Saya menilai ada salah persepsi dari penulis artikel
di bawah, yang memaknai lebaran sebagai sesuatu hal
yang diartikan sebagai saling memaafkan. Pasti
penulisnya tidak mengerti jiwa dan semangat sebenarnya
hari idul fitri,mencampuradukkan antara tradisi dengan
ajaran agama.
Kalau tidak dibaca dengan sikap kritis akan sangat
menyesatkan.

salam,

mrachmatrawyani


--- mangucup88 <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Yuu..uk coba test kepripadian: Cobalah renungkan
> sejenak, nama-nama 
> dari orang kepada siapa saja Anda merasa
> sewot/sebel/ benci ? Begitu 
> juga dengan kejadian-kejadian yang sangat menyakiti
> hati Anda ? 
> Apakah masih ada nama-nama atau kejadian-kejadian
> menyakitkan yang 
> masih teringat ? 
> 
> Apabila jawabannya „Yes" berarti Anda kurang rapih
> membersihkan 
> arsip gudang dosa Anda, kita masih belum mampu
> mereset jadi nol 
> kembali kalkulator dosa kita, sehingga rasa benci
> dan hal-hal yang 
> negatif lainnya masih tetap saja bercokol dan
> teringat terus. Dalam 
> hal ini tidak bisa dipungkiri, bahwa virus benci
> maupun sewotnya 
> masih tetap ada di dalam pikiran maupun lubuk hati
> kita.
> 
> Itulah hasil nyata dari Neraca hitung-hitungan dari
> "Permohonan Maaf 
> Lahir Batin" selama hari raya Lebaran kemarin !
> 
> Padahal kalau direnungkan, kemarin kita telah
> mengirimkan puluhan 
> bahkan ratusan SMS, kartu permohonan maaf lahir dan
> batin, begitu 
> juga dengan parsel maupun bunga kepada semua
> rekan-rekan dan handai 
> taulan kita dengan harapan minimum setahun sekali
> kita dapat 
> membersihkan batin dan hati kita. Dengan demikian
> diharapkan dapat 
> mengawali tahun baru dengan pandangan maupun hidup
> yang baru. Hanya 
> sayangnya kalau kita jujur, orang yang kita benci
> masih tetap saja 
> ada dan banyak, bahkan kejadian-kejadian yang
> menyakitkan pun masih 
> tetap saja tak terlupakan. Kenapa?
> 
> Permasalahannya; kita hanya mengirimkan SMS, kartu
> ucapan 
> permohonana maaf lahir dan batin kepada orang-orang
> yang kita merasa 
> dekat / simpatik saja, apalagi dengan kiriman parsel
> maupun bunga 
> ini pada umumnya hanya ditujukan kepada keluarga
> dekat seperti ortu, 
> kekasih atau rekan bisnis atau pejabat; agar „take &
> give" nya jelas 
> begitu. 
> 
> Jawablah dengan jujur pernahkan anda mengirimkan
> parsel ato bunga 
> maupun kartu kepada orang yang kita benci ataupun
> kepada musuh kita, 
> ataupun kepada korban orang-orang yang pernah kita
> sakiti. Jangan 
> harap ! Boro-boro ucapan selamat yang berkaitan
> dengan uang kirim 
> email ato sms yang gratisan azah udah ogah.
> 
> Sebenarnya bukan saya yang menyakiti, melainkan
> sayalah sang korban 
> yang disakiti, moso sih saya yang harus kirim kartu
> apalagi parsel, 
> emangnya aku ini termasuk wong gendheng? Bukankah
> kita seringkali 
> mendengar ucapan seperti „forgiving, but not
> forgetting", kita 
> mungkin bisa memaafkan, tetapi tidak bisa melupakan,
> apalagi kalau 
> rasa sakitnya itu dalam sekali, sehingga telah
> menghancurkan 
> hidupnya seseorang.
> 
> Disamping itu permohonan maafnya pun dalam bentuk
> „kodian", yang 
> dikirim secara „grosiran" dalam jumlah besar,
> bukannya „eceran". 
> Jadi bukannya yang khusus ditujukan dan ditulis
> untuk saya tulen, 
> melainkan karena kalimat „permohonan maaf" tsb sdh
> tercantum dicetak 
> dikartu atau karena hanya men fwd SMS orang saja.
> Maka dari itu 
> kalau ia benar-benar serious mau minta maaf, kenapa
> harus menunggu 
> hingga tibanya hari raya Idul Fitri bukan
> sebelumnya. Apakah 
> permohonan maaf itu seperti juga penutupan buku
> neraca akhir tahun 
> yang dilakukan hanya setahun sekali saja untuk
> melihat laba dan rugi 
> nya untuk berkawan dengan seseorang ?
> 
> Maka dari itu janganlah heran kalau banyak orang
> yang menilai 
> permohonan maaf lahir & batin yang diajukan pada
> saat hari raya Idul 
> Fitri tidak dapat ditanggapi secara serious, karena
> hal ini lebih 
> menjurus kepada tradisi yang sekedar basa-basi atau
> pemanis bibir 
> saja !
> 
> Walaupun tidak bisa dipungkiri bahwa bisnis „maaf &
> memaafkan" ini 
> setiap tahunnya dapat menghasilkan omset ratusan
> milyar Rp, mulai 
> dari penjualan kartu mohon maaf, s/d porto
> meterainya, belum lagi 
> dengan pengiriman parsel-nya, kueh, bunga dll-nya.
> Perlu diketahui 
> bahwa "Anda dapat memberi tanpa mengasihi, tetapi
> Anda tidak dapat 
> mengasihi tanpa memberi!"
> 
> Orang yang dapat memaafkan kesalahan seseorang
> adalah orang yang 
> baik, sedangkan yang dapat memaafkan dan melupakan
> kesalahan 
> seseoran adalah orang yang bijak, tetapi orang yang
> dapat memaafkan 
> dan melupakan kesalahan seseorang „sebelumnya" orang
> tsb minta maaf 
> adalah orang yang memiliki sifat illahi. 
> 
> Mang Ucup
> Email: [EMAIL PROTECTED]
> Homepage: www.mangucup.org
> http://www.friendster.com/mangucup
> 
> 
> 


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 


PENTING..!

attachment akan dihapus & tidak diteruskan kepada seluruh member.

dilarang beriklan. pelanggaran atas peraturan ini akan dikenai sanksi berupa 
pencabutan membership.

terutama bagi pengguna ms outlook/outlook express, dihimbau untuk selalu 
mengupdate antivirusnya.
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kisunda/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kisunda/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke