Semoga Propaganda ini menyadarkan kita akan perang opini via film barat.
Wahai Muslimin bangunlah, lihatlah musuhmu begitu agressif menyerang dari
segala arah!.
Ishak Salim <[EMAIL PROTECTED]> wrote: To: IFP-2005 <[EMAIL PROTECTED]>
From: Ishak Salim <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Thu, 31 Aug 2006 12:34:36 -0700 (PDT)
Subject: [ifp-2005] United 93, Nine Eleven, dan drama Pembajakan Al Qaidah
United 93
United 93 adalah salah satu pesawat boeing 757-222 yang dibajak 4 personel Al
Qaedah (berdasarkan klaim dari Osama Bin Laden di CBC News, tanggal 29
Oktober)yang ditujukan untuk menghantam WTC tetapi gagal karena perlawanan para
penumpang. Namun upaya perlawanan itu pada akhirnya tetap berakhir tragis,
karena meski gagal ditabrakkan ke WTC, United 93 tetaplah hancur
berkeping-keping di tanah bagian Barat daya Pennsylvania atau sekitar 240 km
utara Washington DC. Drama pembajakan itu berusaha diangkat dalam film yang
berjudul sama dengan pesawat tersebut "United 93" atau Flight 93.
aku percaya bahwa sang sutradara (Paul Greengrass) berusaha mengangkat
kejadian ini serealitas mungkin, walau menurutku agak sulit menampilkan
seutuhnya, karena tak ada satupun dari seluruh penumpang dan pembajak hidup.
sumber satu-satunya adalah sejumlah percakapan penumpang dengan sanak
keluarganya melalui mobile phone. dari sejumlah kejadian dramatis dalam pesawat
menunjukkan bahwa dalam tekanan situasi seperti itu, harus ada tindakan
bagaimanapun bentuknya untuk membatalkan pembajakan dan menghindari sesuatu
menjadi lebih buruk. kita tidak boleh berharap pada keadaan agar menjadi lebih
baik. kitalah yang harus mengubahnya sendiri.
Film ini tidak menampilkan heroisme sebagaimana lazimnya Hollywood movies.
tapi sebuah gambar yang dibuat sesederhana mungkin. Ada 4 pria pembajak di
United 93 dari 19 total keseluruhan pembajak di 4 pesawat. Dari keempat pria
itu, dua diantaranya menggenggam sebilah pisau, satu memasang bom di dadanya
(mungkin bukan bom sungguhan mengingat ketika melalui mesin detektor tak ada
bunyi; tujuannya hanya menakuti penumpang), karena skenario pembajakan ini
sebenarnya sangat sederhana dalam arti tidak perlu terlalu canggih. Salah satu
dari mereka berfungsi sebagai pilot, seorang lagi kopliot, seorang mengancam
dan melakukan tindakan terror terhadap penumpang dan seorang lagi siap dengan
bom bunuh diri.
setelah menguasai posisi pilot dan kopilot dengan membunuh keduanya,
ketegangan mulai nampak. perlahan-lahan 4 penumpang mengaktifkan telepon
pesawat dan HP mereka untuk menghubungi sanak keluarga bahwa pesawat mereka
sedang dibajak dan menceritakan kondisi pesawat. ada dua penumpang lainnya yang
dibunuh oleh teroris ini. kondisi semakin panik ketika mereka melihat dari
balik gorden sang pilot diseret keluar dari ruang pilot menuju ruang penghubung
antara pilot dan ruang informasi pramugari/a. para penumpang mulai
berbisik-bisik dan menyusun strategi. ada satu orang yang bersedia menjadi
pilot dengan dasar pengalaman yang dimiliki. mereka menyadari bahwa pembajak
hanya bersenjata pisau, dan apabila mereka bisa menguasai pemuda yang memegang
bom maka mereka bisa menguasai ruang pilot. Mereka lalu melakukannya
beramai-ramai.
disisi yang lain, di ruang pilot, 2 teroris itu sudah mengarahkan pesawat ke
sasaran namun karena pesawat tersebut memiliki kecepatan yang terbatas maka
penumpang mempunyai kesempatan untuk menguasai keadaan. setelah melumpuhkan 2
orang teroris yang berada di ruang penumpang, para penumpang mulai mendobrak
pintu pilot. Suasana sempat mencekap ketika sang pilot teroris menurunkan
ketinggian pesawat secara drastis menuju sasaran. setelah berada pada
ketinggian yang tepat, para penumpang beraksi lagi dan akhirnya berhasil
membunuh kopilot yang berusaha melawan dan lalu tarik menarik kemudi dengan
pilot. Tetapi malang tak dapat ditolak, pesawat itu menukik tajam dan tanpa
mereka sadari pesawat telah landing dan menewaskan semuanya.
Tapi, ada sisi lain yang tersembunyi yang ditampilkan dan hal ini cukup
mengganggu pikiran saya. diawal film ini ditampilkan sosok keempat pemuda
teroris sedang berjamaah shalat subuh, mengaji, dan berdoa dengan khusyu
menyebut nama Allah serta mencukur jenggot mereka. Menurut saya, hal ini pasti
murni interpretasi dari sutradara sendiri. seolah hal ini menjustifikasi bahwa
pembunuhan orang-orang Amerika (dan lainnya yang menjadi korban) tersebut
benar-benar di dasarkan atas nama Tuhan, Allahu Akbar dan
Bismillahirrahmanirrahim beberapa kali dilafazkan. Pada plot yang lain, sang
direktur perusahaan komunikasi penerbangan komersial tersebut melafalkan "Oh
Christ" ketika CNN menyiarkan secara langsung salah satu pesawat menabrak WTC.
sebagai sebuah ekspresi hal ini tentulah lumrah dan dapat dimaklumi. Tetapi,
sebagai sebuah salah satu media pembelajaran dan media komunikasi, sebuah film
(khususnya dalam film United 93) ekspresi seperti itu tak perlu ditonjolkan.
Film ini
bisa menjebak penonton ke dalam apa yang diutarakan Jacquez Derrida sebagai
oposisi binner yang memiliki beberapa konsekuensi kurang baik. sebagai contoh,
film itu mendeklarasikan dua agama, Islam dan Kristen, Islam yang diwakili oleh
teroris dan Kristen yang diwakili oleh para korban. Begitu pula dari ekspresi,
antara lafaz "Allahu Akbar" yang dilafalkan dengan teriakan dan lalu menikam
penumpang, dan adegan penuh ketakutan, tak percaya, tak berdosa dengan lafaz
"Oh Christ" dari orang yang menyaksikannya. oposisi binner biasanya membawa
kita memilah sesuatu menjadi benar dan salah, kami dan kalian, teroris dan anti
teroris, dan lain-lain. Efeknya yang buruk sangat mungkin terjadi. Film
tersebut, yang kebetulan aku tonton di Bioskop di Den Haag pada pukul 21.50 -
23.40 dan hanya aku sendiri yang berambut hitam mungkin saja dapat berdampak
buruk buatku. Apatah lagi dalam konteks yang lebih massif atau di USA sendiri.
Saya berharap ini menjadi pandangan tunggalku saja, tanpa efek apa-apa yang
berarti. Tapi saya yakin, sebagai seorang Moeslim, film tersebut sangat tidak
adil mempublikasikan kata-kata sakral seperti Bismillahirrahmanirrahim dan
allahu akbar dan lalu membunuh dan menghasilkan ketakutan demi ketakutan.
Padahal, kata-kata itu bagi kebanyakan Muslim yang tidak termasuk dalam gerakan
"terorisme" adalah kata-kata permulaan untuk melakukan kebajikan dan
perjuangan.
Salam Perdamaian dan salam penghormatan bagi 38 penumpang, 2 pilot, 5
pramugari yang mati syahid karena telah berusaha mempertahankan hidupnya dengan
melawan para teroris dan berusaha mempertahankan hidup semua penumpang dan juga
kepada 4 teroris muda semoga memperoleh keadilan diakherat kelak atas
perbuatannya.
Ishak Salim
31 Oktober 2006, 21.16
---------------------------------
How low will we go? Check out Yahoo! Messengers low PC-to-Phone call rates.
---------------------------------
Want to be your own boss? Learn how on Yahoo! Small Business.
[Non-text portions of this message have been removed]
PENTING..!
attachment akan dihapus & tidak diteruskan kepada seluruh member.
dilarang beriklan. pelanggaran atas peraturan ini akan dikenai sanksi berupa
pencabutan membership.
terutama bagi pengguna ms outlook/outlook express, dihimbau untuk selalu
mengupdate antivirusnya.
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/kisunda/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/