Sampurasun Kang Agus, simkuring ngiringan wae jiga Kang Arya Kusuma nyuhunkeun kopi upami diwidian. Sifat US nu dicontokeun ku raja-raja Sunda pra-hindu, pra-budha, pra-islam.
Sateucanna hatur nuhun cag yan www.silatpdusa.com ----- Original Message ---- From: Arya Kusuma <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Monday, October 23, 2006 1:10:59 AM Subject: Re: [kisunda] Re: fwd: neangan sunda Sampurasun.. hatur nuhun ka kang agus rohendi...kaleresan pisan abdi nuju milarian buku/informasi ngeunaan kasundaan, utamina mah data2 ngeunaan kasundaan pra-islam. Hatur nuhun agus rohaendi <[EMAIL PROTECTED] com> wrote: nu penting mah,.... jadikeun sifat2 nu nyunda diajarkeun kadiri masing2 urang, pemurah, berehan, jembar, teu pundungan, dsb2,... pami aya nu peryogi, abdi gaduh cateten sifat2 nu nyunda nu pernah dipake ku raja2 sunda, nu ngajadikeun eta raja2 teh terkenal bijaksananya, ... eta aya catatan dokumen sejarahna, abdi mendakan data eta ti ceramahna kang hidayat suralaga,... nu peryogi, nyungkeun weh ka abdi. nuhun, sampurasun, wasssalaam =roche= rahyangta_ri_ arcamanik <rahyangta_ri_ arcamanik@ yahoo.com. sg> wrote: Sampurasun dulur... taaahhh...geuning resep akang mah...geuning seu'eur keneh anu ngagedur semangatna hoyong nanjeurkeun deui Dangiang Sunda teh... hayu atuh urang rorojongan tanjeurkeun deui.... --- In [EMAIL PROTECTED] .com, agus rohaendi <[EMAIL PROTECTED] > wrote: > > sampurasun, > optimis weh, da Gusti maha uninga. > saurna US bade aya kejutan di taun 2009... > hm,.... sok atuh urang silih tukeran info. > fokus,...fokus, ... > cag. > =ku jang roche= > > SASTRANEGARA THARYANA <silatpdusa@ ...> wrote: > Sampurasun baraya, > > Ngelehen sanes hartos "eleh" ari dina teknik peperangan ngatur strategy. > US ti mimiti tukang beca, tukang bubur nepi ka kaum-kaum dalem, birokrat tos ngahiji > ayeunamah. Jumlah 40 juta US lain sa eutik da urang wetan sieuneun ku cara "ngelehan US". Sok ah urang ngabenkeun jatina, sarina, rasana US. > > cag > Kang Yan > www.silatpdusa. com > > ----- Original Message ---- > From: mj <[EMAIL PROTECTED]> > To: [EMAIL PROTECTED] ups.com > Cc: [EMAIL PROTECTED] .com > Sent: Wednesday, September 20, 2006 11:18:57 AM > Subject: [kisunda] fwd: neangan sunda > > kenging ngorowot ti milis alumni sman I ciamis. duka saha nu nyeratna. > - > > MENCARI KHARAKTER SUNDA YANG HILANG > : untuk seorang teman yang merindu progresivitas > > ORANG Sunda, umumnya, dikenal sebagai bangsa yang toleran dan > cenderung tidak menyukai konflik (baca: pengalah). Dalam menghadapi > sebuah perbedaan (konfrontasi) , alih-alih melakukan ngotot- ngototan, > mereka lebih senang mencari jalan tengah, atau mengalah, sambil > berusaha menikmati konsekwensi kemengalahan tersebut, dan sering > dengan segala pembenaran terhadap keputusannya tersebut. Dus, bangsa > yang "manis, baik hati dan tidak sombong", selain pandai menghibur > diri. > > Inilah juga yang konon menyebabkan tidak banyaknya muncul pahlawan > nasional dari orang Sunda dulu (dibandingkan dengan orang Jawa > misalnya). Karena orang Sunda memang tidak menyukai konflik. Para > pemimpin Sunda jaman kolonial, umumnya memilih ber-"baik-baik saja" > dengan penjajah, dibanding harus berkonfrontasi. Alasannya: melawan > dengan kekuatan senjata, selain sulit menang, juga pada akhirnya > malah akan lebih menyengsarakan rakyat sendiri, karena akan timbul > banyak korban. oleh karena itu sikap kooperatif (mengalah dan patuh) > dirasa lebih baik, sambil berupaya agar tidak terlalu menyengsarakan > rakyat. Konon, pemerintah kolonial dulu memang relatif lebih > menyukai bupati-bupati Sunda, dari pada daerah lain, karena mereka > pandai memuaskan keinginan pemerintah kolonial. Mereka pun digaji > dengan nominal yang jauh lebih tinggi dibanding bupati-bupati daerah > lain. Istimewanya adalah, bupati-bupati Sunda umumnya juga dapat > melindungi rakyatnya dari kesengsaraan yang lebih, meskipun di waktu > yang sama harus melayani sang penjajah. Hal ini menunjukkan bahwa > para pemimpin Sunda memang pandai dalam menjalankan posisi nengah > seperti itu, tanpa harus berpusing-pusing berkonflik. Pilihan yang > rasional sebenarnya, meskipun kadang ditafsirkan sebagai pengecut > dan kurang peduli dengan kebebasan dan harga diri. > > Kini pun demikian. Masyarakat Sunda jarang terdengar berkonflik. Di > tempat asalnya, wilayah Pasundan, masyarakat Sunda dikenal sebagai > masyarakat yang ramah dan sopan terhadap pendatang, meskipun > kemudian pada akhirnya sang tamu ternyata lebih berhasil > memanfaatkan sumber daya dari wilayah tersebut dibanding sang > pribumi. Tidak pernah terjaaadi kecemburuan yang kemudian > menimbulkan konflik tajam. Juga di perantauan. Jarang terdengar > konflik sosial yang melibatkan orang Sunda. Pada umumnya mereka > diterima dengan baik, karena selain tidak pernah berlaku aneh-aneh, > mereka juga dengan mudah dapat menyesuaikan diri dengan budaya > setempat. > > Hal ini, di satu sisi, tentunya positif saja, terutama dipandang > dari kepentingan pemeliharaan stabilitas nasional. Provinsi Jawa > Barat, sebagai tempatnya orang Sunda, relatif selalu aman dan nyaris > tanpa gejolak. Bila pun ada, itu disebabkan hal-hal yang memang > sangat sensitif, seperti isu agama, yang terjadi di Tasikmalaya > beberapa waktu yang silam. Tetapi di sisi lain, apabila kita telaah > lebih jauh, hal ini juga ternyata mengimplikasikan sesuatu yang > sangat menghawatirkan dan memprihatinkan, terutama berhubungan > dengan eksistensi mereka sebagai sebuah (suku) bangsa. Sering, > karena saking toleran dan tidak mau ada konflik -nya, - atau juga > cenderung karena minder (?), keadaan menjadi terbalik-balik. Dalam > hubungan bertetangga misalnya, ketika berkomunikasi dengan tetangga > yang bukan sunda, apalagi bila tetangga tersebut memiliki tingkatan > sosial yang tinggi, orang Sunda akan cenderung menyesuaikan diri > dengan gaya dan bahasa mereka, dan bukan memunculkan kharakter > sendiri. Jadi, alih-alih tetangga, yang nota bene pendatanglah, yang > menyesuaikan diri, malahan sang pribumi yang berubah terlebih > dahulu. Begitu seterusnya. > > Walhasil, jadinya pabaliut. Akhirnya tidak jelas mana yang pribumi > mana yang tamu. Apalagi ketika pendatang tersebut semakin membanyak, > seperti yang terjadi di kota-kota besar. Orang Sunda, sebagai > pribumi, kian terdesak, di segala bidang, baik politik, ekonomi > maupun budaya. Jati kasilih ku Junti. Di bidang politik, posisi > orang Sunda sebagai "penguasa" di daaerah sendiri makin terancam. > Pengalaman komposisi Sunda non Sunda di DPRD Jawa Barat periode lalu > yang berbanding terbalik seperti sering diributkan orang, > membuktikannya. Di bidang ekonomi apalagi. Sejak lama, orang sunda > terpinggirkan oleh ekspansi para pendatang, yang ternyata memiliki > kemampuan dan daya juang yang lebih tinggi. > > Yang menyedihkan juga adalah kekalahan di bidang budaya. Orang- orang > Sunda perlahan namun pasti semakin tercerabut dari akar budayanya. > Banyak dari mereka yang bahkan telah menanggalkan identitas > kesundaannya, karena diangap tidak lagi relevan dengan perkembangan > zaman. Dengan begitu, mereka sebenarnya telah memutus rantai > identitas yang diwariskan leluhurnya, yang selama berabad-abad telah > membuatnya berbeda dari bangsa lain. Dan ini sungguh > mnemperihatinkan. > > Separah itukah yang terjadi? Barangkali terlalu didramatisir. Namun > sulit dipungkiri bahwa kharakter sunda yang "terlalu toleran" > dan "cenderung pengalah" tersebut memang telah memberi andil yang > besar terhadap inferioritas dan inferiorisme orang sunda seperti > yang terjadi saat ini. > > Saya jadi teringat sebuah "teori" dari seorang teman yang menyatakan > bahwa sebenarnya ada kharakter lain yang pernah menonjol dan dominan > pada diri orang-orang Sunda. Yaitu kharakter yang kuat, tegas dan > berani dalam membela hak dan harga diri. Paling tidak, hal itu > tercermin dari persitiwa sejarah Pasunda Bubat. Ketika saang Prabu > Maharaja Linggabuwanawisesa, beserta pengiringnya, memutuskan untuk > melawan dengan gagah berani, dan mati dengan terhormat di medan > perang Bubat, ketimbang harus mengaku tunduk kepada kekuasaan dan > ambisi sang Gajah Mada. Tentunya kharakter Sunda yang kuat inilah > juga yang telah memungkinkan Kerajaan Sunda waktu itu mampu > bertahan, dan mejadi satu-satunya wilayah di Nusantara yang tidak > dapat dijamah oleh bala tentara Majapahit yang terkenal dahsyat. > Yang membuat Gajah Mada, sang Mahapatih Majapahit yang perkasa, > menjadi frustasi, sehingga merasa perlu menjalankan siasat licik > untuk menggenapkan sumpahnya menguasai seluruh nusantara itu. > Kharakter kuat inilah yang pastinya kemudian membawa Kerajaan Sunda > (Pajajaran) setelah peristiwa itu, mencapai puncak keemasan, sampai > perempat pertama abad XVI. > > Lalu kemana kharakter itu kini? mengapa seakan hilang tak berbekas? > Telah berubahkah orang Sunda? > > Teman saya tadi mengatakan bahwa huru-hara menjelang runtuhnya > kerajaan Pajajaran di tiga perempat akhir abad XVI-lah yang menjadi > pangkal penyebabnya. Perang, telah meghabiskan mereka yang memiliki > karakter kuat, baik karena gugur di medan perang, maupun yang > kemudian mengasingkan diri karena tidak sudi hidup terjajah. Dan > menyisakan hanya mereka yang berkharakter lemah, yang tunduk dan > bersedia hidup di bawah kangkangan bangsa lain. Kharakter itulah > yang kemudian kita warisi, dan terpelihara sampai kini. Kharakter > yang kalah dan terjajah. > > Pertanyaannya adalah: akankah kita terus menjadi yang kalah dan > terjajah? > > mj > > http://geocities. com/mangjamal > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > > > > ------------ --------- --------- --- > Talk is cheap. Use Yahoo! Messenger to make PC-to-Phone calls. Great rates starting at 1ยข/min. > > [Non-text portions of this message have been removed] > ____________ _________ _________ _________ _________ __ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail. yahoo.com [Non-text portions of this message have been removed] ------------ --------- --------- --- What will the world find in 2020? Leave a part of your 2006 in the Yahoo! Time Capsule. Contribute now! [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed] PENTING..! attachment akan dihapus & tidak diteruskan kepada seluruh member. dilarang beriklan. pelanggaran atas peraturan ini akan dikenai sanksi berupa pencabutan membership. terutama bagi pengguna ms outlook/outlook express, dihimbau untuk selalu mengupdate antivirusnya. Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/kisunda/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/kisunda/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
