Kompas. Jawa Barat. Rabu, 12 April 2006 Kesenian Jangan Biarkan Musik Sunda Mati
Jangan sampai saya ganti pekerjaan, kata Atik Kuswara (33). "Mudah-mudahan waditra lestari, kesenian Sunda abadi," ujar perajin alat musik Sunda atau waditra ini. Atik menjadi perajin waditra sejak tahun 1994. Kebetulan keluarganya banyak yang berbakat memainkan alat musik Sunda. Setiap hari lelaki asal Banjaran, Kabupaten Bandung, ini bekerja di bengkel Asep. Bengkel waditra ini mengkhususkan diri membuat dan mereparasi kendang. Namun, pembeli alat musik lain seperti degung dan kecapi sering juga datang ke bengkelnya. Ukuran bengkelnya hanya enam meter persegi. Atap bengkel dari seng sudah hitam, berkarat, dan doyong. Karena sempit, Atik dan rekan kerjanya, Dena Juana (39), mengerjakan pesanan alat musik di gang. Di tempat mereka bekerja juga diparkir sebuah mobil kijang yang ditempatkan jemuran pakaian. Bengkel tersebut berada di perkampungan di persimpangan Jalan Kiaracondong - Soekarno Hatta. Kampung ini strategis untuk bengkel waditra. Menurut Atik, setiap tahun penjualan waditra terus menurun. "Kadang dalam sebulan tidak ada pembeli," kata Atik yang biasa menjual waditra berupa saron, bonang, seruling, kecapi, kendang, dan lainnya ke Bogor, Karawang, Bekasi, dan kota serta kabupaten lain di Jawa Barat.Untuk bahan, ia mendapatkan kayu nangka, baros, manglid, dan mahoni dari kawasan Ciwidey, Kabupaten Bandung. Sementara, kulit kerbau ia dapatkan dari Cianjur. Atik mengaku, sebelumnya ia sempat bekerja di bengkel waditra milik Oleh. Bengkel milik Oleh ada di samping bengkel Asep, tempat Atik bekerja kini. Setelah Oleh meninggal tahun 1998, beberapa anak buahnya mendirikan bengkel waditra di dekatnya. Sementara itu, bengkel Oleh diteruskan oleh Hendra Hermawan (37). Hendra mengatakan bahwa bengkel Mekar Mimitan didirikan kakeknya tahun 1960. Kakeknya membuat berbagai macam alat musik, sedangkan ayahnya, Oleh, memasok kayu. Menurut Hendra, ia sering mendapatkan pesanan sampai puluhan set gamelan yang kini harga nya sekitar Rp 6 juta per set. Namun, sudah sekitar delapan tahun tidak ada lagi pesanan sebanyak itu. Ia mengatakan, penjualan waditra menurun dari tahun ke tahun. Sebelum tahun 2000 banyak orang asing belajar kesenian musik Sunda dan datang memesan alat musik ke bengkelnya. "Tapi sekarang, sudah tidak ada lagi," ujar Hendra, yang sempat menjual alat-alat musik Sunda ke Amerika dan Inggris berdasarkan pesanan. (Ynt) ===== Situs: http://www.urang-sunda.or.id/ [Pupuh17, Wawacan, Roesdi Misnem, Al-Quran, Koropak] __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com PENTING..! attachment akan dihapus & tidak diteruskan kepada seluruh member. dilarang beriklan. pelanggaran atas peraturan ini akan dikenai sanksi berupa pencabutan membership. terutama bagi pengguna ms outlook/outlook express, dihimbau untuk selalu mengupdate antivirusnya. Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/kisunda/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
