marukan teh sapertos kitu yen di sunda teh negara anu komoditi salah sahijina 
budak belian sim kuring mah nembe terang ayeuna, atuh panginten teu benten 
sareng ayeuna nya mung ayeuna mah namina teh TKI atanapi TKW
tapi kecap budak di sunda hartosna teh anak atanapi jalmi anu teu acan dewasa 
(punten nya upami lepat)
tapi upami badega, jongos atanapi babu jigana mah ampir sami hartosna sareng 
budak belian,  dupi  badega, jongos sareng babu eta kalebet basa suda teu ?


baktos

Asep Rohmansyah


  ----- Original Message ----- 
  From: Waluya 
  To: [email protected] ; [email protected] 
  Sent: Saturday, 17 February, 2007 12:10 PM
  Subject: [kisunda] Budak Belian di Sunda?


  Dihandap ieu aya artikel, pangirim dulur di millis sabeulah. Cenah meunang 
  Tom Pires, petualang Protugis nu kungsi datang ka Sunda Kalapa di abad ka 
  16. Tulisan Tom Pires ieu, nunjukkeun yen Karajaan Sunda teh kaaasup 
  karajaan cukup maju di jamanna mah. Ngan sigana kudu aya nu dikritisi, teu 
  bisa kitu wae diteleg meleg-meleg. Salah sahijina soal budak belian. Ceuk 
  Tom Pires KARAJAAN SUNDA TEH TUKANG JUAL BEULI BUDAK BELIAN, malah budak 
  belian teh salah sahiji komoditi karajaan Sunda!.

  Lamun enya budaya "budak belian" teh dipikawanoh ku masyarakat Sunda, 
  tangtuna oge aya kecap dina Basa Sunda keur "budak belian". Tapi sakanyaho 
  kuring, teu aya kecap dina Basa Sunda keur padanan "budak belian". Aneh, 
  hiji komoditi penting dina perokonomian, teu aya aranna/ kecapna. Boa-boa 
  Tom Pires teh pahili kitu? ningali lalaki dibaluligir digarawe kasar di 
  palabuhan, disangka 'budak belian", disaruakeun jeung kaayaan di 
  Eropa/TimTeng di jaman Harita?

  Cik tah kumaha baraya?

  Baktos,
  WALUYA

  CUTATAN ARTIKELNA:

  Uraian tertua tentang Kerajaan Sunda oleh seorang saksi mata, yakni Tomé 
  Pires, dalam bukunya Summa Oriental yang ditulis dalam tahun 1513 - 1515.

  Di negara Sunda terdapat sekitar empat ribu kuda, yang didatangkan dari 
  Priaman dan pulau-pulau lain untuk diperjualbelikan. Terdapat juga sekitar 
  empat puluh gajah; semuanya untuk pasukan tempur raja. Kerajaan sunda 
  diperintah secara adil. Mereka pria sejati. Orang-orang yang hidup di 
  kawasan pantai bergaul baik dengan para pedagang di pedalaman. Mereka biasa 
  berdagang. Orang Sunda sering datang ke Malaka untuk berniaga. Mereka 
  menggunakan lanchara, yakni kapal-kapal yang berdaya muat seratus lima puluh 
  ton. Sunda memiliki sekitar enam jung dan banyak lanchara model Sunda 
  dengan tiang-tiang serupa derek, yang dihubungkan dengan tangga, sehingga 
  mudah dikemudikan.

  Dibawah raja Sunda, yang disebut Sang-Hyang, dan raja muda, yang disebut 
  cocunam (raja anom?) serta bendaharanya, yang disebut mangkubumi, dalam 
  negeri ini terdapat jajaran penguasa kota , daerah dan pelabuhan. Kalau di 
  Jawa, tuan-tuan ini disebut adipati maka dalam bahasa Sunda mereka disebut 
  prabu; misalnya prabu anu dari tempat ini atau tempat itu. Sebab, bahasa 
  Sunda memang berbeda dengan bahasa Jawa, dan bahasa Jawa bukan bahasa Sunda 
  walaupun bersama-sama di satu pulau yang dipisahkan hanya oleh sungai 
  Cimanuk.

  Kota yang didiami raja sebagian besar dalam satu tahun adalah kota besar 
  Dayeuh. Di kota itu terdapat rumah-rumah bagus dari kayu dan atap rumbia. 
  Katanya kediaman raja mempunyai tiga ratus tiga puluh tiang kayu setebal 
  tong anggur, setinggi lima depa. Balok-balok kayu dengan ukiran baik pada 
  puncak tiang-tiang. Rumah raja yang sangat baik bangunannya. Kota ini dapat 
  dicapai selama dua hari perjalanan dari pelabuhan utamanya, yang disebut 
  Kalapa.

  Raja seorang yang sangat perkasa dan seorang pemburu. Di negerinya terdapat 
  rusa, celeng dan banteng tak terhitung banyaknya. Sebagian besar waktu 
  digunakan mereka untuk berburu. Raja memiliki dua permaisuri dari 
  kerajaannya sendiri dan sekitar seribu selir. Katanya orang Sunda 
  jujur-jujur.

  Negeri ini memiliki lada yang lebih baik daripada lada dari Cochin - sampai 
  seribu bahar tiap tahunnya; memiliki pula lombok; memiliki asam yang cukup 
  untuk memenuhi seribu kapal. Sunda terutama berdagang budak belian laki-laki 
  maupun perempuan, yang merupakan penduduk asli negeri itu dan juga 
  budak-budak lain yang mereka bawa dari kepulauan Maladewa, karena dari Sunda 
  mereka dapat mencapai kepulauan Maladewadalam enam atau tujuh hari. Barang 
  dagangan utama adalah beras. Sunda juga memiliki emas murni delapan mate, 
  membuat sangat banyak kain kasar buatan mereka sendiri, yang juga sampai ke 
  Malaka.

  Sunda memiliki beras untuk dijual sampai sepuluh jung setiap tahun, sayuran 
  yang tak berhingga macamnya, daging tak terhitung: celeng, kambing, domba, 
  sapi dalam jumlah besar; memiliki anggur (arak) serta buah-buahan. Sunda 
  sama kayanya dengan Jawa. Orang Sunda sering pergi ke Jawa untuk menjual 
  beras dan bahan-bahan makanan. Dan setiap satu, dua atau tiga jung datang 
  dari Malaka ke Sunda untuk mengangkut budak belian, beras dan lada. Setiap 
  tahun banyak pangajava (kapal perang) dari Sunda ke Malaka dengan membawa 
  barang-barang dagangan tersebut, dan dari Malaka mengangkut barang-barang 
  berikutnya ke Sunda.

  Untuk uang kecil berlaku keping dari Tiongkok. Bagian tengah uang itu 
  dilubangi seperti ceitil (mata uang Portugis yang paling kecil), sehingga 
  dapat direntengi dalam jumlah ratusan. Seribu sama nilainya dengan lima 
  calai dari Malaka. Untuk uang besar, berlaku uang emas murni delapan mate, 
  yang bernilai tiga ratus calai.

  Kerajaan Sunda memiliki pelabuhan sendiri-sendiri. Yang pertama adalah 
  Bantam (Banten). Pelabuhan ini berdagang dengan kepulauan Maladewa dan 
  dengan pulau Sumatera di sebelah Baros.

  Pelabuhan kedua adalah Pontang.

  Pelabuhan ketiga adalah Cigede.

  Keempat adalah Tangerang.

  Pelabuhan Kalapa bagus sekali. Inilah pelabuhan terpenting dan terbaik dari 
  kesemuanya. Disinilah berlangsung perdagangan paling ramai dan kesana lah 
  mereka semua berlayar dari Sumatera, Palembang, Laue, Tanjungpura, Malaka, 
  Makassar, Jawa dan Madura serta banyak tempat lain. Pelabuhan ini jaraknya 
  dua hari perjalanan dari kota Dayeuh, tempat kediaman raja yang lazim.

  Keenam adalah pelabuhan Cimanuk. Banyak orang Islam tinggal disini. Disini 
  lah ujung kerajaan. Orang Jawa berhubungan dagang dengan orang sunda disini. 
  Penguasa pelabuhan merupakan orang yang sangat penting, ditakuti dan 
  dihormati. Mereka bersaing denganorang Jawa, begitu juga sebaliknya. Orang 
  Sunda dan Jawa tidak bersahabat, tidak pula bermusuhan. Mereka saling 
  menjaga diri dan berdagang satu sama lain. 



   

[Non-text portions of this message have been removed]



PENTING..!

attachment akan dihapus & tidak diteruskan kepada seluruh member.

dilarang beriklan. pelanggaran atas peraturan ini akan dikenai sanksi berupa 
pencabutan membership.

terutama bagi pengguna ms outlook/outlook express, dihimbau untuk selalu 
mengupdate antivirusnya.
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kisunda/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kisunda/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke