Angklung Terancam Dipatenkan Negara Lain Bandung, Kompas - Masyarakat Musik Angklung resah karena mereka mendengar "kabar angin", angklung akan dipatenkan oleh Malaysia, negara tetangga yang tengah gencar mempromosikan dunia pariwisatanya. Mereka mengaku sudah lama mendesak pemerintah memerhatikan nasib angklung. Namun pemerintah bergeming.
"Saya sudah bertahun-tahun, tiap ganti menteri saya minta agar angklung diperhatikan," ujar Obby AR Wiramihardja, Ketua Umum Masyarakat Musik Angklung (MMA), Rabu (8/11). Obby khawatir jika angklung sampai dipatenkan negara lain, pada masa yang akan datang seniman Indonesia harus meminta izin kepada negara lain jika ingin memproduksi atau memainkan instrumen tersebut. Dalam situs www.musicmall_asia.com disebutkan bahwa angklung berasal dari Malaysia tepatnya berada di kota Johor. Musik angklung merupakan pengiring kesenian kuda kepang. "Tahun 1980-an, saya pernah tampil di Malaysia memainkan angklung dan kami sempat pula pentas di Johor. Saat itu masyarakatnya belum mengenal angklung," kata Obby. Menurut Obby, meski Indonesia memiliki sejarah angklung yang cukup panjang, jika pemerintah tidak bertindak, nasib angklung Indonesia bisa berakhir. Obby mengatakan, angklung sudah dikenal sejak orang Sunda masih memeluk agama Hindu pada masa kerajaan Padjadjaran. Saat itu angklung dibunyikan untuk memberi tanda waktu sembahyang. Lalu, Kerajaan Padjadjaran menggunakannya sebagai instrumen yang digunakan oleh korps musik saat perang Bubat. Fungsi angklung sebagai pemompa semangat rakyat masih terus terasa hingga masa penjajahan. Itu sebabnya, Pemerintah Hindia Belanda sempat melarang masyarakat menggunakan angklung. Pelarangan itu membuat popularitas angklung menurun. Hanya anak-anak yang masih memainkannya. (ynt) Sumber: Kompas/Humaniora/Kamis, 09 November 2006 ===== Lalampahan rewuan mil, cukup dimimitian ku salengkah. __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com PENTING..! attachment akan dihapus & tidak diteruskan kepada seluruh member. dilarang beriklan. pelanggaran atas peraturan ini akan dikenai sanksi berupa pencabutan membership. terutama bagi pengguna ms outlook/outlook express, dihimbau untuk selalu mengupdate antivirusnya. Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/kisunda/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/kisunda/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
