Kang RH,
Ari di Walanda aya "buta hejo", eh "buta aksara"? Keur ngamusnahkeun "buta 
hejo" mana nu leuwih sakti, nyieun PROYEK anyar, atawa sakola nu geus puguh aya 
diharastiskeun?
(mh)

---------
Rp 2,3 Miliar untuk Berantas Buta Aksara

BANDUNG,                 (PR).-
                 Pemkab Bandung mengucurkan dana sebesar Rp 2,3 miliar pada 
tahun ini untuk memberantas                 buta aksara di wilayahnya. Dana 
tersebut dialokasikan dari program pendanaan kompetisi                 (PPK) 
untuk meningkatkan indeks pembangunan manusia (IPM).
Hal itu dikatakan Kasubdin Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Disdik Kab. Bandung, 
Drs.                 Juhana, kepada “PR”, Senin (8/5).
Juhana menjelaskan, dana itu akan disalurkan kepada 200 kelompok belajar yang 
tersebar                 di semua kecamatan. Masing-masing kelompok 
beranggotakan 25 orang yang disebut warga                 belajar. Diharapkan, 
sekira 5.000 orang buta aksara akan terjaring dalam program tersebut.           
      
                 Masing-masing kelompok belajar, menurut Juhana, akan dibimbing 
oleh satu orang tutor,                 yang diambil dari para sukarelawan yang 
terdiri dari para sarjana baru (fresh graduate-red.),                 pengasuh 
pondok pesantren, tokoh pemuda, dan pihak-pihak yang bersedia menjadi tutor.    
             Lokasi belajar tidak menggunakan kelas khusus. “Bisa 
dilaksanakan di rumah RW, kantor                 RW, masjid, atau balai 
desa,” katanya. 
                 Dengan demikian, Disdik harus menyiapkan 200 tutor yang kerap 
disebut juga “guru                 kunjung”. Disebut demikian, karena para 
tutor ini kadang harus mengunjungi warga                 belajar yang kesulitan 
mengakses tempat belajar. “Jika ada 10 atau lima orang yang                 
tidak bisa datang karena tidak punya ongkos atau lokasinya sulit diakses 
seperti di                 Saguling, guru kunjung akan menghampiri mereka,” 
katanya. 
                 Untuk itu, Disdik menjalin kerja sama dengan beberapa 
perguruan tinggi, seperti                 Universitas Islam Nusantara (Uninus) 
Bandung dan Stiepar. “Dari perguruan tinggi                 negeri malah 
belum ada,” katanya. 
                 Juhana juga menjelaskan, Disdik menyiapkan 10 modul yang akan 
dievaluasi kemajuannya                 setiap enam bulan. Modul disusun 
berbasis kesehatan lingkungan dan pemanfaatan huruf dalam                 
kehidupan sehari-hari. Materi bacaannya memuat penyuluhan sanitasi lingkungan, 
belajar                 menggunakan kuitansi, alat-alat pos, dsb. yang berguna 
dalam kehidupan sehari-hari. 
                 Berdasarkan data yang diperoleh dari Biro Pusat Statistik 
(BPS) Kab. Bandung, jumlah                 penduduk penyandang buta aksara 
mencapai 56.461 orang. Sedangkan data di Dinas Pendidikan                 Kab. 
Bandung, jumlahnya mencapai 16.999 orang. 
                 Perbedaan data tersebut, menurut Juhana, karena metode 
pencacahan yang dilakukan                 berbeda sama sekali. “Data BPS itu 
untuk semua umur, sedangkan kami hanya mendata                 yang usia 
produktif,” ujarnya. 
                 Sasaran warga belajar dalam program yang akan berjalan mulai 
dua minggu mendatang ini,                 menurut Juhana, hanya penyandang buta 
aksara yang berusia produktif. 
                 Kantong-kantong buta aksara, lanjut Juhana, terdapat di 
daerah-daerah pinggiran yang                 sulit diakses sarana transportasi 
seperti di Kec. Rongga, Gununghalu, Cikalong Wetan, dan                 
Kertasari. Meski demikian, ada juga kecamatan yang secara geografis tidak 
terlalu sulit                 dijangkau namun dikategorikan kantong buta 
aksara, seperti di Kec. Soreang, Cililin, dan                 Solokanjeruk. 
                 Komitmen Cimahi
                 Sementara itu, saat ditemui pekan lalu, Wali Kota Cimahi, Ir. 
H. Itoc Tochija,                 mengatakan, Kota Cimahi berkomitmen untuk 
melaksanakan percepatan wajar dikdas sesuai                 dengan program 
Provinsi Jawa Barat. “Sejauh mana Cimahi bisa mendukung program               
  tersebut, diawali dengan memberantas buta huruf,” katanya. 
                 Penderita buta huruf di Cimahi berjumlah sekira 1.600 orang. 
Saat ini, Dinas Pendidikan                 Kota Cimahi sedang melakukan 
updating data karena diperkirakan angka tersebut                 meningkat 
10-20 %. 
                 Umumnya, kata wali kota, masyarakat masih mengandalkan 
pendidikan formal dalam                 mengentaskan warga yang buta aksara. 
“Kita berdayakan kader PKK dan PKPM untuk                 melatih masyarakat 
agar melek huruf,” ujarnya. (A-156/A-158) ***





=====
Situs: http://www.urang-sunda.or.id/
[Pupuh17, Wawacan, Roesdi Misnem, Al-Quran, Koropak]
                
---------------------------------
Get amazing travel prices for air and hotel in one click on Yahoo! FareChase 

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Protect your PC from spy ware with award winning anti spy technology. It's free.
http://us.click.yahoo.com/97bhrC/LGxNAA/yQLSAA/IotolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

PENTING..!

attachment akan dihapus & tidak diteruskan kepada seluruh member.

dilarang beriklan. pelanggaran atas peraturan ini akan dikenai sanksi berupa 
pencabutan membership.

terutama bagi pengguna ms outlook/outlook express, dihimbau untuk selalu 
mengupdate antivirusnya.
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kisunda/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke