lain bejana cenah ceuk jendralna Sunda Nusantara di bogor urang sunda  teh boga 
duit milyaran dolar di Bank Swiss , kumaha mun duit eta uing  menta keur 
ngawangun nagara Indonesia ... 
  cag ach

  
  ----- Original Message ----
  From: juragan130 <[EMAIL PROTECTED]>
  To: [email protected]
  Sent: Wednesday, December 27, 2006 10:26:19 AM
  Subject: [kisunda] WE CANNOT ESCAPE FROM HISTORY (ABRAHAM LINCOLN)
  
  PERCAYA ATAU TIDAK PERCAYA KERAJAAN SUNDA NUSANTARA ADA YANG TAK LUPUT 
  DARI KUASA TUHAN YANG MAHA ESA (Allah SWT) 
  
  Ketikan ini merupakan sumbangsih pemerhati sejarah dan sebagai 
  sebagian pembuktian serta pengetahuan yang harus perlu di teliti lebih 
  dalam, akan keberadaan dari Kerajaan Maharaja Sunda, Benua Sunda, 
  Sunda Nusantara (atau Sunda Archipelago; Sunda Besar dan Sunda Kecil) 
  Sunda Pacific, Sunda Malay, Asia Minor dengan mencakup seluruh 
  kesatuan wilayah Sunda (Teritorrial Integrity), Sunda Territory, Sunda 
  Geography adalah merupakan bukti atau fakta yang tidak dapat dibantah/
  dipungkiri/diubah/ disembunyikan/ dihilangkan sejak berabad-abad yang 
  lalu, pada masa sekarang, masa yang akan datang bahkan hingga akhir 
  zaman sekalipun; kita tak dapat lari dari kenyataan sejarah : WE 
  CANNOT ESCAPE FROM HISTORY PERCAYA ATAU TIDAK PERCAYA KERAJAAN SUNDA 
  NUSANTARA ADA YANG TAK LUPUT DARI KUASA TUHAN YANG MAHA ESA (Allah 
  SWT) 
  Informasi ini menunjukkan sepak terjang seorang Kaisar Kerajaan Sunda 
  Nusantara yang berjuang untuk meluruskan sejarah dan kemakmuran 
  rakyatnya sebagai amanat Ayahnya dan para leluhur Kaisar Sunda 
  Nusantara. Keberadaan Kerajaan Sunda Nusantara sebagai Induk bangsa 
  dan akar sejarah ibu pertiwi kita semenjak wafatnya Al Misri II 
  keberadaannya tercoreng buruk oleh sekelompok orang. Keluarga Kerajaan 
  Sunda Nusantara bukan lah orang tidak berpendidikan yang di beritakan 
  di media masa. Walaupun keberadaanya tidak di perhatikan oleh 
  Pemerintah RI bahkan kabarnya di tindas oleh sekelompok orang militan 
  di Curug sekitar tahun 1976. Syukur Alhamdulilah berkat perjuangan 
  untuk hidup, keturunan Al Misri dan Al Misri II dapat sekolah di luar 
  negri dan di beberapa Universitas ternama di Indonesia dan berkerja 
  di berbagai instansi pemerintah. Semenjak wafatnya Al Misri II pihak 
  keluarga kerajaan bersepakat untuk tidak melanjutkan perjuangannya 
  karena tidak bisa mengemban amanah yang berat itu jadi pihak Keluarga 
  bersepakat untuk mengembalikan masalah ini ke pemerintah Republik 
  Indonesia. Kemunculan berita adanya sebuah organisasi sunda nusantara 
  merupakan sekelompok orang yang sangat berani mau mencoba bermain api 
  politik padahal dari pihak keluarga kerajaan sepakat tidak 
  mempermasalahkan ini kembali semenjak wafatnya Al Misri II. Ketika 
  pemberitaan munculnya FKMSN saya melihat di Metro TV bahwa wartawan 
  Metro TV mencoba mencari fakta di balik itu dengan mengunjungi salah 
  satu keluarga Kerajaan Sunda Nusantara di Jakarta dan di Bogor dan 
  tanggapan dari salah satu Keluarga Kerajaan yang namanya hampir serupa 
  dengan nama panjang Al Misri II. Beliau mengatakan Tanya saja kepada 
  pemerintah RI dan mengenai kemunculan FKMS beliau berkata saya baru 
  tau itu di TV dan saya tidak pernah bergabung dengan forum itu bahkan 
  tidak pernah kenal dengan mereka.
  
  Ketikan di bawah ini adalah informasi keberadaan Kaisar yang telah 
  dipublikasikan di berbabagai surat kabar nasional maupun internasional 
  seperti yang saya dapat dari Koran Merdeka dan Inti jaya pada tanggal 
  4 oktober 1998 dan Inti Jaya 20-26 November 1998 dengan judul Penguasa 
  Mengkhianati Bangsa Sendiri, Datang Seorang Kaisar, Persatukan 
  Indonesia(Koran Inti Jaya) dan Indonesia Menduduki Wilayah Kekuasaan 
  Wilayah Saya (Koran Merdeka) 
  
  Kekaisaran Sunda Nusantara yang dulu megah dan termasyur, kini tinggal 
  kenangan dan puing-puing bangunan. Bangunan indah dan tumpukan puing-
  puing itu meninggalkan panorama wisata yang menarik. Karena itu 
  bangunan kekaisaran tersebut dijadikan objek wisata terpesona . Di 
  tengah krisis bangsa yang berkepanjangan saat ini, muncul pengakuan 
  seorang laki-laki berusia 36 tahun sebagai Kaisar Sunda Nusantara asal 
  Bogor, Jawa Barat, keturunan Prabu Siliwangi yang bergelar Kaisar 
  Maharaja Syarief Abul Mafachir Muhammad Heroeningrat Al Misri II. 
  Kaisar Al Misri II, pria setengah baya yang tampak parlente, berwibawa 
  dan mengaku berdarah biru, kekaisaran Sunda Nusantara terus mengalir 
  dalam denyut nadinya. Pengakuan laki-laki setengah baya sebagai 
  keturunan kaisar tersebut terlihat ketika Inti Jaya mencoba 
  mendapatkan silsilah kaisar sampai pada garis Al Misri II yang 
  berjuang untuk menyelesaikan sengketa wilayah kekaisaran dengan 
  Indonesia. Kepada Inti Jaya, Al Misri II mengisahkan panjang lebar 
  bahwa beliau sebagai kaisar Sunda Nusantara keturunan dari Raja 
  Maharaja Sultan Ahmad (tahun 1810) keturunan dari Prabu siliwangi dan 
  Brawijaya V Mojopahit. Putra dari almarhum yang wafat pada usia 85 
  tahun dan dimakamkan di Curug , Tanggerang tanggal 12 November 1989 di 
  Bogor. Disebutkan gelar yang diembannya hingga kini adalah Majesty Sri 
  Paduka Yang Mulia Baginda Maharaja Kaisar Kanjeng Pangusten Emperor 
  Sultan Agung Prabu Syarief abul Mafachir Heroeningrat Siliwangi Al 
  Misri II.
  Saya siap bertanggung jawab bila terjadi sesuatu di kemudian hari. 
  "katanya dengan suara tegas. Terasa aneh memang, karena fenomena ini 
  seperti menegaskan kehadiran seorang yang mengada-ada selama ini, di 
  wilayah Sunda, kekuasaan kerajaan jelas sudah terkubur sejarah. 
  Tinggal puing-puing, tempat dan bangunan yang tak lebih dari sekedar 
  obyek wisata. Al Misri II mengaku kemunculannya kembali, setelah 
  sekian lama menahan diri karena kehidupan politik dan upaya 
  demoktratisasi di Indonesia tidak banyak menyelesaikan masalah. Untuk 
  menuju penyelesaian, katanya Indonesia harus menganut sistem Negara 
  Monarki democrat Parlementer. Dengan sistem ini katanya yang 
  memerintah adalah seorang Perdana Menteri dan Kaisar sebagai symbol 
  kesatuan bangsa di Nusantara. Pikiran dan Inspirasi itu muncul dari 
  sanubari sang kaisar ketika melihat drama sengketa wilayah kekuasaan 
  Kekaisaran Nusantara dengan Indonesia hingga saat ini.
  
  Bangsa dan Negara Indonesia saat ini tengah di landa berbagai krisis. 
  Cobaan demi cobaan bangkit lewat berbagai peristiwa berdarah merengut 
  banyak korban jiwa. Korban kekerasan selama reformasi menjadi beban 
  bagi bangsa dan Negara. Mereka gugur ditangan saudaranya sendiri yang 
  berbasiskan kekerasan oknum-okmun aparat di balik penguasa yang tidak 
  bertanggung jawab. "Sebaliknya penguasa janganlah mengkhianati bangsa 
  sendiri, karena nantinya berdampak pada memecah belah suku bangsa. 
  "tegas Al Misri II, putra mahkota keturunan Prabu Siliwangi terakhir 
  kepada Inti Jaya, di Jakarta.
  
  Lebih lanjut dikatakannya, bila krisis semakin memanas, lalu dihadapi 
  dengan kekerasan bahkan terkesan mengandu domba masyarakat, maka 
  sebaiknya diselesaikan dengan kepala dingin. "Rakyat kita di masa 
  sebelum reformasi maupun di tengah reformasi tidak pernah menikmati 
  hidup secara normal. Mereka selalu bertemankan kesulitan, kesusahan 
  sembako. Karena pemerintah atau siapa saja yang merasa memiliki 
  kekuatan untuk mengandu domba rakyat dengan uang. "ujarnya.
  
  Menanggapi adegan politik serta permainan pasar yang menyulitkan 
  ekonomi rakyat kecil, Al Misri II Kaisar Sunda Nusantara mengatakan, 
  semuanya bermula dari ulah pemerintah. Karena itu, sebaiknya jangan 
  menyesengkarakan rakyat yang sudah jatuh tertimpa tangga lagi.
  
  Sebagai bangsa Sunda Nusantara yang sejarahnya direkayasa Belanda, 
  menurut Al Misri II, membuat Indonesia saling bermusuhan dan mengotak-
  kotakan bangsa ini. "Ini sangat disayangkan karena perlu dijaga 
  kesinambungan. Dengan modal persatuan dan kesatuan bangsa sangat 
  diharapkan agar bangsa ini tidak hancur hanya akibat ulah satu orang. 
  "tutur Kaisar Sunda Nusantara itu tadi. Karena itu lanjutnya, agar 
  bangsa ini tidak hancur, sebaiknya pemerintah sebagai pemimpin jangan 
  lupa mereformasi diri.
  
  Untuk membantu mengatasi kesulitan ekonomi bangsa, putra mahkota 
  Keturunan Syah Prabu siliwangi terakhir, Kaisar Sunda Nusantara Maha 
  Prabu Syarief Abul Mafachir Moehammad Heroeningrat ( Al Misri II) 
  terus melakukan negoisasi internasional dengan dunia luar guna 
  mendapatkan dana memperbaiki kehidupan rakyat. Rakyat bangsa 
  Indonesia sebagai titipan dari Kerajaan Sunda Nusantara yang kini 
  menjadi Indonesia., Al Misri II, katanya, punya kewajiban moral yang 
  tinggi guna memperbaiki nasib bangsanya. Hal itu di tempuhnya sebagai 
  panggilan pengabdian untuk melanjutkan perjuangannya ayahnya yang 
  telah mempersatukan nusantara pada abad 16 hingga 18 SM (Sebelum 
  Masehi).
  
  Rakyat di era reformasi ini katanya, tertindas oleh penguasa baik 
  rezim lama terutama titipan kekuasaan kepada rezim penerusnya kini 
  "Janganlah melonggarkan krisis ini sampai berlarut, Karena akan 
  menjadi incaran bangsa lain untuk bisa menjajah dan menguasai bangsa 
  kita. "Ujarnya.
  
  Hendaknya krisis bangsa tidak sampai membelah bangsa menjadi bagian-
  bagian. Karena Kepulauan Nusantara , katanya, dipersatukan dengan 
  perjuangan mati-matian oleh para Kaisar dahulu. Al Misri II, yang 
  menentang konsep Negara federal.
  
  Dikatakan, bila Indonesia yang sudah bersatu, lalu kemudian dipecah 
  belah hanya kepentingan politik individu, maka akan sulit untuk 
  dipersatukan. "Sejarah bangsa yang telah dimanipulasi penguasa zaman 
  pra-reformasi hingga kini harus kembali diluruskan ,"harapnya. 
  
  Berdasarkan dokumen-dokumen tentang Kerajaan Sunda Nusantara, Al Misri 
  II sebenarnya seseorang laki-laki biasa, bapak dua anak. Sambil 
  memeperlihatkan dokumen berupa sejumlah catatan yang dibawa 
  sekretarisnya Al Misri II menegaskan beliau memiliki wilayah kekuasaan 
  dari tahta Kaisar Maharaja Sunda Nusantara . Dokumen yang dilengkapi 
  stempel Kerajaan Maharaja Sunda Nusantara, memperlihatkan kekuasaan 
  Kekaisaran mencakup kepulauan Sunda Besar : Jawa., Sumatra, 
  Kalimantan, Sulawesi, Papua Guniea (Irian), juga termasuk Sunda Kecil 
  Madura, Bali, Flores, lombok, Maluku, dan Tmor (Timor Timur). Wilayah 
  itu merupakan keutuhan dan kedaulatan kekaisaran Maharaja Sunda dari 
  tahun 1810. Kaisarnya waktu itu Seri Baginda Kaisar Maharaja sultan 
  Achmad yang ditipu oleh Thomas Stanford Raffles. Ia ditinggalkan 
  sendirian ketika diajak berburu di pulau Sunda Banda, "jelasnya yakin. 
  Seluruh wilayah Nusantara, tambahnya , dikuasai Raffles dengan cara 
  menipu , lalu kekuasaan diberikan pada Williem Herman Daendels tahun 
  1816. Dalam perjalanan sejarah, akhirnya seluruh wilayah dikuasai 
  Republik Indonesia yang merupakan Negara baru karangan Prof Adolf 
  Bastian seorang Jerman berkewaganegaraan Belanda. Data tersebut oleh 
  Al Misri II di jadikan sebagai dasar untuk mempermasalahkan 
  kependudukan RI di atas wilayah kekuasaannya. Tak tanggung-tanggung 
  beliau sudah membawa sengketa wilayah kekaisaran dengan Indonesia ke 
  Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York dan kasusnya sedang diproses. 
  Lebih lanjut dikatakan baginya, seluruh wilayah kedaulatan kekaisaran 
  akan diambil alih. Karena semua itu diambil secara tidak sah menurut 
  hukum internasional dan hukum alam sejak tahun 1945. Tak hanya itu, Al 
  Misri II meminta pembayaran dari penghasilan dan pendapatan atas 
  wilayah kesatuan Negara kerajaan Sunda. Termasuk pengembalian hak 
  milik pribadi keluarga Kerajaan. Serta menuntut dikembalikannya 
  Istana Merdeka, Istana Bogor, Istana Cipanas, dan Istana Surosoan 
  Banten milik Kerajaannya
  
  Keberadaan Al Misri II di jaman Order Baru sangat di takuti 
  keberadaannya. Kerena itu tidak heran jika beberapa anggota keluarga 
  Al Misri II pernah mendekap di sel karena di curigai akan berbuat 
  makar. Namun keberadaan mereka diakui dunia Internasional, maka 
  penahanannya tidak lebih dari 2 hari. Di tempat yang sama Al Misri II 
  melalui sekretaris pribadinya , Menunjukkan CD (Corps Diplomatics) . 
  Dengan kartu CD yang isinya Simbol, bendera, keterangan, cap kerajaan, 
  dan tanda tangan kaisar dapat dengan mudah dalam urusannya ke luar 
  negeri. Karenanya, kata beliau, CD telah diuji kebenarannya saat 
  dirinya membuat paspor Ke Brunei Darussalam. Diakuinya, hanya dalam 
  waktu 3 jam semuanya telah selesai. Hal itu tak lain dari pengakuan 
  hukum-hukum internasional yang mengakui keberadaan kekaisaran Sunda 
  Nusantara. Al Misri II pernah melayangkan surat kepada pemerintah RI 
  tahun 1976-1995. Mereka mengirimkan sebuah resolusi pada Menteri Dalam 
  Negeri, Ketua DPR/MPR. Tanggal 14 April 1993 juga melayangkan resolusi 
  pada masa Soeharto berkuasa sebagai ketua gerakan Non Blok, di Istana 
  Merdeka. Belum lama ini, menurutnya sebuah resolusi juga dikirim 
  kepada Presiden BJ Habibie. Kepada Merdeka surat tersebut 
  diperlihatkan dan tertera nomor 99. Ed/ Rmaha/ Internat: Resol/
  Internat Settl/ South SE Asia, 14 September 1998 Very Imeddiate To Day 
  Top Secret, dengan tanda terima oleh Mubaro lewat SekNeg. Menyertai 
  surat tersebut juga diberikan surat untuk DPR/MPR, Menteri Dalam 
  Negeri yang dilengkapi dengan nomor surat sesuai dengan missi kaisar. 
  Menurutnya Raja Al Misri II mempunyai hubungan diplomatic dengan 
  kerajaan-kerajaan di dunia seperti Inggris, Jepang, dan Belanda. 
  Selain itu Al Misri II selalu mengutamakan hubungan baik dengan 
  pemerintah RI dengan berkunjung ke kediaman beberapa Tokoh Nasional 
  dan diplomasi ke beberapa Negara melalui surat dan kunjungannya. 
  Wallahualam biis sawab.
  
  __________________________________________________
  Do You Yahoo!?
  Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
  http://mail.yahoo.com 
  
  [Non-text portions of this message have been removed]
  
  
      
                                    

 Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]



PENTING..!

attachment akan dihapus & tidak diteruskan kepada seluruh member.

dilarang beriklan. pelanggaran atas peraturan ini akan dikenai sanksi berupa 
pencabutan membership.

terutama bagi pengguna ms outlook/outlook express, dihimbau untuk selalu 
mengupdate antivirusnya.
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kisunda/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kisunda/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke