Mang ucup menarik untuk dijawab (bagi saya....)

Inna lillahi wa inna lillahi rojiun....

(asal dari Alloh, pulang lagi/kembali kepada Alloh).....

ngga diceritakan tuh di sana kembali ke surga atau neraka?... 

kalo kita mau menuju bandung, tentu kita harus tau yang namanya bandung... 
karena kalo kita tidak tahu...bisa saja nyasar sampe ke jakarta ????....

nah kalo kita merasa berasal dari Tuhan?...dan mau balik kembali kepada 
Tuhan??.... maka kita harus tahu itu Tuhan????......

jangan-jangan karena ketidaktahuan kita...kita jadi nyasar...pulang ke 
mana-mana?.....alias tidak sampai???....wah nyangkut di mana tuh???

Alloh dzat laesa kamislihi syaiun .... tidak ada sesuatu pun yang menyamainya
semua arti dan makna kata-kata tidak akan bisa menterjemahkan Alloh, karena 
semakin kita mempergunakan "kata" untuk mengartiakn "Dia"...maka semakin kita 
mempersempit ruang makna yang "membatalkan" ke-ilahian Tuhan....

Maaf, untuk bisa pulang/kembali ke bandung....tentu mang ucup tau 
jalannya...lewat mana kan?...dan masih inget...bandung kayak gimana?...berarti 
tau donk apa itu bandung???....maka dijamin mang ucup akan pulang dan sampai di 
bandung dengan selamat..............

untuk mati.... pulang kembali kepada Tuhan.....
mang ucup harus tahu.... dari mana dulu berasal....lewat jalan mana???....
pake jalur apa???.....nah kalo semua itu tahu...dijamin mang ucup bisa sampai 
pulang ke tujuan......

sedikit coba kita gunakan pendekatan logika empirik .......

mang ucup asal dari perut ibu.....
sebelum perut ibu berisi mang ucup banyak proses yang dilalui....

artinya : "sebelum dibuahi di rahim ibu" ... mang ucup "belum ada" ....

mang ucup belum ada...ibu mang ucup sedang berproses.....kenal dengan calon 
suami (calon bapa mang ucup)....lewat pandangan mata kah???....entahlah ...yang 
jelas akhirnya mereka kawin..... dan "berbuahlah" mang ucup......

alam mang ucup sebelum ada namanya : "alam rakhmat".... 
alam mang ucup lagi dibuahi (senggama) namanya : "alam nikmat"...(surga)...
alam mang ucup lagi dilahirkan, namanya : "alam maut" ...(neraka)...
alam mang ucup sudah dilahirkan sekarang : " alam dunya"...kehidupan....

setidaknya itu pendekatan empirik...untuk mencoba memahami dari jalur mana kita 
berasal???....mau ke mana kita kembali ??????????.....

kenyataan nya....tidak sesederhana yang saya tuli di atas , mang ucup....
perlu diskusi-diskusi panjang untuk bertukar pendapat tentang "kematian"....
mangucup88 <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                               Mulai dari 
gembel s/d presiden, mulai dari koruptor s/d provokator, 
 mulai dari pembunuh s/d Kyiai, Bikshu, Pdt/Nabi pendeknya entah 
 siapapun kita ini harus mati. Yang beda hanya caranya saja, normal 
 ataukah abnormal, mati sakit ataukah mati dibunuh, karena usia tua 
 ataukah karena bunuh diri atau bisa juga mati karena digelas lebur 
 jadi bubur ama kereta api. Tetapi semua makhluk hidup di dunia ini 
 mulai dari binatang, tumbuh-tumbuhan s/d manusia memiliki satu 
 tujuan yang sama ialah "kematian'!
 
 Tujuan dari dilahirkan dimuka bumi ini adalah kematian, sehingga 
 timbul pertanyaan dan pikiran kenapa harus dilahirkan kalau toh 
 nantinya harus mati juga? Apa gunanya hidup ini kalau harus diakhiri 
 dengan kematian? Agaknya menuju ke kematian itu adalah konsep kunci 
 untuk menjawab pertanyaan mengapa manusia harus hidup.
 
 Walaupun manusia sudah bisa menjabarkan seluruh rahasia dari DNA, 
 bahkan bisa mengkloning kehidupan, tetapi kenyataannya pertanyaan 
 yang simpel tsb diatas masih belum mampu dijawab secara rasional, 
 karena s/d saat ini kita belum bisa menguak rahasia dari kematian 
 secara ilmiah.
 
 Lucunya walaupun kita ini tahu bahwa kita ini harus mati dan `tidak 
 mungkin" bisa melawan kematian, tetapi sejak ribuan tahun manusia 
 itu tetap saja mencoba terus untuk melawan kematian dan kita tidak 
 mau menerima kenyataan, bahwa kita itu harus mati.
 
 Mulai dari gembel s/d profesor, walaupun mereka sudah di vonis musti 
 mati, tetapi mereka tetap saja ingin berusaha terus dengan segala 
 macam daya upaya untuk bisa hidup terus atau minimum memperpanjang 
 hidup mereka. 
  
 Kalaupun ada "keabadian", ia cuma berarti sirkulasi infra-human 
 saja. Misalnya, daging yang membusuk jadi tanah, jenasah yang 
 dikremasi jadi abu, dll. Maka, hanya manusia yang bisa meninggal. 
 Sedangkan sisanya cuma mati-busuk-habis, tanpa embel-embel. Tapi 
 dalam diri manusia, kematian memperoleh dimensi sejati 
 ialah "tempat/saat" sejarah (ruang/waktu) manusia menjadi keabadian. 
 Jadi hidup terus di dalam dunia maya saja.
 
 Sebenarnya udah jelas tujuan hidup kita ini ialah kematian, tetapi 
 99,9% manusia didunia ini tidak ada yang mempersiapkan kehidupannya 
 untuk menuju kematian, boro-boro untuk mempersiapkannya 
 memikirkannya azah ogah. 
 
 Tanya azah sama diri sendiri, apakah terpikirkan oleh Anda bagaimana 
 kalau Anda besok meninggal dunia? Tidak! Yang terpikirkan oleh mang 
 Ucup adalah bagaimana saya bisa menikmati hari weekend dan liburan 
 Lebaran yang akan datang ini, bagaimana saya bisa menikmati hasil 
 pensiun saya dihari tua? Bagaimana saya mempersiapkan diri setelah 
 masa studi saya, masa lajang saya dst-nya, tetapi enggak pernah 
 kepikir tuh mempersiapkan diri untuk menghadapi kematian.
 
 Walaupun kita semuanya sadar bahwa hidup ini hanya untuk sesaat 
 waktu saja, tetapi kita fokuskan seluruh energi/waktu/uang/keluarga 
 hanya untuk mempersiapkan kehidupan dihari esok, lihat saja kita 
 sekolah bertahun-tahun untuk mempersiapkan kehidupan dihari esok, 
 begitu juga kita menabung untuk kehidupan di hari esok. Tetapi 
 tanyalah sama diri sendiri, kapan kita mempersiapkan diri untuk 
 menghadapi kematian? Adakah pelajaran atau sekolah untuk menghadapi 
 atau mempersiapkan kematian? Atau kuliah untuk bisa meraih gelar Dr 
 Koit !
 
 Bahkan Alkitab sekalipun isinya 99% hanya untuk memberikan bimbingan 
 bagaimana kita menjalani hidup di dunia ini. Jadi bukan bagaimana 
 caranya nanti kita menjalani kehidupan surgawi kita.
 
 Tanpa diduga dan tidak bisa diramalkan, suka atau tidak, 
 kematian "PASTI" akan datang menjemput saya maupun Anda, tetapi 
 persiapan apa yang sudah kita lakukan untuk menghadapi hari kematian 
 kita?
 
 Pada saat kematian tiba, kita tidak perlu packing koper, karena kita 
 datang telanjang, maka pulangpun telanjang pula tanpa koper ataupun 
 tas kerecek. Kita tidak perlu pamitan dengan siapapun juga. Entah 
 tugas kita selesai atau tidak selesai, tanpa bisa ditawar lagi kita 
 harus berangkat pada saat itu juga. Hari kematian kita tidak bisa 
 ditawar barang satu detik pun juga. 
 
 Banyak orang berduka dan menangis, apabila melihat mayat yang 
 terbujur kaku, karena hal yang sama pasti akan ia alami juga, hanya 
 kita tidak tahu waktunya saja kapan?
 
 Hal ini yang mengakibatkan banyak orang menilai bahwa kematian itu 
 adalah sesuatu hal yang negativ, kalau tidak demikian kenapa harus 
 ke Dr untuk memperpanjang hidup. Untuk itu; kita manusia mencari 
 jalan agar dapat menetralisir pandangan yang negativ ini untuk 
 dirobah menjadi positiv melalui "Agama" dan segala iming-iming 
 sorgawi.
 
 Oleh sebab itulah mang Ucup menilai agama itu entah agama apapun 
 juga, sebenarnya hanya sekedar merupakan obat pembius otak, atau 
 senjata agar dinamika akal kita bisa "menangkap" arti kematian 
 manusia secara positif.
 
 Renungkanlah segala sesuatu yang anda dapat lakukan saat ini: anda 
 dapat mengedipkan mata anda, menggerakkan badan anda, berbicara, 
 tertawa; semua ini merupakan fungsi tubuh anda. Sekarang renungkan 
 bagaimana keadaan dan bentuk tubuh anda setelah anda mati nanti.
 
 Satu detik setelah anda mati, anda tidak ada apa-apanya lagi 
 selain "seonggok daging". 
 Tubuh anda yang diam dan terbujur kaku, akan dibawa ke kamar mayat. 
 Di sana, ia akan dimandikan untuk yang terakhir kalinya. Segera 
 setelah anda dimakamkan, maka bakteri-bakteri dan serangga-serangga 
 berkembang biak pada mayat tersebut, sehingga akhirnya "onggokkan 
 daging dan tulang" yang tadinya dapat dikenali; mengalami akhir yang 
 menjijikkan.
  
 Ketika kematian dialami oleh seorang manusia, semua "kenyataan" 
 dalam hidup tiba-tiba lenyap. Tidak ada lagi kenangan akan "hari-
 hari indah" di dunia ini. 
 
 Mang, manusia kan punya jiwa ? Kemana tuh nanti perginya roh/jiwa 
 itu ? Apakah keberadaan roh/jiwa itu bisa dibutikan secara ilmiah ? 
 Ingin tahu jawabannya mengenai jiwa dan roh berdasarkan penelitian 
 ilmiah jadi bukan hanya sekedar dongeng dari buku agama, baca 
 sambungannya !
 
 Mang ucup
 Email: [EMAIL PROTECTED]
 Homepage: www.mangucup.net
 
 
     
                               

       
---------------------------------
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! 
Answers

[Non-text portions of this message have been removed]



PENTING..!

attachment akan dihapus & tidak diteruskan kepada seluruh member.

dilarang beriklan. pelanggaran atas peraturan ini akan dikenai sanksi berupa 
pencabutan membership.

terutama bagi pengguna ms outlook/outlook express, dihimbau untuk selalu 
mengupdate antivirusnya.
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kisunda/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kisunda/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke