hatur nuhun mang ucup kana "pencerahanana." memang teu gampang ngahampura teh, 
komo mun dikaitkeun jeung kanyataan yen "to forgive" teh can tangtu sarua jeung 
"to forget" mah ...

budaya "mohon maaf lahir batin' dina waktu lebaran teh sigana mah budaya malayu 
(khususna indonesia?) nya, da ari urang arab mah cukup ngucapkeun "eid 
mubarak", "taqabbalallahu minna wa minkum," atawa "kullu am wa antum bikhoir." 
kumaha yeuh baraya sadayana?

salam,
mang yos :-)

mangucup88 <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                               Renungan: 
Maaf lahir batin
 Tulisan yang terlampir dibawah ini saya tulis, bukan dari sudut segi 
 pandang agama melainkan dari sudut pandang budaya. Sebab sudah 
 merupakan satu tradisi di Indonesia dan di beberapa negara-negara 
 lainnya menjelang hari Raya Idul Fitri ini untuk saling mengucapkan 
 kalimat yang indah "Mohon maaf lahir dan batin ". 
 
 Entah ini diucapkan secara lisan, berupa SMS, email, maupun melalui 
 kartu Lebaran. Rasanya dunia ini menjadi begitu damai dan penuh 
 dengan rasa kasih menjelang Idul Fitri ini. Hanya yang menjadi 
 pertanyaan apakah mungkin setelah kita melewati hari Raya ini kita 
 benar-benar dapat memulai dari Nol atau dari lembaran putih bersih 
 lagi dengan prinsip a new beginning, a new chapter ? Saya yakin 
 sukar, sebab kita akan kembali ke dalam kehidupan seperti semula 
 lagi business as usual !
 
 Lihat saja berapa banyak sudah kita menerima permohonan maaf tsb, 
 bukan saja dari orang yang kita kenal bahkan dari orang yang tidak 
 kita kenal sekalipun juga, jadi bagaimana kita dapat memaafkan 
 mereka, tahu juga tidak dimana letak kesalahannya. Dan believe it or 
 not, mereka mengirimkan bukan hanya sekedar basa-basi atau 
 lipservice saja, melainkan karena sudah dari sononya dicetak sebagai 
 dekorasi kartu saja, jadi maknanya kosong melompong sama sekali. 
 
 Kagak percaya, tanyalah sama diri sendiri, pernahkan Anda 
 merenungkan kalimat mohon maaf tsb sebelumnya Anda mengirimkan 
 kartu, email atau SMS tsb? Permohonan maaf tsb hanya berfungsi, 
 karena sudah dari sononya begitu, jadi bukannya karena keinginan 
 sipengirim ataupun ditulis khusus dengan tangan oleh sipengirim.
 
 Kita mengirim kartu dan mengucapkan „Mohon maaf lahir batin" tanpa 
 perlu dipikirkan lagi, itu otomatis bisa keluar nyerocos begitu 
 saja, karena ini sudah merupakan tradisi atau karena sudah dicetak 
 di dalam kartunya. Jadi boro-boro minta maaf melalui batin, secara 
 lahiriah pun sudah tak tersirat lagi di otak kita, karena hanya 
 numpang lewat saja di jidat kita.
 
 Memaafkan itu adalah satu soal yang sangat serious oleh sebab itulah 
 juga pada th 1994 - Dr. Robert Enright telah mendirikan satu 
 institut khusus buat penelitian mengenai "maaf dan memaafkan" dan 
 dari hasil penelitiannya terbuktikan, bahwa maaf dan memaafkan itu 
 bisa menghilangkan stress maupun menyembuhkan luka batin. Jadi 
 manfaatnya sangat besar sekali bagi lahir maupun batin. Hasil 
 penelitiannya diungkapkan dalam buku „Exploring Forgiveness". 
 Ungkapan yang sama diutarakan juga oleh filsuf Perancis Paul Ricoeur 
 (1913 – 2005) dalam artikelnya di majalah Esprit yang berjudul "Le 
 pardon, peut-il guérir?" = Apakah memaafkan dapat menyembuhkan?
 
 Perkataan maaf itu sangat mudah sekali kita ucapkan, tetapi 
 pernahkah terpikirkan oleh Anda bagaimana rasanya perasaan dari 
 orang-orang yang pernah disakiti, sebagai akibat dari pembunuhan, 
 permerkosaan, penipuan & perselingkuhan. Jangankan untuk soal yang 
 berat-berat; baru dibohongi sekali saja kadang-kadang sudah ngambek 
 berat sehingga bisa musuhan bertahun-tahun. Bagi mereka perkataan 
 maaf itu besar sekali maknanya. 
 
 Apabila kita benar-benar mau memaafkan orang, kita harus bersedia 
 menguras dan mencuci bersih seluruh arsip kotor dari kesalahan-
 kesalahan orang yang akan kita maafkan, jadi bukan hanya sekedar di 
 bibir saja, melainkan harus dikosek bersih sampai ke sudut bagian 
 yang paling dalam di batin kita. Ini hanya akan bisa terlaksana 
 apabila Anda bersedia melakukan tahapan-tahapan seperti yang 
 tercantum dibawah ini.
 
 Change of Action - Perubahan dari segi lahir: dari muka yang 
 cemberut, bibir yang mencibir dan pandangan mata yang merendahkan, 
 kembali kepada tahapan yang normal, umpamanya dengan mulai menyapa 
 dan memberikan salam kembali seperti biasa. Merubah dan 
 mengembalikan penampilan lahiriah ini tidaklah mudah apalagi kalau 
 sudah lama bermusuhan.
 
 Change of Mind – perubahan dalam pikiran: ini lebih sukar daripada 
 yang pertama sebab kita harus merubah pikiran maupun pandangan kita 
 terhadap orang tsb, hal ini hanya bisa terjadi apabila kita bersedia 
 dan mau mengosongkan pikiran negatif kita terhadap yang bersalah 
 dengan cara melupakannya kesalahan orang tsb, setelah ini kosong 
 baru bisa di isi dengan pikiran yang positif. Hal ini membutuhkan 
 waktu dan perjuangan diri sendiri untuk berperang dengan "our 
 inside", merubah paradigma bahwa ia melakukan kesalahan tsb hanya 
 karena khilaf dan bukan dengan tujuan untuk menyakiti, apalagi di 
 dunia ini "Nobody is perfect. Everyone can do wrong"
 
 Change of Heart – perubahan dalam hati atau batin kita. Dimana sifat 
 bermusuhan kita bukan hanya sekedar hanya dihapus saja, bahkan 
 dirubah menjadi kasih, dari yang tadinya jauh sekarang menjadi 
 dekat, dari yang tadinya musuh sekarang menjadi sahabat. Yang 
 terpenting jangan sampai timbul maupun dikotori oleh pikiran "jangan-
 jangan" ia akan melakukan hal yang sama lagi di kemudian hari. Jadi 
 kita harus benar-benar bisa memaafkan dengan tanpa syarat!
 
 Apabila kita sudah dapat melaksanakan ketiga tahapan tsb, maka kita 
 akan bisa melihat dan merasakannya keindahan dari perkataan maaf 
 tsb, jadi bukan hanya sekedar bunyi-bunyian atau tulisan kosong saja.
 
 Forgiveness Is a Choice, memaafkan itu adalah pilihan yang hanya 
 bisa ditentukan oleh Anda sendiri. Bagi mereka yang tidak bisa dan 
 tidak mau memaafkan, maka mereka akan tersiksa, karena pikiran dan 
 batinnya akan selalu kotor, disamping itu hubungan dengan yang 
 bersalah pun akan selalu tetap buruk sehingga luka batinnya hingga 
 kapan pun juga tidak akan mungkin bisa dipulihkan lagi. 
 
 Mang Ucup akhiri tulisan ini dengan ucapan Selamat Hari Raya Idul 
 Fitri 1428 Hijrah
 
 Mang Ucup
 Email: [EMAIL PROTECTED]
 Homepage: www.mangucup.net
 http://www.friendster.com/mangucup
 
 
     
                               

 __________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]



PENTING..!

attachment akan dihapus & tidak diteruskan kepada seluruh member.

dilarang beriklan. pelanggaran atas peraturan ini akan dikenai sanksi berupa 
pencabutan membership.

terutama bagi pengguna ms outlook/outlook express, dihimbau untuk selalu 
mengupdate antivirusnya.
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kisunda/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kisunda/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke