informasi tentang 
buku,'' kata H Mardiyanto  seusai meluncurkan situs tersebut, Selasa (17/5) 
lalu.
       Situs web itu, kata Mardiyanto, hasil kerjasama Pemkota Magelang dengan 
EnProv.Net, sebuah perusahaan internet service provider yang menggunakan 
teknologi wirelles.  Pembangunan Desa Buku Taman Kyai Langgeng dicanangkan 17 
Mei 2003 oleh  Mendiknas Malik Fajar, ketika itu. Hingga kini telah dilengkapi 
Pusat  Informasi Buku dan perpustakaan. Pemda Kota Magelang, katanya, masih  
merencanakan pembangunan beberapa fasilitas pendukung.
       Desa  buku ini, kata Gubernur Mardiyanto, sangat bermanfaat sebagai 
sarana  edukasi, olahraga dan rekreasi, serta diharapakan menjadi ikon Jawa  
Tengah untuk para pemodal dan wisatawan. ''Melalui websiteini,  marilah kita 
buka jendela dunia dari Magelang,'' kata Mardiyanto.  Sistem informasi 
elektronik berbasis internet pada era kesejagatan ini,  menurut Mardiyanto, 
tidak dapat dihindari lagi. Setiap orang harus  belajar mengetahui, mengenal, 
memahami dan menggunakan aplikasi sistem  informasi elektronik tersebut.
       Karena  itu, tambah Mardiyanto, masyarakat perlu disiapkan menerima 
kehadiran  teknologi informasi dan komunikasi yang menunjang pelayanan publik.  
''Dengan komunikasi melalui internet yang sifatnya cepat, mudah, murah,  
terdokumentasi, akan banyak manfaat yang diperoleh masyarakat,''  katanya. Ia 
mengharapkan, situs web Desa Buku Kyai Langgeng dapat  memberikan kontribusi 
bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia,  menggairahkan iklim investasi, 
perdagangan, dan pariwisata.
       Peluncuran situs Desa Buku Taman Kyai Langgeng beberapa hari lalu 
dimeriahkan Trunthung  pentas musik tradisional masyarakat lereng Gunung 
Merbabu  bertajuk Trunthung Ibu Pertiwi garapan seniman Magelang Sutanto 
Mendut. Pagelaran melibatkan ratusan anak Merbabu. 
                     ( asd )           
  
  


=====
Situs: http://www.urang-sunda.or.id/
[Pupuh17, Wawacan, Roesdi Misnem, Al-Quran, Koropak]
                        
---------------------------------
Yahoo! Shopping
 Find Great Deals on Holiday Gifts at Yahoo! Shopping 

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page
http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/IotolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

PENTING..!

attachment akan dihapus & tidak diteruskan kepada seluruh member.

dilarang beriklan. pelanggaran atas peraturan ini akan dikenai sanksi berupa 
pencabutan membership.

terutama bagi pengguna ms outlook/outlook express, dihimbau untuk selalu 
mengupdate antivirusnya.
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kisunda/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke